Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cuaca Ekstrem Arab Saudi Terjang Mekkah, Petir Sambar Menara Abraj Al-Bait

Cuaca Ekstrem Arab Saudi Terjang Mekkah, Petir Sambar Menara Abraj Al-Bait

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
  • visibility 47

Kabarjatengterkini.com– Cuaca ekstrem menerjang sejumlah wilayah di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang disertai angin kencang dan badai petir melanda Kota Suci Mekkah serta sejumlah kawasan di sekitarnya sejak Rabu hingga Kamis (27/8/2026).

Salah satu fenomena paling mencolok terjadi di pusat Kota Mekkah. Di tengah gelapnya malam dan guyuran hujan dengan intensitas tinggi, kilatan petir berulang kali terlihat menyambar puncak Menara Abraj Al-Bait, gedung pencakar langit setinggi sekitar 601 meter yang berdiri tidak jauh dari Ka’bah.

Detik-detik sambaran petir yang menghantam menara jam ikonik tersebut terekam oleh sejumlah warga dan kemudian beredar luas di media sosial. Cahaya putih kebiruan tampak membelah langit Mekkah ketika badai melintas di atas kawasan Masjidil Haram.

Menara Abraj Al-Bait, yang juga dikenal sebagai Makkah Royal Clock Tower, menjadi salah satu bangunan paling mudah dikenali di Kota Mekkah. Dengan ketinggiannya yang menjulang di tengah kawasan padat bangunan, menara tersebut tampak semakin mencolok ketika kilatan petir menyambar bagian puncaknya.

Fenomena tersebut menggambarkan kuatnya aktivitas atmosfer yang terjadi di wilayah Mekkah saat badai berlangsung. Hujan deras, angin kencang, dan sambaran petir terjadi secara bersamaan sehingga menciptakan suasana mencekam di sekitar kawasan kota.

Cuaca Ekstrem Terjadi di Tengah Suhu Mencapai 47 Derajat Celsius

Badai petir yang menerjang Mekkah terjadi ketika sebagian wilayah Jazirah Arab masih menghadapi suhu udara yang sangat tinggi.

Berdasarkan informasi dari Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, suhu udara pada siang hari di Madinah sempat mencapai 47 derajat Celsius. Sementara itu, suhu maksimum di Mekkah berada di sekitar 43 derajat Celsius.

Kondisi panas tersebut tidak serta-merta hilang ketika malam tiba. Saat hujan deras dan badai petir melanda, suhu udara di kedua kota suci masih berada di kisaran 33 derajat Celsius.

Perbedaan kondisi atmosfer yang ekstrem tersebut dapat mendukung terbentuknya awan konvektif yang berkembang secara cepat. Awan dengan pertumbuhan vertikal yang kuat dapat menghasilkan hujan lebat, hembusan angin kencang, serta aktivitas petir dalam waktu relatif singkat.

Bagi masyarakat dan jemaah yang berada di luar ruangan, perubahan cuaca yang berlangsung secara mendadak menjadi kondisi yang perlu diwaspadai, terutama di kawasan terbuka dan wilayah yang memiliki kontur perbukitan.

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Cuaca

Otoritas meteorologi Arab Saudi memperingatkan bahwa kondisi cuaca tidak bersahabat masih berpotensi berlangsung hingga Kamis malam.

Peringatan tersebut mencakup kemungkinan terjadinya hujan deras dan badai petir di sejumlah wilayah. Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi sejumlah dampak turunan dari cuaca ekstrem.

Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi meningkatkan risiko genangan air, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang tidak mampu menampung limpasan dalam waktu singkat. Di wilayah perbukitan, hujan deras juga dapat meningkatkan risiko longsor.

Tidak hanya itu, otoritas meteorologi turut memperingatkan potensi hujan es serta angin kencang. Hembusan angin yang kuat bahkan dapat mengangkat debu dan pasir sehingga memicu badai debu secara tiba-tiba.

Kondisi tersebut dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan. Badai debu juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila terjadi dalam skala cukup luas.

Jemaah Diminta Waspada Saat Cuaca Buruk

Otoritas keamanan dan keselamatan Arab Saudi mengimbau masyarakat serta para jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem berlangsung.

Masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika hujan deras dan badai petir terjadi. Jemaah yang berada di Mekkah juga diminta memperhatikan informasi serta instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas setempat.

Area yang berpotensi mengalami genangan air sebaiknya dihindari, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Masyarakat juga dianjurkan menjauhi kawasan perbukitan atau lereng batu yang berpotensi mengalami longsor.

Sambaran petir yang terlihat di sekitar Menara Abraj Al-Bait menjadi pengingat bahwa badai petir dapat berkembang dengan cepat, termasuk di kawasan perkotaan yang berada di tengah lingkungan gurun.

Cuaca ekstrem Arab Saudi kali ini menunjukkan kontras kondisi atmosfer yang cukup tajam. Suhu siang hari yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius dapat diikuti badai secara mendadak pada malam hari.

Dengan potensi hujan deras, angin kencang, petir, hujan es, hingga badai debu, masyarakat dan jemaah di Mekkah serta wilayah sekitarnya perlu terus mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi. Kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko keselamatan selama kondisi atmosfer buruk masih berlangsung.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Jateng Diimbau Tetap Waspada Hadapi Puncak Hujan Bulan November-Desember 2025

    Warga Jateng Diimbau Tetap Waspada Hadapi Puncak Hujan Bulan November-Desember 2025

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Masyarakat Jawa Tengah diimbau tetap waspada dalam menghadapi puncak musim hujan pada November hingga Desember 2025. Selama masa tersebut, diperediksi akan turun hujan dengan intensitas yang signifikan. “Ini peralihan musim kemarau ke musim penghujan, jadi harus waspada. Dan puncak hujan di November-Desember, akan terjadi hujan yang signifikan,” Supervisi Operasional Modifikasi Cuaca Posko Jawa […]

  • macan tutul

    Macan Tutul Ditemukan di Bandung, Langsung Dikirim ke Cikananga untuk Rehabilitasi

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Macan tutul yang ditemukan di area Hotel Anugerah, Bandung, kini telah tiba di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan penuh perawatan. Keputusan ini diambil setelah kondisi satwa tersebut dinyatakan membaik usai proses pembiusan yang dilakukan oleh pihak berwenang. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Agus Arianto, […]

  • jateng

    Cegah Diskriminasi Antarsantri, Pesantren di Jateng Diminta Tekankan Inklusivitas

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pesantren yang berdiri di Jawa Tengah diminta menekankan inklusivitas dan ramah anak. Hal ini ditujukan untuk mencegah adanya tindakan perundungan, kekerasan, serta perilaku diskriminasi. “Pesantren ramah anak prinsipnya adalah dipastikan bahwa pesantren itu memprioritaskan kepentingan anak sendiri,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Bunda Forum Anak Nasional (FAN) […]

  • internasional

    Menhub Minta Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan Penerbangan Internasional ke Timur Tengah

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Dudy Purwagandhi, meminta seluruh maskapai penerbangan internasional yang memiliki rute ke atau melewati kawasan Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan sekutunya, Amerika Serikat (AS), yang kian memanas. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (1/3/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko keselamatan penerbangan di wilayah konflik. […]

  • Tekan Ketergantungan Gas Impor, Pengembangan CNG Dikebut untuk Gantikan LPG

    Tekan Ketergantungan Gas Impor, Pengembangan CNG Dikebut untuk Gantikan LPG

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah RI mulai mulai kebut pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas melon 3 kg. Pergantian dari LPG ke CNG ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor gas. Berdasarkan PP Nomor 64 Tahun 2012, CNG merupakan bahan bakar gas dari gas bumi dengan unsur utama metana (C1). Gas ini […]

  • Dintanpan Rembang Usulkan Tambahan Kuota Pupuk ZA ke Pemerintah Pusat

    Pemkab Rembang Usulkan Tambahan Kuota Pupuk ZA ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten Rembang lewat Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) mengusulkan tambahan kuota pupuk ZA kepada pemerintah pusat. Ini sebagai respon keluhan para petani mengenai minimnya ketersediaan pupuk ZA. Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menjelaskan, ada kebijakan baru terkait jenis pupuk yang dapat diusulkan melalui mekanisme resmi. Saat ini ZA menjadi […]

expand_less