5.000 Desa Ditargetkan Jadi Desa Ekspor Guna Dukung Pemerataan Ekonomi
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- visibility 43

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 5.000 desa di seluruh Indonesia ditargetkan menjadi Desa Ekspor untuk mendorong pemerataan ekonomi nasional. Adapun komoditas-komoditas yang diekspor perdana meliputi kopi, kemiri, ikan, hingga kentang.
“Kita punya program Desa Ekspor. Target kita insyaallah ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah banyak melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, sampai kentang,” kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, Kamis (15/1/2026), dikutip Detik.
Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai subjek utama pembangunan nasional. Petani dan pelaku bisnis di desa akan digerakkan untuk melakukan ekspor produk unggulan. Hal ini bertujuan untuk penguatan ekonomi masyarakat desa, sekaligus pemberantasan kemiskinan.
Indonesia sendiri memiliki 70 ribu lebih desa dengan berbagai macam potensi hasil alam, kerajinan, dan sebagainya. Maka dari itu, pihaknya menginginkan agar potensi ini tidak digarap oleh satu lembaga saja, melainkan dengan kolaborasi bersama.
“Pesan Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan Superman, tapi kita adalah Super Team. Modal kita adalah kolaborasi, kebersamaan, kekompakan, dan keguyuban untuk memajukan Republik Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, ada 12 Aksi Bangun Desa yang disiapkan Kementerian Desa untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Program tersebut mencakup penguatan BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, desa tematik berbasis komoditas seperti desa lele, desa padi, hingga desa jagung, serta pengembangan desa wisata. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

