Pantau Tingkat Inflasi, Pemkot Semarang Minta Pedagang Jaga Kewajaran Harga
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 17 Mar 2026
- visibility 39

Foto: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus memantau tingkat inflasi di wilayahnya selama Ramadan, khususnya jelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Sebelumnya, tingkat inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65 persen (year on year). Dalam forum High Level Meeting (HLM), pihaknya aktif membahas langkah-langkah pengendalian inflasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengimbau para pedagang tetap menjaga kewajaran harga bahan pokok, terutama menjelang momen Lebaran 2026 ini. Pasalnya, kenaikan harga yang tak terkendali bisa memicu inflasi berkepanjangan.
“Jualan ya boleh saja jualan. Tapi kita harus memahami bahwa kalau kenaikan harga terlalu tinggi itu akan menimbulkan inflasi,” kata Agustina beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, inflasi yang berkepanjangan dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian. Kenaikan harga menyebabkan ekonomi lesu, sehingga daya beli masyarakat turun. Jika demikian, penjual yang mengalami kesulitan.
“Kalau inflasi dalam kurun waktu yang sangat panjang itu juga akan membuat ekonomi rontok. Kalau ekonomi rontok enggak ada orang punya uang, yang jualan juga enggak laku,” tegasnya.
Ada sejumlah kebijakan yang dilakukan guna menekan inflasi, termasuk operasi pasar untuk memastikan harga di pasar tetap stabil.
Sebelumnya, ada pula usulan penggratisan layanan transportasi BRT dan air bersih Perumda Air Minum (PDAM). Namun, pemkot mengaku akan memperhitungkannya jika tingkat inflasi sudah menjangkau angka tertentu.
“Saya kira seperti tahun yang lalu, signifikan untuk menekan inflasi. Jika inflasi sudah mencapai angka tertentu memang akan dilakukan. Tapi ini sekarang kan masih kita pantau,” katanya.
Selain menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, pihaknya berkomitmen untuk memastikan pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir juga berjalan optimal. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

