Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Serba-serbi Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh KPK Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta Api

Serba-serbi Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh KPK Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta Api

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 161

Kabarjatengterkini.com— Bupati Pati, Sudewo, menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (27/8/2025), terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus suap proyek pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan.

Sudewo hadir di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.45 WIB dengan mengenakan setelan batik dan didampingi tim kuasa hukum. Kehadirannya kali ini merupakan pemanggilan ulang setelah sebelumnya absen pada Jumat (22/8) dengan alasan memiliki agenda lain.

“Ya memenuhi panggilan. Enggak ada (bawa berkas),” ujar Sudewo kepada wartawan sebelum memasuki gedung KPK.

Diperiksa Terkait Aliran Uang

Pemeriksaan berlangsung selama tujuh jam. Usai pemeriksaan, Sudewo mengaku telah menjawab seluruh pertanyaan penyidik dengan jujur.

“Semua pertanyaan saya jawab sejujur-jujurnya dan apa adanya. Saya dipanggil sebagai saksi,” jelasnya.

Ia membantah menerima uang dari hasil dugaan korupsi. Menurutnya, dana yang diterima merupakan pendapatan resmi saat dirinya masih menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Kalau soal uang itu juga ditanyakan. Itu sudah dijelaskan sejak dua tahun lalu. Itu adalah pendapatan dari DPR RI, lengkap ada rinciannya,” tegas Sudewo.

Sudewo juga membantah pernyataan KPK yang menyebut dirinya telah mengembalikan uang dugaan hasil korupsi. “Enggak ada pengembalian uang,” katanya.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik tengah mendalami keterangan Sudewo terkait proyek pembangunan jalur kereta api, khususnya di wilayah Solo Balapan, Jawa Tengah.

“Termasuk juga didalami soal pengetahuan saksi mengenai aliran-aliran uang dalam perkara ini,” ungkap Budi.

Warga Pati Desak Sudewo Mundur

Isu hukum yang menyeret Sudewo juga memicu reaksi keras dari warga Pati. Ratusan warga berkumpul di Alun-Alun Pati pada Senin (25/8), menuntut agar KPK segera menetapkan Sudewo sebagai tersangka.

Warga bahkan menggalang gerakan bersama untuk menyurati KPK secara massal. Tercatat, KPK menerima 350 surat dari masyarakat Pati yang dikirimkan pada 25 Agustus 2025.

“Dalam penanganan perkara ini, kami menerima banyak dukungan dari masyarakat. Hari ini kami terima kurang lebih 350 surat dari warga Pati,” ujar Budi Prasetyo.

Menurutnya, semua surat tersebut akan dianalisis dan dijadikan bahan pengayaan dalam proses penyelidikan.

Sudewo Tolak Mundur

Menanggapi desakan publik tersebut, Sudewo menyatakan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati.

“Saya akan istikamah, akan amanah, membangun Kabupaten Pati sebaik-baiknya,” ujar Sudewo.

Ia juga meminta masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas. “Saya imbau agar masyarakat kompak, solid, dan damai,” tambahnya.

Isu Pembatalan Demo Jilid 2

Salah satu momen yang menjadi sorotan publik adalah pembatalan demo jilid dua oleh Ahmad Husein, yang sebelumnya menjadi inisiator aksi massa. Demo lanjutan itu sedianya digelar pada 25 Agustus 2025.

Namun, setelah bertemu dan melakukan video call dengan Sudewo, Husein membatalkan niatnya untuk menggelar aksi.

Sudewo mengaku tidak memberikan imbalan apa pun kepada Husein. “Enggak kasih apa-apa. Hanya dialog, agar demo berlangsung kondusif,” jelasnya.

Foto kebersamaan antara Sudewo dan Husein pun beredar luas di media sosial, memperkuat spekulasi publik terkait pembatalan aksi tersebut.

Nama Sudewo Muncul dalam Dakwaan Korupsi DJKA

Dalam dokumen dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Semarang, nama Sudewo (tercantum sebagai “Sudewa”) disebut menerima aliran dana suap saat menjabat sebagai anggota DPR Komisi V.

Ia disebut ikut serta dalam kasus suap proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso senilai Rp 143,5 miliar. Total suap yang dibagikan kepada pihak-pihak terkait mencapai Rp 18,39 miliar.

