Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kuliner » Cara Baca Label Makanan yang Mudah agar Lebih Cermat Memilih Makanan

Cara Baca Label Makanan yang Mudah agar Lebih Cermat Memilih Makanan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 319

Kabarjatengterkini.com– Memahami cara baca label makanan adalah langkah penting untuk menjaga pola makan sehat dan memilih produk yang tepat. Label makanan memberikan informasi penting seperti kandungan gizi, bahan-bahan, dan tanggal kedaluwarsa. Namun, tidak semua orang tahu cara membacanya dengan benar.

Dengan memahami label makanan secara cermat, Anda bisa menghindari bahan yang tidak diinginkan, membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak jenuh, serta memilih produk yang mendukung kesehatan jangka panjang.

Berikut panduan lengkap dan mudah dipahami tentang cara membaca label makanan.

1. Perhatikan Ukuran Takaran Saji (Serving Size)

Langkah pertama dalam membaca label makanan adalah melihat takaran saji yang tertera di bagian atas informasi nilai gizi. Takaran saji menunjukkan seberapa banyak porsi yang dijadikan acuan dalam informasi gizi.

Misalnya:

Takaran saji: 30 gram (sekitar 1 mangkuk kecil)
Jumlah sajian per kemasan: 2

Artinya, jika Anda mengonsumsi seluruh isi kemasan, maka Anda mengonsumsi dua kali lipat dari informasi gizi yang tertera.

Tips: Bandingkan takaran saji dengan porsi yang Anda makan. Jika Anda makan dua porsi, kalikan semua nilai gizi dengan dua.

2. Cek Kalori per Sajian

Setelah melihat takaran saji, langkah berikutnya adalah melihat jumlah kalori.

Contoh:

Energi total: 150 kkal per sajian

Kalori menunjukkan jumlah energi yang diperoleh dari satu porsi makanan tersebut. Jika Anda sedang mengatur berat badan atau memantau asupan energi, perhatikan dengan seksama bagian ini.

Tips: Kalori bukan satu-satunya hal penting. Perhatikan juga sumber kalorinya — apakah berasal dari lemak, karbohidrat, atau protein.

3. Perhatikan Informasi Kandungan Gizi Makro dan Mikro

Label makanan mencantumkan kandungan gizi utama seperti:

  • Lemak total, termasuk lemak jenuh dan lemak trans

  • Kolesterol

  • Natrium (garam)

  • Karbohidrat total, termasuk serat dan gula

  • Protein

  • Vitamin dan mineral seperti vitamin D, kalsium, zat besi, dan kalium

Tips penting:

  • Pilih makanan dengan lemak jenuh dan trans rendah.

  • Perhatikan kandungan gula tambahan — semakin sedikit, semakin baik.

  • Pilih produk dengan serat tinggi (minimal 3 gram per sajian).

  • Natrium tinggi dapat meningkatkan risiko hipertensi; batas ideal harian adalah 2.300 mg.

4. Persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi)

Di samping nilai gizi, biasanya tercantum % AKG. Ini menunjukkan persentase kebutuhan gizi harian berdasarkan kebutuhan rata-rata (berdasarkan kebutuhan energi 2.150–2.500 kalori per hari).

Contoh:

Lemak total: 5g (8% AKG)
Natrium: 400mg (17% AKG)

Artinya, satu sajian produk ini memenuhi 17% dari batas maksimum natrium harian Anda.

Tips:

  • Jika satu produk mengandung lebih dari 20% AKG untuk lemak jenuh, gula, atau natrium, sebaiknya dikonsumsi secara terbatas.

  • Nilai 5% AKG atau lebih rendah dianggap rendah.

  • Nilai 20% AKG atau lebih dianggap tinggi.

5. Cermati Daftar Bahan (Ingredients)

Bagian ini menunjukkan apa saja yang digunakan dalam produk tersebut, dari yang terbanyak hingga tersedikit.

Contoh:

Bahan: Tepung terigu, gula, minyak sawit, cokelat bubuk, garam, pengemulsi, perisa vanila

Tips:

  • Bahan yang disebut pertama adalah yang paling dominan.

  • Jika gula atau lemak muncul di awal daftar, waspadai kandungan kalorinya.

  • Hindari produk dengan terlalu banyak bahan kimia atau aditif sintetis seperti pengawet, pewarna buatan, atau pemanis buatan.

6. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa dan Kode Produksi

Pastikan Anda selalu mengecek:

  • Tanggal kedaluwarsa (expired date) atau baik digunakan sebelum (best before)

  • Kode produksi untuk mempermudah pelacakan jika terjadi penarikan produk (recall)

Produk dengan kedaluwarsa pendek biasanya tidak mengandung banyak bahan pengawet, tetapi lebih cepat basi.

