Pemprov Jateng Tekankan Sektor Peternakan Punya Prospek Ekonomi Menjanjikan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sen, 29 Sep 2025
- visibility 89

Foto: Pemprov Jateng Tekankan Sektor Peternakan Punya Prospek Ekonomi Menjanjikan (Sumber: Dok. Pemprov jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinisi Jawa Tengah tekankan sektor peternakan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Terlebih, saat ini, pihaknya semakin gencar agar Jawa Tengah menjadi daerah penopang pangan nasional.
Swasembada pangan dicapai tidak hanya berfokus pada produksi pertanian saja. Ketersediaan pangan berupa protein hewani juga dianggap penting agar masyarakat bisa mengonsumsi makanan dan minuman bergizi seimbang.
“Inilah yang harus kita dukung, bagaimana peternakan bisa berkembang lebih besar dan lebih baik,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno pada acara pembukaan peringatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan 2025, Sabtu (27/9/2025).
Adapun salah satu upaya untuk mendukung sektor peternakan ini adalah memastikan para peternak teredukasi dan sejahtera. Sosialisasi tentang cara beternak yang benar memungkinkan peternah mampu memproduksi pangan berkualitas, sehingga menjadi nilai tambah.
Karena kualitas daging maupun susu ditentukan dari cara beternak yang benar. Kita lakukan asesmen dan tingkatkan capacity building ke arah itu,” lanjut dia.
Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jawa Tengah, populasi total ternak (sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing, domba, dan babi) mencapai 5.796.713 ekor. Adapun jumlah terbesar adalah kambing dengan 3.510.883 ekor.
Sementara, data BPS Provinsi Jawa Tengah menunjukkan populasi unggas di Jateng pada 2024 tercatat, meliputi jenis itik dan itik manila mencapai 6.194.682 ekor, ayam buras 17.289.985 ekor, ayam petelur 52.927.736 ekor, dan ayam pedaging 623.382.482 ekor.
Jawa Tengah juga memiliki 13 sumber daya genetik ternak lokal, antara lainseperti itik Pengging Soloan, ayam Lingnan Maron, domba Sakub, domba Batur, dan kambing Kaligesing. Jenis-jenis ternak tersebut dianggap unggul, sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain itu, Balai Inseminasi Buatan (BIB) di Jawa tengah sudah mampu memproduksi benih ternak unggulan.
“Yang kedua, baik pertanian maupun peternakan harus dipastikan dari sisi hilir. Hasil-hasilnya harus memberi jaminan kesejahteraan bagi petani dan peternak,” imbuh Sumarno.
Jawa Tengah sendiri diketahui merupakan provinsi kedua secara nasional yang menyumbang kebutuhan protein. Jika produksi telur maupun daging telah terpenuhi, memungkinkan peternak melakukan ekspor ke luar negeri. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

