Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemprov Jateng Respons Isu Ratusan Bus Warga Datangi Jakarta, Minta Kepala Daerah Jaga Kondusifitas Wilayah

Pemprov Jateng Respons Isu Ratusan Bus Warga Datangi Jakarta, Minta Kepala Daerah Jaga Kondusifitas Wilayah

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 26 Agu 2026
  • visibility 57
Kabarjatengterkini.com– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memberikan respon tegas menyusul beredarnya informasi di media sosial terkait gelombang massa dari berbagai kabupaten/kota di Jateng yang dikabarkan akan berangkat menuju Jakarta untuk menggelar aksi demonstrasi pada 27 Agustus.
Meskipun belum ada laporan resmi atau konfirmasi pasti mengenai pergerakan tersebut, Pemprov Jateng langsung mengambil langkah proaktif dengan menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memperketat pemantauan di wilayah masing-masing.
Isu mengenai keberangkatan massa ini mendadak viral di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Berdasarkan narasi yang beredar luas, aksi tersebut digawangi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dengan agenda utama mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Tidak tanggung-tanggung, dalam postingan viral tersebut bahkan dirinci perkiraan jumlah armada bus yang diklaim akan mengangkut massa dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Sejumlah daerah disebut-sebut mengerahkan puluhan bus, di antaranya Kabupaten Pati sebanyak 50 bus, Kota Semarang 50 bus, Kudus 20 bus, Kendal 25 bus, Pemalang 26 bus, Pekalongan 25 bus, Blora 25 bus, Banyumas 26 bus, Purworejo 23 bus, hingga Boyolali sebanyak 26 bus, serta beberapa wilayah lainnya.

Pemprov Jateng Belum Terima Laporan Resmi

Menanggapi kabar yang meresahkan sekaligus menarik perhatian publik ini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, angkat bicara. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan bahwa pihak Pemprov Jateng belum mengetahui secara pasti kebenaran di balik informasi yang beredar di dunia maya tersebut.
Iwan mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya sama sekali belum menerima laporan resmi maupun bentuk koordinasi apapun dari kelompok masyarakat yang bersangkutan. Berdasarkan pemantauan instansi terkait di lapangan, termasuk laporan dari tim Intelijen di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jateng, pergerakan masif warga menggunakan ratusan bus seperti yang dinarasikan di media sosial juga belum terpantau.
“Saya belum mendengar karena mohon maaf ya tidak melalui izin dari kami. Kalau kami diizini, mungkin kami bisa monitor. Jadi kami tidak tahu sama sekali seperti itu,” ujar Iwanuddin Iskandar, Selasa (25/8/2026).
Kendati demikian, Iwan mengakui bahwa dirinya sempat memantau adanya pergerakan dan seruan dari AMPB Pati tersebut, namun sebatas lewat lini masa media sosial. Terkait substansi tuntutan warga, ia menegaskan bahwa pada prinsipnya hak menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari kebebasan yang dijamin oleh undang-undang.

Instruksi Khusus dan Surat Edaran ke 35 Kabupaten/Kota

Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi dini, Pemprov Jawa Tengah tidak tinggal diam. Iwan menyebutkan pihaknya telah menerbitkan dan mengirimkan Surat Edaran (SE) resmi yang ditujukan kepada Badan Kesbangpol di 35 kabupaten/kota di seluruh wilayah Jawa Tengah. Surat edaran tersebut berisi instruksi agar pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota segera meningkatkan kewaspadaan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Pemerintah daerah diminta untuk lebih peka terhadap setiap aduan maupun aspirasi yang datang dari masyarakat. Setiap persoalan yang muncul di akar rumput harus direspon dan ditangani dengan baik agar tidak berespons eskalatif atau meluas ke luar daerah. Dengan komunikasi yang terbangun harmonis, berbagai persoalan diyakini dapat diselesaikan secara bijak tanpa harus memicu gejolak besar.
“Tolong kepala daerah dieman-eman wargane (dijaga warganya) kalau ada urusan apa dieman, kalau memang kewenangan provinsi, kami atasi, kewenangan pusat dikomunikasikan, kewenangan kabupaten kota ya selesaikan,” pesan Iwanuddin.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Pemprov Jateng pada dasarnya tidak pernah melarang warga masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam menyampaikan aspirasi atau mengikuti aksi demonstrasi di manapun, asalkan kegiatan tersebut dilaksanakan secara damai, tertib, dan senantiasa mematuhi regulasi hukum yang berlaku.

