Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Pemkab Rembang Gandeng Unicef untuk Cegah Pernikahan Dini

Pemkab Rembang Gandeng Unicef untuk Cegah Pernikahan Dini

  • account_circle Ilham Wiji
  • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
  • visibility 208

Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang tengah menggandeng United Nation International Children’s Emergency Fund (Unicef) untuk mencegah pernikahan dini.

Bupati Rembang, Harno menyambut baik kedatangan Unicef. Pihaknya berharap ke depan bisa memperbaiki permasalahan pernikahan dini di Kabupaten Rembang.

“Kami sangat senang dengan kehadiran Unicef yang ada di Kabupaten Rembang karena untuk memperbaiki permasalahan-permasalahan termasuk ada perkawinan dini dan bagaimana untuk menjaga anak-anak kita perlu ada sosialisasi,” ujar Harno usai Unicef melakukan kunjungan kerja di ruang rapat Bupati, Kamis (20/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa dukungan pendidikan sampai tingkat tinggi bisa mencegah pernikahan dini.

“Untuk mencegah terjadinya termasuk pernikahan dini agar anak-anak kita bisa pendidikannya sampai minimal SLTA,” jelasnya.

Perwakilan Ketua Unicef Jawa Tengah, Arie Rukmantara menjelaskan bahwa strategi mencegah pernikahan dini yakni dimulai dari tingkat desa.

“Strateginya adalah dari tingkat desa, kita pertama mencegah budaya kekerasan, termasuk kategori UNICEF itu perkawinan anak yang dipaksakan adalah tindakan kekerasan,” kata Arie.

Selain itu, dia juga meminta kepada orang tua untuk memperhatikan penggunaan handphone terhadap anak-anak. Orang tua diharapkan bisa memberikan pemahaman konten yang baik dan buruk.

“Karena literasi internetnya tinggi harus bisa membedakan konten yang tidak harus dikonsumsi dan mana yang harus dikonsumsi,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Arie menyatakan bahwa kesejahteraan remaja untuk diperbaiki. Pasalnya hal itu merupakan langkah strategis untuk mencegah pernikahan dini.

“Ketiga yang belum diketahui oleh banyak orang di Indonesia adalah kesejahteraan remaja inilah yang lebih strategis,” pungkasnya. (Adv)

  • Penulis: Ilham Wiji

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Bidang Tanah di Jawa Tengah Bakal Dijadikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

    Ratusan Bidang Tanah di Jawa Tengah Bakal Dijadikan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 185
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 240 bidang tanah di Jawa Tengah bakal melalui proses sertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal ini tercantum dalam nota kesepakatan soal sinergi penyelenggaraan urusan pertahanan, agrarian, dan penataan ruang antara BPN dan Pemprov Jateng. Adapun tanah tersebut meliputi 80 bidang tanah di tiga kabupaten, yakni Cilacap, Blora, dan Wonosobo. Nantinya, […]

  • Madrasah dan Pesantren Didorong Penguatan Pendidikan Berbasis AI

    Madrasah dan Pesantren Didorong Penguatan Pendidikan Berbasis AI

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Madrasah dan Pesantren di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, didorong terus menerapkan strategi pendidikan dengan penguatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pelatihan AI oleh Microsoft. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, target pelatihan AI oleh Microsoft sebanyak 50 ribu peserta. Sementara, saat ini, pelatihan tersebut sudah menyasar […]

  • Pemprov Pastikan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Belum Sampai ke Jateng

    Pemprov Pastikan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Belum Sampai ke Jateng

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada sejumlah provinsi di sekitar, termasuk di sebagian Pulau Jawa. Bahkan, menurut informasi, abu vulkanik meluas hingga dirasakan warga di Jawa Tengah (Jateng). Pemprov Jateng memastikan belum ada abu vulkanik di wilayahnya. Meski demikian, pihaknya berkoordinasi dengan BPBD di 35 kabupaten/kota untuk melakukan penilaian di wilayah-wilayah yang berbatasan […]

  • Menbud Fadli Zon

    Menbud Fadli Zon Respon Tudingan Pelecehan Adat oleh GKR Rumbay

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon merespon tudingan pihak Pakubuwono (PB) XIV Purboyo terkait kunjungannya ke bangunan sakral Panggung Sanggabuwana beberapa waktu lalu yang dinilai melecehkan adat. Dalam kesempatan lainnya, Fadli Zon menyebutkan bahwa dirinya sudah berkali-kali masuk ke bangunan tersebut. Selain itu, kunjungannya tersebut telah dipersilahkan oleh Panembahan Agung Tedjowulan dan Pakubuwono XIV […]

  • ancaman

    Ancaman Genosida Terhadap Kelompok Masyarakat Adat Terpencil: Antara Tambang, Media Sosial, dan Eksploitasi Hutan

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Di dunia ini, terdapat sekitar 196 kelompok masyarakat adat yang hingga kini belum pernah melakukan kontak dengan dunia luar. Kelompok-kelompok ini hidup secara mandiri, menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bagi kebanyakan orang terasa sangat keras, dan mempertahankan budaya serta pengetahuan tradisional mereka. Namun, keberadaan mereka kini menghadapi ancaman serius, yang oleh sebagian pihak disebut […]

  • Foto : Kepala DLH Kabupaten Rembang, Ika Himawan Affandi. (Sumber: Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    DLH Rembang Imbau Masyarakat untuk Pilah Sampah di Tingkat Rumah

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah. Hal itu disampaikan oleh Kepala DLH Kabupaten Rembang, Ika Himawan Affandi. Ia menjelaskan bahwasannya sampah dari tingkat rumah tidak keseluruhan harus dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Yang paling bagus yang […]

expand_less