TPA Cempo Solo Kembali Terbakar, Gas Metana dan Hawa Panas Jadi Faktor Timbul Titik Api
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4

Foto: ilustrasi (sumber: Magnific)
Kabarjatengterkini.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, kembali terbakar hari ini, Kamis (24/9/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Penanganan dilakukan oleh petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, serta TNI-Polri.
“Tadi api pertama muncul di blok B jam 11.30 siang. Kemudian karena anginnya kenceng banget, merembet ke blok C dan D,” terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Herwin, Kamis, dikutip Detik.
“Hari ini alhamdulillah penanganan sigap dari teman-teman Damkar, BPBD, dibantu TNI-Polri cepat untuk mengendalikan,” lanjut dia.
Ia menyampaikan, titik api diduga karena cuaca panas, sementara angin kencang menjadi salah satu faktor kobaran api capat merambat ke area sekitar. Setelah penanganan, ia memastikan titik kebakaran di blok B telah padam.
“Iya, mungkin faktor cuaca ya. Siang tadi kan panas banget, muncul api, terus anginnya juga besar, sehingga merembet ke blok yang lain,” jelasnya.
“Ini tadi memang dilakukan kegiatan pembasahan di area-area yang panas, tapi api muncul di titik yang lain, sudah padam (blok B),” katanya.
Meski titik api dipastikan padam, sumber api kembali muncul di titik-titik lainnya. Maka dari itu, petugas perlu rutin melakukan pendinginan setiap hari, terutama di titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
“Kita lakukan pendinginan setiap hari di titik-titik yang muncul asap. Tadi juga dilakukan ada muncul asap, dilakukan pendinginan, ternyata malah muncul di blok yang lain gitu apinya,” tuturnya.
Selain cuaca, gas metana dan hawa panas di bawah tumpukan sampah juga disebut jadi faktor penyebab api kembali muncul.
“Bisa jadi ya. Bisa jadi ada pengaruh gas metan juga, kemudian hawa panasnya, kemudian muncul api,” ungkap Herwin. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

