Indonesia Diminta Kirim Perwira untuk Jadi Wakil Komandan ISF
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 8

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia diminta untuk memilih satu perwira TNI terbaik yang akan menempati posisi Wakil Komandan (Deputy Commander) International Stabilization Force (ISF).
“Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF,” kata Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers, Kamis (19/2/2026), dikutip Kompas.
ISF bertugas mendukung misi Dewan Perdamaian (Board of Peace) Gaza untuk melakukan demiliterisasi di jalur Gaza, Palestina. Pembentukan ISF disahkan melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 pada 17 November 2025.
ISF diisi oleh tentara dan polisi yang masuk dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), dan didanai sepenuhnya oleh negara donor. Pasukan ini bekerja sama dengan Mesir dan Israel, serta dengan syarat standar penarikan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari wilayah Gaza.
Pasukan ini akan bertugas hingga 31 Desember 2027, dengan rinciannya mendukung proses demiliterisasi dan menghancurkan infrastruktur teror; mengamankan wilayah perbatasan Gaza dengan Israel dan Mesir; serta melindungi keselamatan warga sipil dan mengawal operasi bantuan kemanusiaan.
Selain itu, ISF juga bertugas melatih aparat kepolisian Palestina yang telah lolos uji kelayakan (vetted), memfasilitasi pembukaan koridor kemanusiaan; serta membantu Dewan Perdamaian (BoP) dalam memantau jalannya gencatan senjata.
Selain Indonesia, sebanyak empat negara lain juga turut mengirimkan pasukan tentaranya ke ISF, termasuk Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo. Mereka akan dibagi di lima sektor berbeda, dengan sektor pertama area Rafah.
“Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi. Tujuan jangka menengah adalah untuk terus memperluas, sektor demi sektor, semuanya menuju target jangka panjang kami yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF,” ujar Jeffers. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

