Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sejumlah Lahan Tidur di Jateng Kembali Produktif Lewat Program Revolusi Lahan

Sejumlah Lahan Tidur di Jateng Kembali Produktif Lewat Program Revolusi Lahan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
  • visibility 43

Kabarjatengterkini.com – Sejumlah lahan tidur di Jawa Tengah (Jateng) kembali produktif lewat program Revolusi Lahan (Revola) yang digagas oleh Pemprov Jateng. Lahan yang produktif harapannya kembali menghidupkan harapan ekonomi baru bagi masyarakat.

Program tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif, kemudian digarap secara terus-menerus dengan bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk memproduksi berbagai komoditas pertanian.

“Saya pengen seluruh kabupaten/ kota harus punya Revola, karena saya yakin di seluruh kabupaten/ kota masih banyak lahan kita yang tidur nyenyak. Lahan tidur yang tidak pernah digarap,” terang Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Senin (10/8/2026).

Salah satu lahan yang menjadi target program Revola berada di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Lahan tidur belasan tahun tahun itu kini dihidupan kembali untuk mendukung swasembada pangan.

Program ini juga menggunakan konsep integrated smart farming. Lahan seluas 10 Ha tersebut ditanami komoditas kopi dan buah alpukat, untuk menahan erosi. Selain itu, petani milenial memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan hortikultura dan peternakan lainnya.

“Semua tersambung, campur baur, sehingga ujungnya masyarakat sejahtera, masyarakat tidak menganggur, serta lahannya terpakai,” bebernya.

Tak hanya mendukung program swasembada pangan, Revola merupakan salah satu role model yang akan digunakan untuk pengentasan kemiskinan. Sebab, program itu memungkinkan masyarakat memanfaatkan hasil pertanian dan peternakan untuk sumber penghasilan.

“Revola ini juga memberdayakan masyarakat miskin yang ada di desa kami. Program ini kan baru berjalan sebulan, jadi untuk sementara hasil telur ayam akan dimanfaatkan sendiri, untuk peningkatan gizi. Ke depannya akan meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin,” ujar Kepala Desa Susukan, Hasyim Abdullah. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanaman

    5 Tanaman Buah dalam Pot yang Mudah Berbuah, Cocok untuk Pemula!

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Berkebun kini menjadi hobi yang semakin digemari, terutama bagi mereka yang tinggal di perkotaan. Keterbatasan lahan bukan lagi alasan, karena kini banyak tanaman buah dalam pot yang mudah berbuah dan bisa ditanam di halaman sempit, balkon, atau bahkan teras rumah. Menanam buah dalam pot bukan hanya menyenangkan, tapi juga bermanfaat karena kamu bisa panen […]

  • cengkih

    Cengkih Lombok Utara Tembus Pasar Dubai, NTB Torehkan Sejarah Baru Ekspor Komoditas Lokal

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komoditas cengkih asal Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk pertama kalinya berhasil menembus pasar ekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab. Ekspor perdana ini tidak hanya menandai tonggak sejarah baru bagi NTB, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan komoditas unggulan lokal yang kini mulai dilirik pasar global. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaluddin Malady, […]

  • Pemkot Magelang Dukung ASN dan Masyarakat Punya Rumah Layak Huni dengan Program Ini

    Pemkot Magelang Dukung ASN dan Masyarakat Punya Rumah Layak Huni dengan Program Ini

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 203
    • 0Komentar

      Magelang, Kabarjatengterkini.com – Program “Hunian Nyaman” Pemkot Magelang memungkinkan masyarakat memiliki rumah bersubsidi dengan cicilan ringan. Program ini merupakan turunan dari program nasional 3 Juta Rumah dan provinsi 1 Rumah 1 KK. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebutkan, cicilan rumah subsidi tersebut akan melalui skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ini bertujuan agar […]

  • Tekan Ketergantungan Gas Impor, Pengembangan CNG Dikebut untuk Gantikan LPG

    Tekan Ketergantungan Gas Impor, Pengembangan CNG Dikebut untuk Gantikan LPG

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah RI mulai mulai kebut pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas melon 3 kg. Pergantian dari LPG ke CNG ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor gas. Berdasarkan PP Nomor 64 Tahun 2012, CNG merupakan bahan bakar gas dari gas bumi dengan unsur utama metana (C1). Gas ini […]

  • esdm

    Badan Geologi Kementerian ESDM Paparkan Dua Opsi Penanganan Sinkhole di Situjuah, Limapuluh Kota

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan dua opsi utama dalam penanganan fenomena sinkhole atau amblesan tanah yang terjadi secara tiba-tiba di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi masyarakat serta berdampak terhadap lingkungan sekitar. Ahli geologi […]

  • Gaet Champion Lokal, Pemprov Terus Upayakan Harga Cabai di Pasar Stabil

    Gaet Champion Lokal, Pemprov Terus Upayakan Harga Cabai di Pasar Stabil

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengendalikan harga cabai di pasar. Sampai saat ini, terpantau harga cabai keriting di Jawa Tengah tetap berkisar di angka sekitar Rp50 ribu. Tak hanya itu, harga cabai keriting dan cabai rawit juga disebut memengaruhi deflasi pada Agustus 2025, masing-masing minus 0,01 persen dan minus 0,07 persen. Hal […]

expand_less