Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Qatar Desak Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran, Peringatkan Krisis Global di Selat Hormuz

Qatar Desak Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran, Peringatkan Krisis Global di Selat Hormuz

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
  • visibility 90

Kabarjatengterkini.com– Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kini berada di titik nadir yang mengkhawatirkan. Menanggapi situasi yang kian memanas, Pemerintah Qatar mulai “pasang badan” dengan mendesak kedua belah pihak untuk memperpanjang masa gencatan senjata.

Doha memperingatkan bahwa kebuntuan negosiasi bukan hanya akan memicu konflik bersenjata, tetapi juga berpotensi melumpuhkan ekonomi dunia melalui blokade jalur energi.

Qatar: Perdamaian adalah Harga Mati

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam konferensi pers di Doha pada Selasa (21/04/2026), menyatakan sikap tegas negaranya terhadap eskalasi di kawasan Teluk. Qatar secara terbuka mendukung penuh upaya perpanjangan gencatan senjata, terutama jika proses mediasi yang saat ini dipimpin oleh Pakistan menemui jalan buntu.

“Kami mendukung perpanjangan gencatan senjata hingga solusi damai benar-benar tercapai. Kembali ke situasi permusuhan tidak akan menguntungkan siapa pun, justru akan mencekik perekonomian global,” ujar Al-Ansari dengan nada peringatan yang kuat di hadapan awak media.

Bagi Qatar, stabilitas regional adalah prasyarat mutlak bagi keamanan energi dunia. Sebagai salah satu pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar, Doha memahami betul bahwa gangguan sekecil apa pun di kawasan Teluk akan berdampak langsung pada harga komoditas global.

Selat Hormuz: Titik Didih Keamanan Dunia

Kekhawatiran Qatar berakar pada situasi di Selat Hormuz. Jalur air sempit yang menjadi nadi utama distribusi minyak dan gas dunia ini tengah menjadi pusat sengketa. Sejak 2 Maret 2026, Teheran secara bertahap mulai membatasi navigasi di selat tersebut.

Langkah provokatif Iran ini merupakan respons balasan atas serangan gabungan skala besar yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Penutupan atau pembatasan di Selat Hormuz dianggap sebagai “senjata pamungkas” Iran untuk menekan Barat, namun dampaknya dirasakan oleh seluruh negara importir energi.

Al-Ansari membantah spekulasi yang menyebut negara-negara Teluk kehilangan pengaruh atau hanya menjadi penonton dalam krisis ini. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa masalah ini telah bertransformasi dari konflik regional menjadi krisis berskala global yang memerlukan intervensi kolektif.

“Kami terus bekerja sama dengan semua mitra internasional untuk mengembalikan kondisi navigasi di Selat Hormuz seperti semula,” tambahnya. Qatar juga konsisten mendesak Teheran agar tidak meninggalkan meja perundingan, betapa pun sulitnya syarat yang diajukan.

Diplomasi Pakistan di Ujung Tanduk

Dunia saat ini menggantungkan harapan pada hasil mediasi Pakistan. Pertemuan tingkat tinggi yang mempertemukan utusan Washington dan Teheran telah berlangsung di Islamabad pada 11-12 April lalu. Namun, hingga saat ini, belum ada terobosan signifikan yang mampu menjamin keamanan jangka panjang.

Gencatan senjata 14 hari yang saat ini berlaku dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington. Tanpa kesepakatan perpanjangan, kawasan Timur Tengah dikhawatirkan akan kembali terjun ke dalam kontak senjata langsung yang lebih destruktif.

Sikap Keras Donald Trump dan Sinyal Pesimis

Di sisi lain, awan mendung justru datang dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyalemen yang jauh dari kata damai. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyatakan bahwa probabilitas perpanjangan gencatan senjata sangatlah kecil.

Trump bahkan melontarkan pernyataan provokatif dengan menyebut bahwa Selat Hormuz kemungkinan besar akan tetap dalam kondisi terblokir atau bermasalah hingga Iran menyetujui kesepakatan baru yang sepenuhnya menguntungkan posisi Amerika Serikat. Sikap “Zero-Sum Game” yang ditunjukkan Washington ini membuat ruang diplomasi semakin menyempit.

