Walkot Agustina Ingin Semarang Jadi Kota yang Terbuka bagi Industri Perfilman
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 12

Foto: Agustina Wilujeng saat menghadiri acara nobar "Jangan Buang Ibu" (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kota Semarang menjadi daerah yang terbuka bagi para insan di industri kreatif, termasuk perfilman. Salah satunya, melalui gelaran nonton bareng atau ‘nobar’ film dalam rangka mendukung karya sineas lokal maupun nasional.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ingin memberikan ruang yang nyaman bagi insan perfilman untuk berkarya dan berkolaborasi. Sekaligus, turut menghadirkan hiburan yang menginspirasi bagi masyarakat.
“Semarang tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju secara fisik, tetapi juga sebagai kota yang memberi ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang menginspirasi,” kata Agustina.
Industri kreatif juga menjadi salah satu sektor yang membutuhkan dukungan dari pemerintah. Menurut Agustina, sebuah karya, termasuk film, memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter dan menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami ingin Semarang menjadi rumah yang nyaman bagi para sineas untuk bercerita, berkarya, dan menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat,” tegasnya.
Pembangunan kota dinilai tidak cukup diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi semata. Agustina mengatakan bahwa budaya yang terus hidup melalui karya juga menjadi salah satu daya tarik yang bisa mengangkat suatu daerah di mata nasional maupun dunia.
Sebelumnya, Agustina Wilujeng mengikuti acara nobar film “Jangan Buang Ibu” di Studio XXI Paragon Semarang, pada Rabu (3/6/2026). Hadir pula dalam acara tersebut unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas sosial, hingga para pemeran film. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

