Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Banyak Laporan Warga Tentang Tingkat Desil Tidak Sesuai Kondisi Riil

Banyak Laporan Warga Tentang Tingkat Desil Tidak Sesuai Kondisi Riil

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 22

Mitrapost.com – Banyak warga Jawa Tengah (Jateng) mengadu soal pengelompokan data kesejahteraan masyarakat atau desil yang tidak sesuai kondisi riil.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Sosial Jateng, Isriadi Widodo, mengatakan bahwa sudah banyak laporan yang diterima mengenai hal tersebut. Ia mengatakan, permasalahan peringkat desil merupakan hal yang kompleks dan penentuannya ada di tingkat pusat.

“Memang cukup kompleks dan ini memang banyak hal yang membutuhkan proses pengkajian baik dari BPS dengan berbagai kementerian terkait. Jadi ini murni ada di pusat,” terang dia, Rabu (26/8/2026), dikutip Detik.

Ia mengatakan, wewenang pemerintah daerah hanya melakukan komunikasi, baik pada masyarakat maupun ke pusat. Jika memang ditemukan ketidaktepatan, pihaknya tidak bisa langsung untuk mengubah angka desil tersebut.

“Kami yang di daerah paling nanti membantu menjembatani, mengkomunikasikan,” terangnya.

“Barangkali masih banyak yang masih penilaiannya belum tepat itu butuh proses dan butuh kajian di tingkat pusat. Kami tidak bisa terlibat langsung di situ,” lanjut dia.

Isriadi mengatakan, angka desil erat kaitannya dengan pemberian bantuan sosial (bansos). Maka dari itu, penentuan tingkat desil harus sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat, sehingga bantuan dialokasikan tepat sasaran.

“Yang jelas memang butuh keterbukaan masyarakat untuk memberikan data yang sebenar-benarnya. Karena memang anggaran negara terbatas,” ujar Isriadi.

“Kalau pemberian bansos tidak disesuaikan dengan kondisi kebutuhan di masyarakat memang anggaran pemerintah enggak akan cukup gitu. Sehingga, butuh ada prioritas siapa yang berhak untuk diintervensi dan skala prioritas itu diperlukan melalui desil ini,” imbuhnya.

Dinas Sosial sudah sering menerima laporan warga mengenai angka desil tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, memang ada ketidaksesuaian antara kondisi riil dan peringkat desil yang tertera di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Memang kita beberapa kali juga menemukan aduan-aduan yang tidak sesuai, terus kita juga melakukan survei di lapangan dengan potensi sumber daya manusia sosial yang ada di desa maupun di kecamatan bahkan panti-panti,” ujar Isriadi.

“Kami manakala ada laporan-laporan dari masyarakat pasti kami juga akan mengasesmen datang ke lokasi. Ada beberapa yang memang kejadian tidak sesuai dengan kondisi senyatanya,” tambahnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • wamenkeu

    Purbaya Yudhi Sadewa Usulkan Tanpa Pengganti Wamenkeu: “Saya yang Pegang Dua-duanya”

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan resmi mengenai nama pengganti Anggito Abimanyu sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Bahkan, Purbaya berencana mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar posisi Wamenkeu tersebut tidak diisi kembali, dan semua tugas langsung dipegang olehnya. Hal ini diungkapkan Purbaya dalam konferensi pers di […]

  • Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam, Dinas ESDM Jateng: Tersumbat Lumpur

    Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Grobogan, Kabarjatengterkini.com – Terungkap penyebab padamnya Api Abadi Mrapen sejak awal tahun 2026 yang lalu. Kobaran api tersebut bisa mati karena saluran gas di bawahnya tersumbat dengan lumpur. “Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” kata Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi […]

  • 100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    100 Mahasiswa di Sukoharjo Berkesempatan Peroleh Beasiswa Pendidikan Senilai Rp12,5 Juta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Sukoharjo, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 100 mahasiswa asal Sukoharjo berkesempatan memperoleh beasiswa pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) telah menggelontorkan anggaran Rp1,25 miliar untuk program ini. Artinya, masing-masing calon mahasiswa akan mendapatkan bantuan Rp12,5 juta Program ini terbagi menjadi dua kategori, yakni Penerima Penghargaan Baru untuk […]

  • Petani di Klaten Didorong Terapkan Trap Barrier System (TBS) untuk Tekan Hama Tikus

    Petani di Klaten Didorong Terapkan Trap Barrier System (TBS) untuk Tekan Hama Tikus

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Klaten, Kabarjatengterkini.com – Petani di Klaten didorong menerapkan Trap Barrier System (TBS) untuk menekan sebaran hama tikus di sawah. Pasalnya, hama menjadi salah satu penghambat pertumbuhan padi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten Iwan Kurniawan. Menurutnya, pengendalian hama perlu dilakukan untuk mencegah kerugian dan memastikan produk pertanian berkualitas. […]

  • semarang

    Agustina Wilujeng Siap Kolaborasi untuk Sukseskan Program PAUD Emas di Kota Semarang

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pendidikan anak yang berkualitas dan inklusif dibutuhkan sejak usia dini atau sebelum menginjak bangku sekolah. Hal ini bisa diwujudkan dengan penerapan program PAUD Emas di Kota Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan siap berkolaborasi dan memastikan kelancaran program yang diinisiasi Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin tersebut. Komitmen nyata itu dibuktikan dengan […]

  • Konferensi Bunda PAUD Kota Semarang /semarangkota

    Agustina Ungkap Angka Partisipasi PAUD Kota Semarang di Atas Rata-rata

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina mengungkapkan bahwa angka partisipasi PAUD di Kota Semarang berada di atas rata-rata provinsi yaitu 97 persen. Menurutnya, ini merupakan capaian membanggakan dalam layanan pendidikan anak usia dini mengingat rata-rata tingkat provinsi masih sekitar 50 persen. Keberhasilan ini juga menunjukkan jika masyarakat Semarang semakin sadar akan pentingnya pendidikan bagi […]

expand_less