Dakwaan menyebut Sudewo menerima bagian sebesar 0,5 persen dari nilai proyek, atau sekitar Rp 720 juta secara tunai, melalui staf dari pihak kontraktor.

Nama Sudewo muncul dalam dua dakwaan berbeda, yaitu milik Putu Sumarjaya (Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jateng) dan Bernard Hasibuan (PPK BTP Jateng). Putu sendiri sudah divonis 5 tahun penjara, namun jaksa mengajukan banding atas vonis tersebut.

Kasus dugaan suap proyek jalur kereta api ini terus bergulir dan kini menyeret nama Bupati Pati, Sudewo, dalam pusaran hukum. Meski membantah menerima uang korupsi, bukti dan dakwaan yang menyebut namanya tidak bisa diabaikan.

Tekanan dari publik pun semakin besar, terbukti dengan banyaknya surat dukungan masyarakat Pati kepada KPK. Namun hingga kini, Sudewo masih menjabat dan menyatakan dirinya akan tetap bertugas sebagai Bupati.

KPK dipastikan akan terus melakukan pendalaman dan analisis atas keterangan serta bukti-bukti yang muncul dalam perkara ini.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • prada lucky

    Prada Lucky Namo Meninggal Dunia Diduga Dianiaya, Kasus Masih Diselidiki TNI

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Prada Lucky Namo, seorang prajurit TNI yang bertugas di Teritorial Pembangunan (TP) 834 Wakanga Mere Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Kematian yang terjadi pada Rabu, 6 Agustus 2025 ini, diduga akibat penganiayaan oleh rekan-rekannya sesama prajurit TNI. […]

  • jateng

    Pembentukan Koperasi Merah Putih di Jateng Capai 100 Persen, Ini PR-nya

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 146
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Jumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang terdaftar di Provinsi Jawa Tengah mencapai 8.523 unit atau mencapai 100 persen. Di antaranya, sebanyak 3.891 unit beoperasi di 35 kabupaten/kota, sementara 4.632 masih bersiap. “Koperasi adalah dari anggota untuk anggota. Jangan sampai ada dari anggota untuk pengurus. Kewajiban kami di pemerintah untuk mengawasi, agar hal […]

  • safe house

    OTT KPK Bea Cukai, Purbaya Soroti Safe House dan Suap

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kemarahan serius atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Menurutnya, temuan ini menunjukkan adanya dugaan kasus suap besar di lingkungan institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di sektor perpajakan dan kepabeanan. OTT KPK yang […]

  • 3 Ribu ASN di Brebes Diduga Gunakan Aplikasi Ilegal untuk Input Presensi Jarak Jauh

    3 Ribu ASN di Brebes Diduga Gunakan Aplikasi Ilegal untuk Input Presensi Jarak Jauh

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Brebes, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 3 ribu lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di Brebes disebut gunakan aplikasi ilegal untuk menginput kehadiran secara jarak jauh. Praktik ini terungkap setelah server aplikasi resmi dimatikan. Hal ini disampaikan oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Ia menyebutkan, ASN yang menggunakan aplikasi tersebut beragam, mulai dari tenaga kesehatan, guru, hingga pejabat […]

  • Penanganan Rob di Desa Tunggulsari Bakal Difokuskan pada Perbaikan 4 Titik Tanggul Jebol

    Penanganan Rob di Desa Tunggulsari Bakal Difokuskan pada Perbaikan 4 Titik Tanggul Jebol

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Penanganan banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, bakal difokuskan pada perbaikan empat titik tanggul jebol sepanjang 450 meter. Pekerjaan tersebut diperkirakan mulai pada Juli hingga Agustus. Hal ini disampaikan oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat melakukan kunjungan bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Selasa (23/6/2026). Menurutnya, perbaikan tanggul […]

  • deodorant

    5 Deodorant yang Bagus untuk Ketiak Basah dan Bau: Tetap Segar Sepanjang Hari

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Ketiak basah dan bau badan sering kali menjadi masalah yang mengganggu kepercayaan diri, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berada di lingkungan sosial. Oleh karena itu, memilih deodorant yang bagus untuk ketiak basah dan bau adalah langkah penting untuk menjaga tubuh tetap segar, bersih, dan nyaman sepanjang hari. Banyak produk deodorant di pasaran, […]

expand_less