Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta: 20 Unit Pemadam dan 3 Bronto Skylift Dikerahkan, Angin Kencang Jadi Tantangan
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Sab, 8 Agu 2026
- visibility 12

Kabarjatengterkini.com— Peristiwa kebakaran hebat melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang terletak di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) malam.
Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api yang melahap gedung perkantoran pemerintah tersebut masih dalam tahap investigasi mendalam oleh pihak berwenang.
Berdasarkan laporan resmi dari Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, informasi awal mengenai insiden kebakaran ini diterima pada pukul 21.30 WIB melalui layanan darurat Jakarta Siaga 112.
Respons cepat langsung ditunjukkan oleh petugas di lapangan. Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian pada pukul 21.40 WIB dan langsung bergerak sigap memulai proses penanganan serta isolasi api satu menit berselang.
Pengerahan Kekuatan Penuh: 20 Unit Armadadan 100 Personil
Guna menjinakkan si jago merah yang terus mengamuk, Dinas Gulkarmat DKI Jakarta tidak tanggung-tanggung dalam mengerahkan sumber daya manusia serta peralatan taktis. Tercatat sebanyak 20 unit armada pemadam kebakaran gabungan bersama 100 personel diterjunkan langsung ke titik lokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa kobaran api terpantau masih cukup aktif, khususnya di bagian sisi kiri gedung Bapenda DKI Jakarta. Petugas gabungan terus berjibaku dan berfokus melakukan penyemprotan air secara intensif guna mencegah perambatan api ke lantai maupun area gedung lainnya yang masih aman.
Sementara itu, situasi di sekitar Jalan Abdul Muis sempat dipadati oleh warga setempat serta para pengguna jalan yang merasa penasaran. Banyak dari mereka yang berhenti untuk menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung dari dekat sambil merekam detik-detik upaya pemadaman menggunakan telepon genggam mereka, sehingga aparat kepolisian dan petugas keamanan harus bekerja ekstra untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga jarak aman warga.
Titik Api Merembet dari Lantai 11 hingga Lantai 16
Berdasarkan informasi tambahan yang dihimpun di lokasi kejadian, titik api yang membakar gedung perkantoran pemerintah ini merembet cukup tinggi, yakni mulai dari lantai 11 sampai dengan lantai 16. Besarnya skala kebakaran di gedung bertingkat tinggi ini menuntut strategi khusus dari petugas penyelamat.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, yang hadir langsung di lokasi untuk memimpin penanganan, memberikan keterangan resmi pada Sabtu (8/8/2026) dini hari. Ia menjelaskan bahwa salah satu kendala terbesar dan tantangan utama yang dihadapi oleh para petugas di lapangan adalah kondisi cuaca, terutama kencangnya embusan angin di sekitar lokasi kejadian.
“Karena angin tadi terasa kan begitu ya, agak sedikit-sedikit kencang. Itu yang menjadi pemicu kembali timbulnya kebakaran,” ujar Bayu Meghantara saat memberikan penjelasan kepada awak media di Jakarta.
Angin kencang membuat api yang sempat dijinakkan di beberapa titik mendadak berkobar kembali, menyulitkan proses pendinginan secara menyeluruh pada struktur bangunan vertikal tersebut.
Pengerahan Tiga Unit Bronto Skylift
Untuk menembus titik api yang berada di ketinggian lantai atas gedung Bapenda DKI Jakarta, Dinas Gulkarmat mengerahkan teknologi modern pendukung pemadaman vertikal. Sebanyak tiga unit bronto skylift dikerahkan sekaligus ke lokasi kejadian guna menjangkau titik api yang sulit diakses oleh tangga manual atau selang biasa dari dalam gedung.
Sebagai informasi, bronto skylift merupakan kendaraan khusus pemadam kebakaran berukuran besar yang dilengkapi dengan lengan hidrolik atau tangga teleskopik panjang. Alat berat ini sangat vital fungsinya untuk melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi langsung dari udara ke titik api di lantai-lantai atas gedung pencakar langit.
“Kami kerahkan tiga unit bronto (skylift) untuk membantu untuk proses pemadaman di area ketinggian,” tambah Bayu menegaskan langkah taktis yang diambil jajarannya.
Belum Ada Informasi Resmi Terkait Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang dari kepolisian maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai ada atau tidaknya korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran gedung Bapenda DKI Jakarta ini. Fokus utama tim gabungan saat ini masih dicurahkan sepenuhnya pada upaya pemadaman total, pendinginan area terdampak (cooling down), serta memastikan bahwa api benar-benar telah padam tanpa adanya potensi penyalaan kembali.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mendekati garis batas pengaman yang telah dipasang oleh petugas, serta selalu memantau perkembangan informasi resmi melalui kanal komunikasi terpercaya terkait penanganan insiden kebakaran di kawasan Gambir, Jakarta Pusat ini.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

