Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Meta Bangun Data Center AI Hyperion dengan Daya Komputasi 5 GW, Saingi OpenAI dan Google

Meta Bangun Data Center AI Hyperion dengan Daya Komputasi 5 GW, Saingi OpenAI dan Google

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
  • visibility 746

Kabarjatengterkini.com– Meta dikabarkan tengah membangun sebuah data center khusus AI bernama Hyperion yang dirancang untuk menjadi pusat komputasi super besar. CEO Meta, Mark Zuckerberg, memperkirakan data center ini akan memiliki daya komputasi mencapai 5 gigawatt (GW), sebuah kapasitas yang sangat besar dan diharapkan mampu menyaingi para pesaing utama di ranah kecerdasan buatan, seperti OpenAI dan Google.

Fokus Meta pada Infrastruktur AI Berkapasitas Besar

Seiring meningkatnya persaingan dalam pengembangan teknologi AI, Meta mengambil langkah strategis dengan mengalokasikan sumber daya besar untuk membangun infrastruktur komputasi yang kuat. Sebelumnya, Meta juga telah aktif merekrut talenta-talenta AI terbaik dunia, seperti Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI, dan Daniel Gross, mantan CEO Safe Superintelligence. Dengan tim yang solid dan sumber daya komputasi besar, Meta berambisi melatih model-model AI generasi berikutnya yang lebih canggih.

Lokasi dan Kapasitas Data Center Hyperion

Berdasarkan laporan dari TechCrunch, Hyperion akan berlokasi di Louisiana, kemungkinan besar di Richland Parish. Wilayah ini sebelumnya sudah dipilih Meta untuk pembangunan data center senilai 10 miliar dolar AS. Pada tahap awal, data center ini akan beroperasi dengan kapasitas daya 2 GW pada tahun 2030, dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 5 GW beberapa tahun kemudian.

Kapasitas 5 GW ini menandai lompatan besar dalam hal daya komputasi dibandingkan dengan pusat data AI pada umumnya, yang akan memungkinkan Meta mengolah dan melatih model AI yang jauh lebih besar dan kompleks.

Super Cluster Prometheus, Langkah Awal Meta

Selain Hyperion, Meta juga berencana mengaktifkan super cluster AI bernama Prometheus dengan kapasitas 1 GW pada tahun 2026. Prometheus akan dibangun di New Albany, Ohio, dan akan menjadi salah satu data center AI terbesar di industri teknologi saat ini. Super cluster ini akan menjadi pondasi awal bagi Meta dalam membangun kapasitas komputasi yang diperlukan untuk menghadapi persaingan ketat di sektor AI.

Meta Siap Bersaing dengan Raksasa AI Dunia

Dengan investasi besar pada Hyperion dan Prometheus, Meta diprediksi akan menjadi salah satu pemain utama dalam perlombaan AI, berkompetisi langsung dengan OpenAI, Google DeepMind, dan Anthropic. Kapasitas daya komputasi yang tinggi akan memperkuat kemampuan Meta dalam melatih model AI berskala besar dan memberikan layanan AI yang lebih efektif.

Upaya ini juga diharapkan bisa menarik lebih banyak talenta AI berbakat yang ingin bekerja dengan infrastruktur komputasi tercanggih di dunia. Sehingga, selain peningkatan teknologi, Meta juga fokus membangun ekosistem sumber daya manusia yang kuat dalam bidang kecerdasan buatan.

Dukungan Pemerintah AS untuk Infrastruktur AI

Pemerintah Amerika Serikat, termasuk era Presiden Donald Trump, mendukung pengembangan infrastruktur data center AI di industri teknologi nasional. Sebagai contoh, Trump mendukung proyek Stargate milik OpenAI yang bertujuan memperluas infrastruktur AI di AS. Dorongan dari pejabat federal ini berkontribusi pada percepatan pembangunan pusat data besar seperti Hyperion dan Prometheus.

