Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

Tim BRIN Temukan Dua Spesies Baru Katak Bertaring di Pegunungan Meratus, Kalimantan

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
  • visibility 331

Kabarjatengterikini.com – Tim peneliti gabungan dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi (PRBE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), bersama Aichi University of Education, Kyoto University, dan Universitas Palangkaraya, berhasil menemukan dua spesies baru katak bertaring di kawasan Pegunungan Meratus, Kalimantan. Kedua spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara.

Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Zootaxa edisi 24 Januari 2025 dan menambah daftar kekayaan biodiversitas endemik Kalimantan yang luar biasa.

Bukan Limnonectes kuhlii, Tapi Spesies Baru

Pada awalnya, kedua katak tersebut sempat dikira sebagai bagian dari spesies yang sudah dikenal sebelumnya, yaitu Limnonectes kuhlii. Namun, hasil analisis genetik dan morfologi menunjukkan perbedaan yang signifikan.

“Secara genetik, perbedaan ditemukan terutama pada sekuens gen 16S rRNA, sementara dari sisi morfologi, bentuk bintil kulit dan ukuran taring menjadi ciri pembeda yang kuat,” ungkap Amir, salah satu peneliti BRIN yang terlibat dalam studi ini.

Analisis filogenetik lebih lanjut menunjukkan bahwa Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara membentuk klad monofiletik dengan dukungan statistik sangat tinggi dan memiliki jarak genetik signifikan dibandingkan spesies lainnya, yang memperkuat validitas mereka sebagai spesies baru.

Asal Usul dan Penamaan Katak Baru

  • Limnonectes maanyanorum ditemukan di kawasan Gunung Karasik, Kalimantan Tengah. Nama ilmiahnya diberikan sebagai penghormatan terhadap masyarakat adat Dayak Maanyan, yang mendiami kawasan sekitar penemuan.

  • Sementara itu, Limnonectes nusantara ditemukan di wilayah Loksado dan Paramasan, Kalimantan Selatan. Nama ini mengandung makna simbolik sebagai identitas nasional Indonesia, sekaligus merujuk pada letak geografis Kalimantan yang kini menjadi lokasi Ibu Kota Negara baru, Nusantara.

“Kami ingin memberi nama yang tidak hanya bersifat ilmiah, tetapi juga memiliki makna budaya dan nasional yang kuat,” tambah Amir dalam pernyataan resmi BRIN, Kamis (17/7).

Ciri-Ciri Katak Bertaring Kalimantan

Kedua spesies katak ini memiliki ukuran tubuh sedang, kulit yang berbintil, serta selaput penuh di kaki belakang yang menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan berair. Salah satu ciri paling mencolok adalah keberadaan taring di rahang bawah, yang menjadi alasan mereka dijuluki “katak bertaring.”

Meski tampak mirip, perbedaan pada bentuk bintil kulit dan ukuran taring menjadi indikator penting dalam membedakan kedua spesies ini. Ciri morfologis ini diperkuat dengan bukti genetik, menjadikan mereka dua spesies yang benar-benar baru dalam genus Limnonectes.

Kalimantan: Surga Spesies Endemik

Penemuan Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara kembali menegaskan bahwa Kalimantan merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di Asia Tenggara.

“Penemuan ini menunjukkan bahwa Kalimantan masih menyimpan banyak misteri biologis. Kita perlu terus melakukan eksplorasi dan penelitian, terutama di wilayah yang belum banyak dijangkau,” tegas Amir.

Pegunungan Meratus sendiri merupakan salah satu kawasan yang memiliki ekosistem hutan hujan tropis dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, namun belum sepenuhnya tereksplorasi. Hal ini membuka peluang besar bagi penelitian lanjutan yang berpotensi menemukan spesies-spesies baru lainnya.

Kolaborasi Internasional Dorong Eksplorasi Biodiversitas

Keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama lintas institusi dan lintas negara. Kolaborasi antara BRIN dengan dua universitas terkemuka di Jepang—Aichi University of Education dan Kyoto University—serta dukungan dari Universitas Palangkaraya, menunjukkan pentingnya sinergi dalam riset biodiversitas.

