Monitoring Jadi Aspek Penting Jalannya Program MBG
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 8 Nov 2025
- visibility 71

Foto: Gubernur Ahmad Luthfi dan Wapres RI Gibran Rakabuming (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Salah satu aspek penting dalam kelancaran berlangsungnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah pengawasan. Dengan pengecekan atau monitoring ketat dan berkala, diharapkan risiko kesehatan akibat MBG menjadi nihil.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menemani kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabumin Raka di SMP Negeri 9 Salatiga, Jumat (7/11/2025). Ia menegaskan pengawan bahan pangan penting dilakuakan agar keamanan makanan tetap terjamin.
Tak hanya itu, aspek penting lainnya yang harus diperhatikan adalah program tepat sasaran, kualitas bahan pangan, ketepatan waktu, hingga kepuasan anak-anak terhadap menu-menu yang disajikan setiap harinya.
“Bapak Wakil Presiden melakukan pengecekan untuk memastikan program MBG di wilayah sudah tepat sasaran, baik dari segi gizi, ketepatan waktu, kemudahan menu, maupun kepuasan anak-anak yang menerima manfaatnya,” ujarnya.
Berdasarkan data per 5 November 2025, pelaksanaan program MBG di Jawa Tengah, telah menjangkau 6.308.163 penerima manfaat, atau sekitar 65,44 persen dari total potensi 9,6 juta penerima.
Jawa Tengah juga telah merencanakan pembangunan 3.228 titik Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG). Sebanyak 2.267 titik telah terealisasi atau setara 70,22 persen hingga awal November. Dari aspek keamanan pangan, 323 titik SPPG di Jawa Tengah telah memperoleh SLHS.
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah menetapkan kebijakan bahwa seluruh pelaksana MBG harus memiliki kualifikasi SLHK. Sertifikasi ini memastikan petugas MBG, termasuk petugas gizi, mendapat pelatihan sesuai standar dinas kesehatan masing-masing kabupaten/kota,” jelasnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