Dampak Energi Data Center AI ke Masa Depan

Industri AI yang semakin berkembang dengan kebutuhan komputasi besar ini diperkirakan akan menyerap banyak energi. Beberapa ahli memproyeksikan bahwa pusat data AI dapat menyumbang hingga 20% dari total konsumsi energi Amerika Serikat pada tahun 2030, naik drastis dari hanya 2,5% pada 2022. Hal ini menandakan perlunya inovasi dalam efisiensi energi dan penggunaan sumber energi terbarukan agar dampak lingkungan dapat diminimalkan.

Meta tengah mempersiapkan diri menjadi kekuatan besar dalam dunia AI dengan membangun data center Hyperion berkapasitas 5 GW dan super cluster Prometheus 1 GW. Proyek ambisius ini diharapkan bisa menggeser posisi Meta sejajar dengan raksasa AI seperti OpenAI dan Google, sekaligus menarik talenta terbaik dan memperkuat posisi perusahaan di masa depan teknologi kecerdasan buatan. Dengan dukungan pemerintah dan fokus pada daya komputasi besar, masa depan AI di Amerika Serikat diprediksi akan semakin menarik dan kompetitif.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Luas lahan kritis di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir berkurang hingga 75 ribu hektare. Lahan kritis di Jawa Tengah sejumlah 392 ribu hektare hingga tahun 2024, kemudian mengalami penurunan menjadi total 317.629 hektare per akhir 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini masih melakukan upaya pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan […]

  • Pemerintah Mantapkan Materi Edukasi Cegah LGBTQ di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

    Pemerintah Mantapkan Materi Edukasi Cegah LGBTQ di Lingkungan Pendidikan Keagamaan

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah gaungkan anti budaya lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) lewat pendidikan keagamaan. Terkait hal ini, Kementerian Agama masih mematangkan penyusunan materi edukasi bagi peserta didik. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menjelaskan, penyusunan materi dilakukan secara kolaboratif oleh masing-masing direktorat pendidikan agama. Draf tersebut perlu diplenokan lebih dulu sebelum ditetapkan sebagai […]

  • Sungai Babon Semarang Diduga Tercemar, DLH Ambil Sampel Air

    Sungai Babon Semarang Diduga Tercemar, DLH Ambil Sampel Air

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Muncul informasi mengenai dugaan pencemaran Sungai Babon di Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Pasalnya, air sungai terlihat berwarna hijau pekat dan berbau tidak sedap. Pemerintah Kota Semarang lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengambilan sampel air untuk pengujian di laboratoriam pada Jumat (21/7/2026). Penanganan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dari kanal pengaduan resmi […]

  • qatar

    Qatar Desak Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran, Peringatkan Krisis Global di Selat Hormuz

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di titik nadir yang mengkhawatirkan. Menanggapi situasi yang kian memanas, Pemerintah Qatar mulai “pasang badan” dengan mendesak kedua belah pihak untuk memperpanjang masa gencatan senjata. Doha memperingatkan bahwa kebuntuan negosiasi bukan hanya akan memicu konflik bersenjata, tetapi juga berpotensi melumpuhkan ekonomi dunia melalui blokade jalur […]

  • Ribuan Nelayan Sungai Silugonggo Siap Melaut Usai Harga Solar Nonsubsidi Turun

    Ribuan Nelayan Sungai Silugonggo Siap Melaut Usai Harga Solar Nonsubsidi Turun

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Ribuan nelayan di Sungai Silugonggo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, siap beraktivitas usai harga solar nonsubsidi turun jadi Rp15 ribu per liter. Pasalnya, harga solar nonsubsidi sebelumnya menyentuh Rp30 ribu dan dinilai memberatkan nelayan. Sebelumnya, banyak nelayan di Pati memutuskan tidak melaut lantaran harga BBM dinilai tidak menutup biaya operasional. Aksi mogok melaut […]

  • rekor

    Dow Jones Cetak Rekor Fantastis, Investor Waspadai Dampak Shutdown AS

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (12/11/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencetak rekor penutupan tertinggi, sementara Nasdaq justru melemah akibat aksi rotasi investor dari saham teknologi menuju sektor keuangan dan kesehatan. Sentimen pasar turut dipengaruhi oleh perkembangan politik terkait potensi berakhirnya penutupan pemerintahan AS (government shutdown). Kinerja […]

expand_less