Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kim Jong-un Ancam Israel, Siap Pasok Rudal Balistik ke Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Kim Jong-un Ancam Israel, Siap Pasok Rudal Balistik ke Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
  • visibility 74

Kabarjatengterkini.com- Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, melontarkan peringatan keras terkait konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Ia menyatakan bahwa negaranya siap memasok rudal balistik kepada Iran apabila diminta, bahkan menegaskan bahwa satu rudal saja sudah cukup untuk menghancurkan Israel.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik setelah serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pemerintah di Pyongyang mengecam keras operasi militer tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi ilegal yang melanggar kedaulatan Iran secara serius.

Menurut pernyataan resmi pemerintah Korea Utara, serangan tersebut dinilai sebagai salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan paling berat terhadap Teheran dalam beberapa tahun terakhir. Pyongyang juga menilai tindakan militer tersebut sebagai bukti nyata dari apa yang mereka sebut sebagai perilaku hegemonik Washington di kawasan Timur Tengah.

Perubahan Sikap Politik Pyongyang

Sikap keras yang ditunjukkan Kim Jong-un ini menandai perubahan signifikan dalam nada diplomasi Korea Utara. Hanya beberapa pekan sebelumnya, pemimpin tersebut sempat memberikan sinyal yang lebih moderat terhadap hubungan internasional.

Dalam kongres Partai Buruh Korea yang digelar baru-baru ini, Kim Jong-un bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan membuka kembali dialog dengan Presiden AS, Donald Trump. Namun, perkembangan terbaru di Timur Tengah tampaknya mengubah perhitungan strategis Pyongyang secara drastis.

Analisis yang dikutip oleh The Diplomat pada Kamis (5/3/2026) menyebutkan bahwa operasi militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran menjadi faktor utama yang mendorong perubahan sikap tersebut. Korea Utara menilai serangan itu sebagai tindakan yang dapat diprediksi mengingat pola kebijakan luar negeri Washington selama ini di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Pyongyang juga menuduh Amerika Serikat telah menyalahgunakan kekuatan militernya sehingga memperburuk situasi keamanan global. Pemerintah Korea Utara bahkan menilai tindakan tersebut berpotensi merusak stabilitas internasional yang sudah rapuh dalam setahun terakhir.

Risiko dan Peluang Strategis bagi Korea Utara

Tawaran Korea Utara untuk memasok rudal balistik kepada Iran juga dinilai memiliki konsekuensi geopolitik yang kompleks. Langkah tersebut bukan hanya berisiko memperluas konflik, tetapi juga dapat membuka peluang strategis bagi rezim Kim Jong-un di panggung internasional.

Analisis dari The Diplomat menyoroti kemungkinan dampak konflik ini terhadap rantai pasokan senjata bagi Rusia. Selama ini, Iran dan Korea Utara diketahui menjadi pemasok penting berbagai peralatan militer yang digunakan Rusia dalam konflik dengan Ukraina.

Iran sendiri telah memasok drone dan beberapa sistem persenjataan yang digunakan oleh Moskow dalam operasi militernya. Namun, jika Iran harus memfokuskan sebagian besar kekuatan militernya untuk menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel, maka kemampuan negara tersebut untuk memasok senjata ke Rusia dapat berkurang.

Dalam situasi tersebut, Korea Utara dipandang berpotensi mengisi kekosongan pasokan tersebut. Jika skenario ini terjadi, ketergantungan Rusia terhadap persenjataan Korea Utara diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

Peningkatan ketergantungan ini pada akhirnya dapat memperkuat posisi geopolitik Pyongyang di hadapan Kremlin. Korea Utara berpotensi memperoleh pengaruh strategis yang lebih besar dalam hubungan bilateralnya dengan Rusia.

Pertanyaan tentang Dukungan Rusia

Meski demikian, krisis yang dihadapi Iran juga memunculkan pertanyaan baru bagi Korea Utara mengenai tingkat keandalan Rusia sebagai mitra keamanan strategis.

Pada Juni 2024, Korea Utara dan Rusia menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan. Sementara itu, Iran juga menandatangani pakta pertahanan serupa dengan Rusia pada Januari 2025.

Namun hingga saat ini, respons Moskow terhadap konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai masih terbatas. Pemerintah Rusia hanya menyampaikan kecaman diplomatik tanpa menunjukkan langkah militer konkret.

Otoritas Rusia menyatakan bahwa mereka tetap berada dalam “komunikasi konstan” dengan para pemimpin Iran. Meski demikian, belum ada tanda-tanda pengerahan bantuan militer langsung dari Moskow untuk membantu Teheran menghadapi tekanan dari dua kekuatan besar tersebut.

