Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kim Jong-un Ancam Israel, Siap Pasok Rudal Balistik ke Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Kim Jong-un Ancam Israel, Siap Pasok Rudal Balistik ke Iran di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
  • visibility 109

Kabarjatengterkini.com- Ketegangan geopolitik global kembali meningkat setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, melontarkan peringatan keras terkait konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Ia menyatakan bahwa negaranya siap memasok rudal balistik kepada Iran apabila diminta, bahkan menegaskan bahwa satu rudal saja sudah cukup untuk menghancurkan Israel.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik setelah serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pemerintah di Pyongyang mengecam keras operasi militer tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan agresi ilegal yang melanggar kedaulatan Iran secara serius.

Menurut pernyataan resmi pemerintah Korea Utara, serangan tersebut dinilai sebagai salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan paling berat terhadap Teheran dalam beberapa tahun terakhir. Pyongyang juga menilai tindakan militer tersebut sebagai bukti nyata dari apa yang mereka sebut sebagai perilaku hegemonik Washington di kawasan Timur Tengah.

Perubahan Sikap Politik Pyongyang

Sikap keras yang ditunjukkan Kim Jong-un ini menandai perubahan signifikan dalam nada diplomasi Korea Utara. Hanya beberapa pekan sebelumnya, pemimpin tersebut sempat memberikan sinyal yang lebih moderat terhadap hubungan internasional.

Dalam kongres Partai Buruh Korea yang digelar baru-baru ini, Kim Jong-un bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan membuka kembali dialog dengan Presiden AS, Donald Trump. Namun, perkembangan terbaru di Timur Tengah tampaknya mengubah perhitungan strategis Pyongyang secara drastis.

Analisis yang dikutip oleh The Diplomat pada Kamis (5/3/2026) menyebutkan bahwa operasi militer yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran menjadi faktor utama yang mendorong perubahan sikap tersebut. Korea Utara menilai serangan itu sebagai tindakan yang dapat diprediksi mengingat pola kebijakan luar negeri Washington selama ini di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Pyongyang juga menuduh Amerika Serikat telah menyalahgunakan kekuatan militernya sehingga memperburuk situasi keamanan global. Pemerintah Korea Utara bahkan menilai tindakan tersebut berpotensi merusak stabilitas internasional yang sudah rapuh dalam setahun terakhir.

Risiko dan Peluang Strategis bagi Korea Utara

Tawaran Korea Utara untuk memasok rudal balistik kepada Iran juga dinilai memiliki konsekuensi geopolitik yang kompleks. Langkah tersebut bukan hanya berisiko memperluas konflik, tetapi juga dapat membuka peluang strategis bagi rezim Kim Jong-un di panggung internasional.

Analisis dari The Diplomat menyoroti kemungkinan dampak konflik ini terhadap rantai pasokan senjata bagi Rusia. Selama ini, Iran dan Korea Utara diketahui menjadi pemasok penting berbagai peralatan militer yang digunakan Rusia dalam konflik dengan Ukraina.

Iran sendiri telah memasok drone dan beberapa sistem persenjataan yang digunakan oleh Moskow dalam operasi militernya. Namun, jika Iran harus memfokuskan sebagian besar kekuatan militernya untuk menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel, maka kemampuan negara tersebut untuk memasok senjata ke Rusia dapat berkurang.

Dalam situasi tersebut, Korea Utara dipandang berpotensi mengisi kekosongan pasokan tersebut. Jika skenario ini terjadi, ketergantungan Rusia terhadap persenjataan Korea Utara diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

Peningkatan ketergantungan ini pada akhirnya dapat memperkuat posisi geopolitik Pyongyang di hadapan Kremlin. Korea Utara berpotensi memperoleh pengaruh strategis yang lebih besar dalam hubungan bilateralnya dengan Rusia.

Pertanyaan tentang Dukungan Rusia

Meski demikian, krisis yang dihadapi Iran juga memunculkan pertanyaan baru bagi Korea Utara mengenai tingkat keandalan Rusia sebagai mitra keamanan strategis.

Pada Juni 2024, Korea Utara dan Rusia menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan. Sementara itu, Iran juga menandatangani pakta pertahanan serupa dengan Rusia pada Januari 2025.

Namun hingga saat ini, respons Moskow terhadap konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dinilai masih terbatas. Pemerintah Rusia hanya menyampaikan kecaman diplomatik tanpa menunjukkan langkah militer konkret.