Dampak Ekonomi Global yang Mengintai

Jika gencatan senjata gagal diperpanjang, analis ekonomi memprediksi harga minyak mentah dunia bisa melambung melampaui angka psikologis yang belum pernah terlihat sebelumnya. Blokade di Selat Hormuz tidak hanya menghentikan aliran minyak, tetapi juga memicu lonjakan biaya asuransi pengiriman maritim dan gangguan rantai pasok global.

Qatar, bersama Kuwait dan Oman, terus berupaya menjadi jembatan komunikasi. Namun, dengan sikap keras kepala yang ditunjukkan oleh kedua aktor utama—AS dengan sanksi maksimumnya dan Iran dengan ketahanan militernya—peran mediator menjadi sangat berat.

Menanti Detik-Detik Terakhir

Kini, komunitas internasional menunggu dengan cemas. Apakah lobi-lobi menit terakhir dari Pakistan dan tekanan diplomatik dari Qatar mampu melunakkan sikap keras Washington dan Teheran?

Dunia berharap akal sehat akan menang di atas ego politik. Sebagaimana ditegaskan oleh Majed al-Ansari, kegagalan dalam bernegosiasi saat ini bukan hanya akan menjadi kekalahan bagi diplomat, tetapi awal dari penderitaan ekonomi yang akan dirasakan oleh rakyat di seluruh penjuru dunia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemeriksaan

    Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Reza Arap dan Kerabat Terkait Kematian Lula Lahfah

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Polres Metro Jakarta Selatan terus mendalami kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Sejumlah saksi dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti kematian korban. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, pihaknya telah mengagendakan pemanggilan beberapa saksi yang merupakan […]

  • semarang

    Kota Semarang Ditunjuk Jadi Wilayah Pilot Project Program Nasional Ruang Bersama Indonesia (RBI)

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 284
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kota Semarang ditunjuk sebagai salah satu wilayah untuk pilot project program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program RBI ini merupakan inisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Program ini merupakan kelanjutan dari program Desa /Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Tujuannya, untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, terutama di tingkat […]

  • Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar/semarangkota

    Pemkot Semarang Kampanyekan Kanal Lapor Semar

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya mengkampanyekan kanal Lapor Semar Solusi AWP kepada masyarakat. Dengan menggandeng Program Studi Ilmu Komunikasi Undip, Pemkot Semarang meluncurkan kampanye agresif dengan tagar provokatif #ngadudilaporsemar guna mendongkrak awareness dan partisipasi publik. Plt. Kepala Diskominfo Kota Semarang, Drs. Yudi Hardianto Wibowo mengatakan bahwa melalui kampanye tersebut, diharapkan layanan Lapor […]

  • 2026, Rembang Bakal Bangun Pengelolaan TPST RDF dari Pemerintah Pusat

    Rembang Rencanakan Pembangunan Pengelolaan TPST RDF untuk 2026

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Kabupaten Rembang, Jawa Tengah bakal membangun pengelolaan tempat pembuangan sampah terpadu refuse derived fuel (TPST RDF) di tempat pembuangan akhir (TPA) Landoh tahun 2026 mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Ika Himawan Afandi mengatakan bahwa pembangunan itu merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Adapun anggaran […]

  • Penipuan Modus Tawarkan Bantuan Spiritual, Korban Rugi Rp400 Juta

    Penipuan Modus Tawarkan Bantuan Spiritual, Korban Rugi Rp400 Juta

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Kasus penipuan dengan modus menawarkan bantuan spiritual menimpa korban seorang pensiunan berinisial N (61), warga Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Pelaku berinisial MA (53) saat ini telah berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Cibatu dari kediamannya di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut setelah sebelumnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tebing Tinggi, Polda Sumatera Utara. Kepala […]

  • Warga Desa Langkap Pekalongan Desak Kepsek dan Guru Dipecat usai Viral Video Having Sex di Medsos

    Warga Desak Kepsek dan Guru di Pekalongan Dipecat usai Viral Video Having Sex di Medsos

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sejumlah warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menuntut kepala sekolah dan guru yang video hubungan seksnya tersebar di media sosial, segera dipecat. Pasalnya, guru perempuan inisial EH tersebut saat ini dipindahtugaskan, namun statusnya masih aktif mengajar siswa. Tak puas dengan pengembangan kasus, puluhan warga menggeruduk Kantor Bupati Pekalongan pada Jumat (11/9/2026) pagi. “Kami […]

expand_less