7. Label Tambahan: Bebas Gula, Rendah Lemak, dan Klaim Lainnya

Banyak produk mencantumkan klaim seperti:

  • “Bebas gula” – berarti kurang dari 0,5 gram gula per sajian

  • “Rendah lemak” – maksimal 3 gram lemak per sajian

  • “Tinggi serat” – minimal 5 gram serat per sajian

Tips:

  • Jangan langsung percaya klaim “sehat”. Tetap periksa label gizi untuk memastikan klaim tersebut akurat.

  • Produk “bebas gula” bisa saja mengandung pemanis buatan yang juga perlu diperhatikan.

8. Pelajari Logo dan Sertifikasi

Pastikan produk yang Anda konsumsi memiliki logo BPOM dan/atau sertifikasi seperti:

  • Halal dari MUI

  • Sertifikasi organik

  • Sertifikasi makanan sehat (Healthier Choice Logo)

Logo ini menunjukkan bahwa produk telah melewati standar keamanan dan mutu tertentu.

Membaca label makanan bukanlah hal rumit jika Anda tahu caranya. Dengan memahami informasi seperti takaran saji, kandungan kalori, persentase AKG, daftar bahan, dan tanggal kedaluwarsa, Anda bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan sehat dalam memilih makanan.

Jadikan kebiasaan membaca label sebagai bagian dari gaya hidup sehat Anda. Semakin Anda terbiasa, semakin mudah pula mengenali mana makanan yang baik dan mana yang sebaiknya dibatasi.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • kudus

    Tahun Ajaran Baru Dimulai Hari Ini, Bupati Kudus Tekanan Sekolah Harus Jadi Ruang Bebas Bullying

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Kudus, KabarJatengTerkini.com – Tahun Ajaran Baru 2025-2026 sekolah dimulai hari ini, Senin (14/7/2025). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus tekankan bahwa satuan pendidikan harus menjadi ruang yang bebas perundungan (bullying). Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris saat memimpin apel pembukaan tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 1 Kudus hari ini. Kegiatan ini juga diikuti siswa […]

  • Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

    Besaran Dana Desa di Jateng Turun Signifikan Hingga 70 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Besaran dana desa di Jawa Tengah mengalami penurunan signifikan, yakni hingga 70 persen. Dana desa tahun 2026 disebut sebesar Rp300 juta per desa dari Rp1 miliar pada periode sebelum-sebelumnya. Sebelumnya, Jateng memperoleh jatah untuk alokasi dana desa mencapai Rp7,9 triliun pada tahun 2025, sementara tahun ini menjadi Rp2,1 triliun. “Sekarang cuma Rp 300 […]

  • Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    Jateng Peroleh Predikat Provinsi Layak Anak Empat Kali Berturut-turut

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali mendapatkan predikat sebagai Provinsi Layak Anak (Provila). Predikat ini telah diperoleh sebanyak empat kali setiap tahun secara berturut-turut. “Alhamdulillah, kami kembali mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak, selama empat tahun berturut-turut,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Auditorium Kantor Kementerian Agama, Jakarta pada Jumat (8/8/2025) malam. Pemerintah […]

  • pear cake

    5 Rahasia Pear Cake Versi Ringan, Teksturnya Lembut dan Rasanya Nggak Enek

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pear cake atau kue pir dikenal dengan teksturnya yang lembut, aroma buah yang segar, serta rasa manis alami yang tidak berlebihan. Kue ini cocok dijadikan camilan sehat di rumah, teman minum teh, atau hidangan spesial untuk keluarga. Kabar baiknya, pear cake juga bisa dibuat versi ringan lebih rendah gula dan lemak tanpa mengorbankan rasa. […]

  • snbt

    Geger! Kemdiktisaintek Ungkap 99 Persen Kecurangan SNBT Mengincar Prodi Kedokteran

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membongkar fakta mengejutkan terkait pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Hampir seluruh temuan kasus kecurangan dalam ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut ternyata mengincar Program Studi (Prodi) Kedokteran. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa persentase kecurangan di program studi favorit […]

  • Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan Disebabkan karena Tambang?

    Longsor di Lereng Gunung Slamet Bukan Disebabkan karena Tambang?

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tanah longsor yang terjadi di wilayah lereng Gunung Slamet disebut bukan disebabkan oleh aktivitas pertambangan, melainkan cuaca ekstrem. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, longsor dipicu curah hujan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Hal ini menyebabkan tanah jenuh air, sehingga mengakibatkan ketidakstabilan di […]

expand_less