Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dinkes Jateng Sebut Temuan Jenis Bakteri Bisa Jadi Petunjuk Evaluasi SPPG

Dinkes Jateng Sebut Temuan Jenis Bakteri Bisa Jadi Petunjuk Evaluasi SPPG

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Rab, 23 Sep 2026
  • visibility 28

Pati, Kabarjatengterkini.com – Ada empat jenis bakteri yang terkandung dalam sampel menu makan bergizi gratis (MBG) siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Di antaranya adalah Bacillus sp, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi menyebutkan, bakteri tersebut ditemukan di tiga sampel makanan, yakni tempe kering, timun, dan nasi bakar. Makanan tersebut diketahui dikonsumsi oleh para siswa sebelum mengalami gejala keracunan.

“Memang ditemukan ada yang positif bakteri,” kata dia, Rabu (23/9/2026), dikutip Detik.

Bacillus sp dan Bacillus cereus ditemukan di sampel tempe kering, Staphylococcus aureus ditemukan di sampel timun. Sedangkan, sampel nasi bakar mengandung tiga jenis bakteri, yakni E. coli, Bacillus sp, dan Bacillus cereus.

Temuan jenis bakteri tersebut, kata dia, turut memberikan petunjuk terkait kemungkinan permasalahan di dapur MBG atau SPPG. Misalnya, keberadaan E. coli menunjukkan kemungkinan adanya masalah sanitasi, seperti penyediaan air bersih.

“Kalau E. coli dominan berarti (harus ada) perbaikan sanitasi, terutama penyediaan air bersih. Kemudian biasanya airnya harus difilter,” tutur Zulfachmi.

“Ini airnya dari mana sumbernya, jarak antara air dengan kloset yang ada di sana berapa jauh,” lanjut dia.

Sementara, temuan Staphylococcus aureus menunjukkan adanya masalah pada proses penanganan makanan, termasuk terkait kebersihan tangan penjamah makanan.

Ia menegaskan, hasil laboratorium tidak serta merta menunjukkan bahwa jenis bakteri menjadi penyebab keracunan. Untuk mengetahui penyebab pastinya, perlu pencocokan dengan kondisi di lapangan.

“Ini masih bisa mungkin ada deviasinya. Bukan pasti karena bakteri itu, kan bakteri bisa tumbuh tumpang tindih. Mana yang dominan kita nggak paham,” ujarnya.

Selain mengecek jenis bakteri di sampel makanan, pihaknya juga memeriksa sampel muntahan dan feses. Hasilnya, ditemukan bakteri Staphylococcus aureus dan E. coli di sampel feses, serta Bacillus cereus dan Bacillus sp pada sampel muntahan. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan SPPG di Jateng Ditutup Sementara karena Masalah IPAL

    Ratusan SPPG di Jateng Ditutup Sementara karena Masalah IPAL

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Jawa Tengah (Jateng) menghentikan sementara aktivitas operasionalnya. Keputusan penutupan sementara ini buntut SPPG belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar. Diketahui, sebanyak 386 dari 4.635 dapur MBG yang ada di Jawa Tengah masih menghentikan layanan program MBG. Menurut data yang disampaikan […]

  • Program Internet Gratis Pemprov Jateng Diprioritaskan untuk 4 Kategori Desa

    Program Internet Gratis Pemprov Jateng Diprioritaskan untuk 4 Kategori Desa

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Program internet gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada masyarakat desa diprioritaskan untuk empat kategori penerima. Di antaranya, desa blankspot, desa wisata, desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem, dan desa rawan bencana. Pemanfaatannya pun berbeda-beda bagi setiap kategori, misalnya internet gratis bagi desa wisata digunakan untuk optimalisasi promosi destinasi dan produk UMKM setempat agar dikenal […]

  • swiss

    Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum Kolaborasi dengan Putri Duyung Indonesia, Hadirkan Kursus Renang Putri Duyung di Jakarta

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Siapa yang tidak pernah bermimpi menjadi putri duyung saat kecil? Bayangan berenang bebas dengan ekor yang indah, menyelam di lautan lepas, dan menjadi bagian dunia fantasi sering kali menjadi impian banyak anak-anak. Kini, mimpi tersebut bisa diwujudkan secara nyata di Jakarta. Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum mengumumkan kolaborasi unik bersama Putri Duyung Indonesia untuk menghadirkan kursus […]

  • daegu

    Barcelona Menang Telak 5-0 di Kandang Daegu FC, Gavi dan Lewandowski Jadi Bintang Lapangan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Barcelona menunjukkan performa impresif saat bertandang ke Stadion Daegu untuk menghadapi Daegu FC pada Senin (4/8/2025) malam WIB. Dalam laga yang berlangsung di markas Daegu tersebut, Barcelona sukses menguasai pertandingan dengan dominasi penuh dan mengakhiri pertandingan dengan skor telak 5-0. Kemenangan besar Barcelona ini semakin mengukuhkan reputasi mereka sebagai salah satu klub terbaik […]

  • Percepat Respon Aduan, Layanan JNN Bakal Bersinergi dengan Call Center Kabupaten/Kota

    Percepat Respon Aduan, Layanan JNN Bakal Bersinergi dengan Call Center Kabupaten/Kota

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 235
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Layanan Jateng Nglakoni Ngopeni (JNN) bakal bersinergi dengan call center di kabupaten/kota. Sinergi ini dibentuk guna meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam menangani aduan masyarakat. Jateng Nglakoni Ngopeni (JNN) sendiri merupakan aplikasi yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, berupa pelayanan informasi dan pelaporan yang terintegrasi dan telah berbasis aplikasi, baik di iOS […]

  • 2 Ribu ASN Brebes Beli Aplikasi Presensi Ilegal Seharga Rp250 Ribu

    2 Ribu ASN Brebes Beli Aplikasi Presensi Ilegal Seharga Rp250 Ribu

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Brebes, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak lebih dari 2 ribu aparatur sipil negara (ASN) membeli aplikasi presensi ilegal seharga Rp250 ribu. Aplikasi tersebut memungkinkan ASN melakukan manipulasi catatan kehadiran dengan sistem jarak jauh. “Ada aplikasi resmi tapi hanya bisa dipakai dari radius 50 meter. Sementara yang ilegal ini dapat dipakai absen meski orangnya di luar kota sekalipun,” […]

expand_less