Cuaca Ekstrem Arab Saudi Terjang Mekkah, Petir Sambar Menara Abraj Al-Bait
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10

Kabarjatengterkini.com– Cuaca ekstrem menerjang sejumlah wilayah di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang disertai angin kencang dan badai petir melanda Kota Suci Mekkah serta sejumlah kawasan di sekitarnya sejak Rabu hingga Kamis (27/8/2026).
Salah satu fenomena paling mencolok terjadi di pusat Kota Mekkah. Di tengah gelapnya malam dan guyuran hujan dengan intensitas tinggi, kilatan petir berulang kali terlihat menyambar puncak Menara Abraj Al-Bait, gedung pencakar langit setinggi sekitar 601 meter yang berdiri tidak jauh dari Ka’bah.
Detik-detik sambaran petir yang menghantam menara jam ikonik tersebut terekam oleh sejumlah warga dan kemudian beredar luas di media sosial. Cahaya putih kebiruan tampak membelah langit Mekkah ketika badai melintas di atas kawasan Masjidil Haram.
Menara Abraj Al-Bait, yang juga dikenal sebagai Makkah Royal Clock Tower, menjadi salah satu bangunan paling mudah dikenali di Kota Mekkah. Dengan ketinggiannya yang menjulang di tengah kawasan padat bangunan, menara tersebut tampak semakin mencolok ketika kilatan petir menyambar bagian puncaknya.
Fenomena tersebut menggambarkan kuatnya aktivitas atmosfer yang terjadi di wilayah Mekkah saat badai berlangsung. Hujan deras, angin kencang, dan sambaran petir terjadi secara bersamaan sehingga menciptakan suasana mencekam di sekitar kawasan kota.
Cuaca Ekstrem Terjadi di Tengah Suhu Mencapai 47 Derajat Celsius
Badai petir yang menerjang Mekkah terjadi ketika sebagian wilayah Jazirah Arab masih menghadapi suhu udara yang sangat tinggi.
Berdasarkan informasi dari Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, suhu udara pada siang hari di Madinah sempat mencapai 47 derajat Celsius. Sementara itu, suhu maksimum di Mekkah berada di sekitar 43 derajat Celsius.
Kondisi panas tersebut tidak serta-merta hilang ketika malam tiba. Saat hujan deras dan badai petir melanda, suhu udara di kedua kota suci masih berada di kisaran 33 derajat Celsius.
Perbedaan kondisi atmosfer yang ekstrem tersebut dapat mendukung terbentuknya awan konvektif yang berkembang secara cepat. Awan dengan pertumbuhan vertikal yang kuat dapat menghasilkan hujan lebat, hembusan angin kencang, serta aktivitas petir dalam waktu relatif singkat.
Bagi masyarakat dan jemaah yang berada di luar ruangan, perubahan cuaca yang berlangsung secara mendadak menjadi kondisi yang perlu diwaspadai, terutama di kawasan terbuka dan wilayah yang memiliki kontur perbukitan.
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Cuaca
Otoritas meteorologi Arab Saudi memperingatkan bahwa kondisi cuaca tidak bersahabat masih berpotensi berlangsung hingga Kamis malam.
Peringatan tersebut mencakup kemungkinan terjadinya hujan deras dan badai petir di sejumlah wilayah. Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi sejumlah dampak turunan dari cuaca ekstrem.
Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi meningkatkan risiko genangan air, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang tidak mampu menampung limpasan dalam waktu singkat. Di wilayah perbukitan, hujan deras juga dapat meningkatkan risiko longsor.
Tidak hanya itu, otoritas meteorologi turut memperingatkan potensi hujan es serta angin kencang. Hembusan angin yang kuat bahkan dapat mengangkat debu dan pasir sehingga memicu badai debu secara tiba-tiba.
Kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan. Badai debu juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila terjadi dalam skala cukup luas.
Jemaah Diminta Waspada Saat Cuaca Buruk
Otoritas keamanan dan keselamatan Arab Saudi mengimbau masyarakat serta para jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem berlangsung.
Masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika hujan deras dan badai petir terjadi. Jemaah yang berada di Mekkah juga diminta memperhatikan informasi serta instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.
Area yang berpotensi mengalami genangan air sebaiknya dihindari, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Masyarakat juga dianjurkan menjauhi kawasan perbukitan atau lereng batu yang berpotensi mengalami longsor.
Sambaran petir yang terlihat di sekitar Menara Abraj Al-Bait menjadi pengingat bahwa badai petir dapat berkembang dengan cepat, termasuk di kawasan perkotaan yang berada di tengah lingkungan gurun.
Cuaca ekstrem Arab Saudi kali ini menunjukkan kontras kondisi atmosfer yang cukup tajam. Suhu siang hari yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius dapat diikuti badai secara mendadak pada malam hari.
Dengan potensi hujan deras, angin kencang, petir, hujan es, hingga badai debu, masyarakat dan jemaah di Mekkah serta wilayah sekitarnya perlu terus mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi. Kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko keselamatan selama kondisi atmosfer buruk masih berlangsung.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