Otoritas Rusia menyatakan bahwa mereka tetap berada dalam “komunikasi konstan” dengan para pemimpin Iran. Meski demikian, belum ada tanda-tanda pengerahan bantuan militer langsung dari Moskow untuk membantu Teheran menghadapi tekanan dari dua kekuatan besar tersebut.

Situasi ini memunculkan spekulasi di kalangan analis geopolitik bahwa Iran pada dasarnya sedang menghadapi konflik tersebut sendirian. Dukungan dari sekutu utamanya, termasuk Rusia, sejauh ini dinilai masih sebatas retorika politik tanpa tindakan nyata di lapangan.

Dampak bagi Stabilitas Global

Pernyataan keras Kim Jong-un dan kemungkinan keterlibatan Korea Utara dalam konflik Timur Tengah berpotensi memperluas ketegangan global. Jika Pyongyang benar-benar memasok rudal balistik kepada Iran, situasi tersebut dapat memicu reaksi keras dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Para pengamat menilai bahwa dinamika ini bisa mempercepat terbentuknya blok-blok geopolitik baru yang saling berhadapan di berbagai kawasan dunia.

Dengan konflik yang terus berkembang, komunitas internasional kini memantau dengan cermat langkah-langkah yang akan diambil oleh negara-negara besar. Setiap keputusan yang diambil oleh para aktor utama, termasuk Korea Utara, Iran, Amerika Serikat, Israel, dan Rusia, berpotensi menentukan arah stabilitas global dalam waktu dekat.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • tni

    Kepala BAIS TNI Resmi Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Markas Besar (Mabes) TNI resmi menyampaikan bahwa jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) tidak lagi dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi menyusul kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat […]

  • Wali Kota Semarang Apresiasi Semangat Gotong-royong Warga Mijen Rayakan Sumpah Pemuda

    Wali Kota Semarang Apresiasi Semangat Gotong-royong Warga Mijen Rayakan Sumpah Pemuda

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi antusiasme warga Kecamatan Mijen dalam merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Terlebih, perayaan tersebut digelar dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong. Semangat gotong-royong tersebut diwujudkan dalam gelaran karnaval dan kirab budaya pawai gunungan hasil bumi pada Minggu (26/10/2025) di Taman Tirto Asri. Acara ini juga menjadi bukti warga […]

  • kpk

    KPK Laporkan ke DPR, Pengembalian Aset Korupsi Tembus Rp1,53 Triliun

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengoptimalkan upaya pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi ke kas negara. Hingga saat ini, total nilai aset yang berhasil dikembalikan KPK mencapai Rp1,531 triliun. Angka tersebut menjadi bukti konkret kontribusi lembaga antirasuah dalam mendukung keuangan negara sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku korupsi. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pengembalian […]

  • Ratusan SPPG di Jateng Ditutup Sementara karena Masalah IPAL

    Ratusan SPPG di Jateng Ditutup Sementara karena Masalah IPAL

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Jawa Tengah (Jateng) menghentikan sementara aktivitas operasionalnya. Keputusan penutupan sementara ini buntut SPPG belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar. Diketahui, sebanyak 386 dari 4.635 dapur MBG yang ada di Jawa Tengah masih menghentikan layanan program MBG. Menurut data yang disampaikan […]

  • Heboh Video Pegawai SPPG Makan Pecahan Kaca Lampu, Pihak Pengelola Beri Tanggapan

    Heboh Video Pegawai SPPG di Brebes Makan Pecahan Kaca Lampu, Pihak Pengelola Beri Tanggapan

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Brebes, Kabarjatengterkini.com – Heboh pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggunan, Kabupaten Brebes, melakukan aksi debus dengan memakan pecahan lampu neon. Aksi ini turut direkam, bahkan sempat beredar di media sosial dengan narasi yang dinilai menyudutkan. Menanggapi hal tersebut, Mitra SPPG Kubangsari menyampaikan bahwa video tersebut memang direkam oleh karyawannya. Meski […]

  • suhu

    Eropa Membara! Jerman dan Ceko Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Sejarah

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Gelombang panas ekstrem berkekuatan masif tengah mengamuk di daratan Eropa, memicu alarm bahaya bagi jutaan warga. Dua negara yang saling bertetangga di Eropa Tengah, Jerman dan Republik Ceko, secara mengejutkan mencatat rekor suhu tertinggi dalam sejarah pencatatan meteorologi masing-masing negara pada Sabtu (27/6/2026) waktu setempat. Fenomena cuaca ekstrem ini memicu kekeringan parah, krisis kesehatan […]

expand_less