Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Truk Sedot WC Kerap Buang Tinja ke Sungai Babon Hingga Sebabkan Pencemaran

Truk Sedot WC Kerap Buang Tinja ke Sungai Babon Hingga Sebabkan Pencemaran

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 20 Agu 2026
  • visibility 63

Demak, Kabarjatengterkini.com – Terungkap ada truk sedot WC yang membuang limbah berupa kotoran manusia ke Sungai Babon, Demak. Hal ini menjadi salah satu faktor penyebab sungai tersebut tercemar.

Sungai Babon diketahui berlokasi di perbatasan antara dua daerah, yakni Semarang dan Demak.

“Memang ada oknum atau masyarakat yang dia punya usaha penyedotan WC itu dibuang ke tanah sempadan Sungai Babon,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak, Mulyanto, Rabu (19/8/2026), dikutip Detik.

“Tetapi ya bagaimanapun kalau misalnya ada hujan itu kan tetap mengalir ke situ (sungainya), sehingga itu menyebabkan pencemaran,” lanjut dia.

Sungai Babon diketahui berlokasi di antara dua daerah, yakni Semarang dan Demak. Menurutnya, oknum yang membuang limbah tinja ke sungai tersebut tidak hanya berasal dari Demak, namun juga truk sedot WC dari Semarang juga.

“Kali Babon itu mengalir memang melintasi dua wilayah. Jadi itu sebagian Kota Semarang, sebagian lagi adalah Kabupaten Demak,” ujar Mulyanto.

“Itu juga sebenarnya beroperasionalnya itu juga kanan kiri oke gitu. Artinya juga nyedot di wilayah Demak juga, nyedot mungkin sebagian di wilayah Semarang juga,” imbuhnya.

Ia mengatakan, limbah kotoran manusia harus dibuang ke instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) yang telah disediakan. Namun, pengelolaannya memang dikenai tarif, sehingga disebut jadi alasan penyedia layanan sedot WC enggan membuang limbah di sana.

“Secara aturan kan sebenarnya dia harus buang ke IPLT yang disediakan pemerintah kan. Terdekat dari Mranggen itu ada di dekat Tambaklorok, di Demak sendiri ada di Berahan Kulon,” terang Mulyanto.

“Cuma memang itu kan berbayar, ada retribusinya, sehingga untuk menekan biaya mereka itu dengan sengaja itu membuang ke sungai itu,” tambahnya.

Aksi pembuangan limbah di Sungai Babon ini sudah berlangsung lama. Adapun beberapa langkah dari Pemkab Demak adalah dengan menyiagakan petugas jaga, sosialisasi ke masyarakat, pembuatan plang, hingga surat peringatan kepada pengusaha sedot WC.

“Saat saya di sini pertama kali (menjadi kepala dinas), delapan bulan yang lalu itu praktik itu sudah ada dan sudah kita tangani saat itu sempat berhenti. Dengan kita pasang plang, kita piket dijaga itu sudah berhenti,” terang dia.

“Kita sudah melakukan banyak upaya, termasuk kita pendekatan dengan yang bersangkutan. Kemudian kita bersurat, kita menghentikan lewat surat itu, saya teken itu surat penghentian itu dan peringatan,” jelas Mulyanto lagi.

Namun, praktik tersebut tidak serta merta dihentikan karena berapa bulan setelahnya tetap terulang kembali. Pihaknya juga membuka kemungkinan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dengan berkoordinasi dengan pihak berwenang.

“Nanti kita koordinasikan dulu dengan Satpol PP. Karena kalau sudah ke tindakan hukum tipiring itu kan ada posedur, juga ada lembaga yang istilahnya berwenang untuk menindak pelanggaran perda itu,” tegas Mulyanto. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • tentara

    WNI Jadi Tentara Asing Kehilangan Kewarganegaraan Secara Otomatis, Tegas Menkumham Supratman

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa setiap Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbukti menjadi tentara di negara asing akan kehilangan kewarganegaraan secara otomatis. Pernyataan ini disampaikan menyusul kasus Satriya Arta Kumbara, seorang eks marinir Indonesia yang diduga menjadi tentara bayaran di luar negeri. “Saya tegaskan, jika seorang […]

  • Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    Lahan Kritis di Jateng Berkurang Hingga 75 Ribu Hektare

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Luas lahan kritis di Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir berkurang hingga 75 ribu hektare. Lahan kritis di Jawa Tengah sejumlah 392 ribu hektare hingga tahun 2024, kemudian mengalami penurunan menjadi total 317.629 hektare per akhir 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai saat ini masih melakukan upaya pemulihan lahan kritis melalui program perhutanan […]

  • ikan kembung

    Resep Ikan Kembung Sambal Matah

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ikan kembung sambal matah merupakan perpaduan kuliner yang menggugah selera, menggabungkan kesegaran ikan laut yang gurih dengan sambal matah Bali yang pedas, segar, dan aromatik. Hidangan ini semakin populer di kalangan pecinta kuliner Nusantara karena rasa khasnya yang unik dan cara penyajian yang simpel namun penuh citarasa. Artikel ini akan mengulas resep ikan kembung […]

  • Kades di Banyumas Diduga Selewengkan APBDes, Negara Rugi Lebih dari Rp700 Juta

    Kades di Banyumas Diduga Selewengkan APBDes, Negara Rugi Lebih dari Rp700 Juta

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kepala desa di Kabupaten Banyumas inisial K alias Sower (55) diduga menyelewengkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sejak tahun 2019 hingga 2023. Ia diduga berkongkalikong dengan seorang mantan perangkat desa. Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi menyebutkan, polisi telah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah Sower selaku Kepala Desa Klapagading Kulon dan PM (63) […]

  • prabowo

    Prabowo Pastikan Pemerintah Mampu Bayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB)

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com — Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki kemampuan fiskal yang cukup untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang dibiayai oleh China. Ia memastikan bahwa dana yang diperlukan untuk membayar utang tersebut sudah tersedia dan tidak perlu ada kekhawatiran terkait pembiayaan proyek besar ini. Dalam pernyataannya […]

  • ponpes

    Ambruknya Ponpes Al-Khoziny: 108 Korban Dievakuasi, 59 Masih Hilang

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, TNI, dan sejumlah instansi terkait terus melanjutkan pencarian dan evakuasi korban dari runtuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Jumat (3/10) pagi, jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 108 orang. Dari jumlah tersebut, 103 orang dinyatakan selamat, sementara 5 korban meninggal […]

expand_less