“Penemuan seperti ini hanya bisa terjadi melalui kolaborasi ilmiah jangka panjang, pertukaran data, serta dukungan dari komunitas lokal,” ujar Dr. Hiroshi Matsui, salah satu peneliti dari Kyoto University.

Urgensi Pelestarian Habitat Alami

Meski menjadi berita menggembirakan, penemuan dua katak bertaring Kalimantan ini juga menjadi pengingat pentingnya konservasi habitat alami. Deforestasi, pertambangan, dan alih fungsi lahan terus mengancam keberadaan spesies-spesies endemik yang belum sempat terdokumentasi.

Dengan makin berkurangnya habitat hutan hujan tropis di Kalimantan, banyak spesies berisiko punah sebelum sempat ditemukan atau dipelajari.

Upaya Konservasi dan Pendidikan

BRIN menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga konservasi untuk melindungi habitat Limnonectes maanyanorum dan Limnonectes nusantara, serta menjadikan temuan ini sebagai bahan edukasi publik mengenai pentingnya pelestarian alam.

“Kita berharap temuan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pembuat kebijakan akan pentingnya menjaga warisan hayati Nusantara,” pungkas Amir.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • rekor

    Dow Jones Cetak Rekor Fantastis, Investor Waspadai Dampak Shutdown AS

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (12/11/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara Nasdaq justru melemah akibat aksi rotasi investor dari saham teknologi menuju sektor keuangan dan kesehatan. Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh perkembangan politik terkait potensi berakhirnya penutupan pemerintahan AS (government shutdown). Kinerja […]

  • sudewo

    Disambut Yel-Yel Loyalis, Bupati Nonaktif Pati Sudewo Tiba di Pengadilan Tipikor Semarang untuk Sidang Ke-3

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Proses hukum kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan orang nomor satu di Kabupaten Pati kembali bergulir. Bupati nonaktif Pati, Sudewo, tiba di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 09.05 WIB. Kedatangannya kali ini adalah untuk menjalani sidang lanjutan ke-3 terkait perkara dugaan korupsi yang tengah menjerat dirinya. Berdasarkan pantauan […]

  • jenis

    5 Jenis Moluska yang Aman Dimakan, Dagingnya Punya Banyak Gizi!

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Moluska adalah kelompok hewan invertebrata yang memiliki tubuh lunak dan sebagian besar hidup di perairan. Di antara ribuan spesies moluska yang ada di dunia, beberapa jenis ternyata aman dan lezat untuk dikonsumsi manusia. Bahkan, moluska yang aman dimakan ini mengandung banyak nutrisi penting seperti protein, zat besi, seng, omega-3, dan vitamin B12 yang baik […]

  • jateng

    Realisasi Investasi di Jateng Semester 1 2025 Capai 58,19 Persen

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 347
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Realisasi investasi di Jawa Tengah (Jateng) semester pertama tahun 2025 capai Rp45,58 triliun. Besaran tersebut sudah mencapai 58,19 persen dari target realisasi untuk tahun ini. Diketahui, investor asing masih mendominasi dengan catatan investasi sebesar Rp25,63 triliun atau 56 persen, sementara dari dalam negeri mencapai Rp19,95 triliun atau 44 persen. Jumlah investasi […]

  • 20 Korban Tewas Bencana Longsor di Cilacap, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian 3 Korban Terakhir

    20 Korban Tewas Bencana Longsor di Cilacap, Tim Gabungan Intensifkan Pencarian 3 Korban Terakhir

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Cilacap, Kabarjatengterkini.com – Petugas penyelamatan masih siaga melakukan pencarian terhadap korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. Sebanyak 1.000 personel gabungan telah dikerahkan untuk mencari tiga korban terakhir. Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebutkan luas area yang terdampak cukup luas, yakni lebih dari 12 hektar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi […]

  • Foto : Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz. (Sumber: Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Dua Bulan Terakhir, Capaian PAD di Sektor Pasar Rembang Baru Sentuh 70 Persen

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Rembang di sektor retribusi pasar hewan maupun tradisional per bulan Oktober baru menyentuh angka sebesar 70 persen. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, M. Mahfudz mengatakan capaian PAD tersebut diperoleh dari dua pasar hewan dan 14 pasar tradisional. Adapun untuk […]

expand_less