Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dinkes Jateng Sebut Temuan Jenis Bakteri Bisa Jadi Petunjuk Evaluasi SPPG

Dinkes Jateng Sebut Temuan Jenis Bakteri Bisa Jadi Petunjuk Evaluasi SPPG

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6

Pati, Kabarjatengterkini.com – Ada empat jenis bakteri yang terkandung dalam sampel menu makan bergizi gratis (MBG) siswa di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Di antaranya adalah Bacillus sp, Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi menyebutkan, bakteri tersebut ditemukan di tiga sampel makanan, yakni tempe kering, timun, dan nasi bakar. Makanan tersebut diketahui dikonsumsi oleh para siswa sebelum mengalami gejala keracunan.

“Memang ditemukan ada yang positif bakteri,” kata dia, Rabu (23/9/2026), dikutip Detik.

Bacillus sp dan Bacillus cereus ditemukan di sampel tempe kering, Staphylococcus aureus ditemukan di sampel timun. Sedangkan, sampel nasi bakar mengandung tiga jenis bakteri, yakni E. coli, Bacillus sp, dan Bacillus cereus.

Temuan jenis bakteri tersebut, kata dia, turut memberikan petunjuk terkait kemungkinan permasalahan di dapur MBG atau SPPG. Misalnya, keberadaan E. coli menunjukkan kemungkinan adanya masalah sanitasi, seperti penyediaan air bersih.

“Kalau E. coli dominan berarti (harus ada) perbaikan sanitasi, terutama penyediaan air bersih. Kemudian biasanya airnya harus difilter,” tutur Zulfachmi.

“Ini airnya dari mana sumbernya, jarak antara air dengan kloset yang ada di sana berapa jauh,” lanjut dia.

Sementara, temuan Staphylococcus aureus menunjukkan adanya masalah pada proses penanganan makanan, termasuk terkait kebersihan tangan penjamah makanan.

Ia menegaskan, hasil laboratorium tidak serta merta menunjukkan bahwa jenis bakteri menjadi penyebab keracunan. Untuk mengetahui penyebab pastinya, perlu pencocokan dengan kondisi di lapangan.

“Ini masih bisa mungkin ada deviasinya. Bukan pasti karena bakteri itu, kan bakteri bisa tumbuh tumpang tindih. Mana yang dominan kita nggak paham,” ujarnya.

Selain mengecek jenis bakteri di sampel makanan, pihaknya juga memeriksa sampel muntahan dan feses. Hasilnya, ditemukan bakteri Staphylococcus aureus dan E. coli di sampel feses, serta Bacillus cereus dan Bacillus sp pada sampel muntahan. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra

    Sekolah Rakyat Pati Siap Beroperasi 10 Juli Mendatang

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Sekolah Rakyat di Kecamatan Tlogowungu disebut siap beroperasi mulai 10 Juli 2026. Pasalnya, seluruh sarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) dinilai telah memadahi. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengaku telah meninjau langsung kondisi Sekolah Rakyat pada Selasa (30/6/2026). Peninjauan difokuskan pada kesiapan ruang belajar, fasilitas penunjang, dan kelayakan lingkungan sekolah. […]

  • Mayat yang Terlilit Lakban di Gondangdia Jakpus Ternyata Staf Kemlu

    Mayat yang Terlilit Lakban di Gondangdia Jakpus Ternyata Staf Kemlu

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Mayat yang ditemukan di Kos wilayah Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) telah diketahui identitasnya. Korban inisial ADP (39) berasal dari Sleman dan diketahui bertugas di Kementerian Luar Negeri (Kemlu). “Saya tidak bisa mengatakan itu diplomat, tapi dari kata saksi yang di TKP itu mengatakan bahwa beliau itu adalah PNS Kementerian Luar Negeri,” kata […]

  • Petani di Klaten Didorong Terapkan Trap Barrier System (TBS) untuk Tekan Hama Tikus

    Petani di Klaten Didorong Terapkan Trap Barrier System (TBS) untuk Tekan Hama Tikus

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Petani di Klaten didorong menerapkan Trap Barrier System (TBS) untuk menekan sebaran hama tikus di sawah. Pasalnya, hama menjadi salah satu penghambat pertumbuhan padi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten Iwan Kurniawan. Menurutnya, pengendalian hama perlu dilakukan untuk mencegah kerugian dan memastikan produk pertanian berkualitas. […]

  • Foto : Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang, Khotib. (Sumber. Kabarjatengterkini.com/ Ilham)

    Layanan Dokumen Kependudukan Sudah Tersedia di Tingkat Desa dan Kelurahan Rembang

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • account_circle Ilham Wiji
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Layanan dokumen kependudukan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah sudah tersedia di tingkat desa dan kelurahan. Layanan itu telah dibuka sejak bulan Februari 2025. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang, Khotib menjelaskan bahwa layanan dokumen kependudukan di tingkat desa dan kelurahan itu mencakup kartu keluarga (KK), […]

  • Penjual Miras Berkedok Warkop hingga Toko Burung di Kebumen Kena Razia

    Penjual Miras Berkedok Warkop hingga Toko Burung di Kebumen Kena Razia

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    kabarajtengterkini.com – Penjual miras berkedok warung kopi (warkop) hingga toko burung di Kebumen Barat kena razia Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP). Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Juniadi Prasetyo mengatakan bahwa modus jualan semacam itu masih sering dijumpai dan digunakan untuk mengelabuhi masyarakat. “Kedoknya banyak ada yang pura-pura toko burung, warung kopi, jamu […]

  • Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadang Hendra Yudha,

    BGN Perketat Aturan, SPPG yang Tidak Patuh Terancam Diputus

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperketat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dinilai tidak patuh pada aturan terancam putus kontrak sebagai mitra program. “Sekarang kita sudah mulai kencang. Ada yayasan mitra yang tidak melaksanakan kewajiban sesuai perjanjian kerja sama. Kalau tetap tidak dilaksanakan, ya kita putus,” tegas Deputi […]

expand_less