Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terungkap Peran Rektor Unsoed dalam Kasus Gratifikasi dan Pemerasan Calon Mahasiswa Baru

Terungkap Peran Rektor Unsoed dalam Kasus Gratifikasi dan Pemerasan Calon Mahasiswa Baru

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 22 Agu 2026
  • visibility 24

Kabarjatengterkini.com – Terungkap peran Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, dalam kasus gratifikasi dan pemerasan proses penerimaan mahasiswa baru. Tindakan tersebut diduga dilancarakan bersama sejumlah bawahannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyebutkan, Sodiq disebut memberikan akses akun kepada Kepala Bagian (Kabag) Akademik Unsoed Eko Sumanto untuk meloloskan calon mahasiswa baru.

Sodiq juga mengetahui Eko melakukan komunikasi dengan sejumlah pengepul ‘mahar’ yang bernegosiasi dengan calon mahasiswa baru. Menurut penyelidikan, lewat proses tawar menawar tersebut, Eko mengumpulkan Rp1,12 miliar dari salah satu pengepul.

“Dalam komunikasi tersebut diketahui, Eko atas sepengetahuan Akhmad Sodiq melakukan ‘tawar menawar mahar’ dengan pihak pengepul dalam proses penerimaan mahasiswa baru jalur Mandiri,” kata Taufik, Jumat (21/8/2026) malam, dikutip CNN Indonesia.

“Setelah sepakat mengenai ‘mahar’ tersebut, Eko kemudian menerima uang dari salah satu pihak pengepul para calon mahasiswa baru dengan total mencapai Rp 1,12 miliar (2025-2026),” ia melanjutkan.

Setelahnya, Sodiq mendapatkan laporan penerimaan uang dari Eko, dan keduanya menyepakati untuk memberikan approval terhadap calon mahasiswa yang menyetor uang.

“Atas penerimaan tersebut, Eko melaporkannya kepada Akhmad Sodiq. Bahwa kemudian Akhmad Sodiq memberikan akses user id-nya kepada Eko untuk proses otorisasi ‘klik’ atau memberikan approval pada calon mahasiswa baru yang telah memberikan uang,” ungkap Taufik.

KPK turut menjelaskan klaster terkait dugaan tindak pidana gratifikasi dan pemerasan dalam proses seleksi. Pertama, pemerasan kepada orang tua calon mahasiswa yang ingin masuk Fakultas Kedokteran dengan menyetorkan uang Rp650 juta.

Selanjutnya, klaster kedua berupa penerimaan gratifikasi seleksi mahasiswa baru senilai Rp 680 juta, serta klaster ketiga terkait pengumpulan uang dari calon mahasiswa baru oleh pengepul atas sepengetahuan Akhmad Sodiq.

Selain Sodiq, sejumlah pihak turut diterapkan sebagai tersangka kasus ini, di antaranya Norman Arie Prayoga selaku Wakil Rektor III Unsoed; Eko Sumanto selaku Kepala Bagian Akademik Unsoed; dan pihak swasta Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Loker Tersedia di Jobfair HUT Jateng, Ada untuk Penyandang Disabilitas

    Ribuan Loker Tersedia di Jobfair HUT Jateng, Ada untuk Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 4.817 lowongan kerja (loker) dalam bursa kerja (job fair) yang digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah. Ribuan lowongan tersebut juga tersedia bagi penyandang disabilitas. Job fair itu dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah pada 20-21 Agustus 2026. Pendaftaran bisa dilakukan dengan tatap […]

  • semarang

    Pemkot Semarang Gelar Porwakos Guna Perkuat Solidaritas Antar Warga

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 271
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ungkap ajang Pekan Olahraga Warga Kota Semarang (Porwakos) merupakan event tahunan yang digelar untuk mempererat solidaritas antar warga, serta menumbuhkan semangat sportivitas. Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyebutkan bahwa gelaran Porwakos tahun ini cukup istimewa karena digelar di bulan yang sama dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI […]

  • Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi

    Ahmad Luthfi Dorong Penambahan Kawasan Industri di Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah lain. Pihaknya minta Pemerintah Kabupaten/kota lain di Jawa Tengah mulai membuat kajian untuk mengembangkan potensi KEK di daerahnya masing-masing. Sebelumnya, Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dinilai mampu berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Hal ini nantinya bisa […]

  • 18 agustus

    18 Agustus 2025 Ditetapkan sebagai Cuti Bersama, Bukan Libur Nasional

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan tanggal 18 Agustus 2025 sebagai cuti bersama, bukan libur nasional. Keputusan ini diumumkan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro usai rapat koordinasi yang membahas penyesuaian hari libur dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa pemerintah berencana menetapkan 18 Agustus 2025 sebagai […]

  • Penjual Miras Berkedok Warkop hingga Toko Burung di Kebumen Kena Razia

    Penjual Miras Berkedok Warkop hingga Toko Burung di Kebumen Kena Razia

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    kabarajtengterkini.com – Penjual miras berkedok warung kopi (warkop) hingga toko burung di Kebumen Barat kena razia Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP). Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah Juniadi Prasetyo mengatakan bahwa modus jualan semacam itu masih sering dijumpai dan digunakan untuk mengelabuhi masyarakat. “Kedoknya banyak ada yang pura-pura toko burung, warung kopi, jamu […]

  • Kepala Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto

    Pemprov Klaim Telah Tangani Kebocoran Data Penerima Bansos di Jateng

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Heboh dugaan kebocoran data penerima bantuan sosial (bansos) di aplikasi Data Terpadu Jawa Tengah (DT Jateng). Terkait hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah melakukan penanganan melalui serangkaian prosedur. Penanganan dilakukan setelah pemerintah menerima peringatan BSSN tentang adanya indikasi akses data secara tidak sah. “Peristiwanya diduga sebenarnya sudah terjadi sekitar satu […]

expand_less