Situasi ini memunculkan spekulasi di kalangan analis geopolitik bahwa Iran pada dasarnya sedang menghadapi konflik tersebut sendirian. Dukungan dari sekutu utamanya, termasuk Rusia, sejauh ini dinilai masih sebatas retorika politik tanpa tindakan nyata di lapangan.

Dampak bagi Stabilitas Global

Pernyataan keras Kim Jong-un dan kemungkinan keterlibatan Korea Utara dalam konflik Timur Tengah berpotensi memperluas ketegangan global. Jika Pyongyang benar-benar memasok rudal balistik kepada Iran, situasi tersebut dapat memicu reaksi keras dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Para pengamat menilai bahwa dinamika ini bisa mempercepat terbentuknya blok-blok geopolitik baru yang saling berhadapan di berbagai kawasan dunia.

Dengan konflik yang terus berkembang, komunitas internasional kini memantau dengan cermat langkah-langkah yang akan diambil oleh negara-negara besar. Setiap keputusan yang diambil oleh para aktor utama, termasuk Korea Utara, Iran, Amerika Serikat, Israel, dan Rusia, berpotensi menentukan arah stabilitas global dalam waktu dekat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • tel aviv

    Tel Aviv Diklaim Hancur Diserang Rudal Iran, Pertahanan Udara Israel Disebut Jebol

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Peta kekuatan militer di Timur Tengah kembali menjadi sorotan dunia setelah muncul klaim bahwa gelombang serangan rudal balistik Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel. Serangan tersebut dilaporkan menghantam sejumlah titik strategis di Tel Aviv dan memicu spekulasi tentang perubahan keseimbangan militer di kawasan yang selama ini dikenal sangat tegang. Klaim mengenai kehancuran besar […]

  • Program KLIK dari BKPM Bakal Diuji Coba di Batang Tahun 2026

    Program KLIK dari BKPM Bakal Diuji Coba di Batang Tahun 2026

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kebijakan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) bakal diuji coba lewat pilot project di Batang Industrial Park, Jawa Tengah. Tahapan uji coba ini bakal dilakukan pada tahun 2026 mendatang. Program Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini menjadi solusi mempercepat proses pembangunan di kawasan industri. Selama ini, salah satu kendala investasi adalah […]

  • reuni

    Jokowi Hadiri Reuni Kehutanan UGM Angkatan ’80 di Tengah Isu Ijazah Palsu

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri acara reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1980 yang digelar Sabtu (26/7) pagi. Kegiatan ini berlangsung di kampus UGM Yogyakarta dengan tema bertajuk “SPIRIT 80: Guyub, Rukun, Migunani”. Kehadiran Jokowi menjadi sorotan, bukan hanya karena statusnya sebagai alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980, tetapi […]

  • Materi Koperasi Bakal Mulai Diajarkan di Sekolah Wilayah Jawa Tengah

    Materi Koperasi Bakal Mulai Diajarkan di Sekolah Wilayah Jawa Tengah

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Materi tentang koperasi bakal diajarkan kepada siswa-siswi di seluruh jenjang pendidikan, dari SD hingga SMA. Jawa Tengah disebut akan menjadi wilayah pertama yang akan menerapkan kurikulum ini. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menghadiri peluncuran Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jateng di gedung Gradhika Bhakti Praja, kompleks Gubernuran Jateng, Semarang, […]

  • Ajang PADI 2025 di Temanggung Kumpulkan Transaksi Hingga Rp6,377 Miliar

    Ajang PADI 2025 di Temanggung Kumpulkan Transaksi Hingga Rp6,377 Miliar

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Temanggung, Kabarjatengterkini.com – Ajang Pekan Agro Inovasi dan Digitalisasi (PADI) 2025 di Kabupaten Temanggung berhasil mengumpulkan pengunjung sebanyak 133.444 orang dengan transaksi senilai Rp6,377 miliar sejak digelar pada 18 Juli hingga 22 Juli 2025. Ketua Panitia PADI 2025, Shofyan Adi Cahyono menyampaikan bahwa gelaran PADI 2025 diikuti oleh 186 stan dari stakeholder, UMKM, institusi pemerintah, […]

  • trans semarang

    Bus Listrik Trans Semarang Koridor 1 Diuji Coba, Warga Bisa Naik Secara Gratis

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Uji coba bus listrik Trans Semarang mulai dilakukan pada Rabu (5/11/2025) dengan melayani rute Terminal Mangkang-Terminal Penggaron. Lewat uji coba ini, masyarakat bisa naik bus listrik secara gratis. Operasionalisasi bus listrik ini turut menjadi upaya Pemerintah Kota Semarang menghadirkan moda transportasi publik yang tidak hanya nyaman, namun juga modern. Tahap uji coba […]

expand_less