Wisatawan Protes karena Gagal Nyebrang ke Karimunjawa, Pihak Jasa Penyebrangan Buka Suara
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- visibility 65

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Jepara, Kabarjatengterkini.com – Heboh rekaman video wisatawan protes lantaran gagal menyebrang ke Pulau Karimunjawa, Jepara, padahal sudah membeli tiket kapal. Video tersebut tersebar di media sosial, khususnya di Instagram.
Menanggapi hal tersebut, pihak jasa transportasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membenarkan bahwa KMP Siginjai rute Jepara-Karimunjawa batal diberangkatkan pada Jumat (26/12/2025). Meski demikian, kapal tersebut dipastikan sudah beroperasi mulai hari ini, Sabtu (27/12/2025).
“Alhamdulilah hari ini kapal sudah beroperasi,” terang Chairil Oka Juanda selaku Supervisor Usaha Pelabuhan dan Penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Surabaya, dikutip Detik.
Ia menjelaskan, sebanyak 170 tiket terjual untuk penyebrangan tanggal 26 Desember 2025. Namun, pada tanggal 23 Desember, pihaknya telah mengumumkan adanya perbaikan kapal karena mengalami kerusakan.
Bagi pembeli tiket, pihaknya telah menyarankan untuk melakukan proses pengembalian uang atau penjadwalan kembali. Meski demikian, masih ada sekitar 40 orang yang datang di tanggal 26 Desember untuk menyebrang.
“Tanggal 26 Desember ada 170 tiket yang sudah terjual di pencatatan. Sebenarnya sejak tanggal 23 Desember sudah ada pengumuman bahwa ada maintenance,” kata Chairil.
“Bagi pengguna jasa yang sudah membeli tiket sudah kami sarankan untuk melakukan refund atau reschedule. Tapi kemarin ada 40-an pengguna jasa yang datang untuk menyeberang,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya melakukan koordinasi dengan pengelola Kapal Express Bahari untuk menyediakan 40 kuota bagi penumpang yang terlanjur datang. Mereka dijadwalkan menyeberang tanggal 27 Desember 2025.
“Kami dari PT ASDP memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Adapun dari ASDP akan terus melakukan peningkatan pelayanan bagi para pengguna jasa penyeberangan PT ASDP,” terang dia. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