Menjaga Iklim Investasi dan Persiapan MTQ Nasional

Pemprov Jateng juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas keamanan daerah di tengah berbagai agenda penting yang sedang dihadapi oleh provinsi ini. Saat ini, Kota Semarang dan sekitarnya tengah sibuk mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 11 hingga 21 September mendatang.
Stabilitas keamanan, ketertiban sosial, serta kondusifitas wilayah menjadi variabel kunci yang sangat krusial bukan hanya untuk menyukseskan agenda nasional tersebut, melainkan juga demi menjaga iklim investasi yang sehat di Jawa Tengah. Melalui langkah mitigasi cepat ini, Pemprov Jateng berharap seluruh elemen masyarakat dapat bijak menyikapi informasi yang beredar serta mengutamakan jalur dialog yang konstruktif dalam menyampaikan setiap aspirasi.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai langkah cepat Pemprov Jateng dalam menyikapi isu aksi demonstrasi ini?
  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • mbg

    103 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Gembong Diduga Keracunan MBG

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bertambah. Setelah sebelumnya terjadi di MTs Negeri 3 Pati, kini sebanyak 103 siswa dan 13 guru SMP Negeri 1 Gembong dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan setelah menyantap menu MBG. Para siswa dan guru tersebut mengalami sejumlah keluhan, terutama mules, mual, […]

  • topeng

    Pakai Topeng Messi, Dua Maling Diduga WNA Gondol Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sebuah aksi kriminalitas tak lazim yang menyerupai adegan film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan. Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang unik sekaligus mencengangkan: menggunakan topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi. Aksi nekat ini akhirnya terungkap setelah […]

  • Produk Fashion Desainer Lokal Diharapkan Tembus Pasar Global

    Produk Fashion Desainer Lokal Diharapkan Tembus Pasar Global

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Produk busana dari desainer lokal diharapkan naik kelas hingga tembus pasar global. Dalam upaya tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng turut mendorong adanya pendampingan kepada para pelaku bisnis dan pengrajin. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, pendampingan tersebut bisa dengan memfasilitasi pameran produk dan gelaran berbagai […]

  • tarif cukai

    Purbaya Yudhi Sadewa Kejut Tarif Cukai Rokok 57%, Soroti Dampak Industri dan Tenaga Kerja

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keprihatinannya terkait tingginya tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang saat ini sudah menembus rata-rata 57 persen. Pernyataan ini diungkapkan Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025). “Saya tanya kan, cukai rokok gimana? Sekarang berapa rata-rata? 57 persen, wah tinggi amat, Firaun lu,” ungkap Purbaya dengan nada […]

  • 400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    400 Produk UMKM di Jateng Dinyatakan Bebas Zat Berbahaya

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 400 lebih usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Jawa Tengah (Jateng) telah dinyatakan bebas zat berbahaya, seperti formalin dan boraks, oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). Kepala BBPOM di Semarang, Lintang Purba Jaya mengatakan, ratusan produk tersebut telah diberikan Stiker Bebas Zat Berbahaya sebagai bentuk jaminan. Tak hanya itu, pihaknya […]

  • 1.257 Petak Lahan di Jateng Siap Dibangun Gudang Koperasi Merah Putih

    1.257 Petak Lahan di Jateng Siap Dibangun Gudang Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 1.257 petak lahan di Jawa Tengah disiapkan untuk pembangunan gudang dalam rangka mendukung kelancaran program Koperasi Merah Putih. Seribu lebih petak lahan tersebut termasuk dalam 16 ribu lahan yang secara nasional siap dilakukan pembangunan fisik. Sementara itu, masih ada 16 ribu lebih lahan lainnya di seluruh Indonesia yang akan dibangun oleh pemerintah […]

expand_less