Pembahasan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas dan Pembuatan Dry Port Setelah Lebaran
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 18 Mar 2026
- visibility 51

Foto: Pembahasan Revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas dan Pembuatan Dry Port Setelah Lebaran (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pembahasan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang bakal dilanjutkan setelah Lebaran 2026. Pembahasan tersebut termasuk rencana pembuatan tempat bongkar muat (dry port) di Kabupaten Batang.
Pembuatan dry port dinilai mendukung perkembangan kawasan industri di Jateng yang sedang bertumbuh pesat. Terlebih, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang banyak menyumbang pergerakan kontainer di Indonesia.
“Sejumlah Kawasan industri sudah mulai berkembang, kabupaten/kota juga sudah banyak yang mengajukan kawasan industri. Kalau pelabuhan tidak bisa (menampung), maka kita harus buat dry port,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Saat ini, Jawa Tengah sudah banyak memiliki kawasan industri yang berkembang, sehingga sebagai salah satu peluang adalah dengan membangun tempat bongkar muat untuk mendukung aktivitas logistik di daerah tersebut.
“Pembahasannya mengenai penataan pelabuhan Tanjung Emas Semarang, dan rencana pembuatan dry port,” Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar
“Jawa Tengah ini banyak industrial estate (kawasan industri). Jadi salah satu peluang untuk kita jemput adalah, membuat dry port di sekitar industrial estate,” lanjut dia.
Nantinya, pihaknya akan segera membentuk tim untuk mengakselerasi pembuatan dry port dan pengelolaan pelabuhan. Selain itu, Pelabuhan Tanjung Emas sudah beberapa kali diusulkan untuk revitalisasi, sebab kapasitasnya belum mencukupi untuk pergerakan logistik seluruh kawasan industri.
“Intinya habis lebaran kita akan lari kencang, kita buat satu tim untuk mengembangkan ini (dry port). Pelabuhan nanti juga kita tingkatkan pengelolaannya dengan baik,” ungkapnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

