Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Kasus Akrometastasis Langka: Pria 55 Tahun Alami Pembengkakan Jari Akibat Kanker Paru-Paru Stadium Lanjut

Kasus Akrometastasis Langka: Pria 55 Tahun Alami Pembengkakan Jari Akibat Kanker Paru-Paru Stadium Lanjut

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
  • visibility 278

Kabarjatengterkini.com– Seorang pria berusia 55 tahun mengalami pembengkakan menyakitkan pada jari tengah tangan kanan dan jempol kaki kanannya selama enam minggu terakhir. Bentuk kedua jari yang membengkak berubah menjadi bulat dan menebal, menimbulkan kekhawatiran yang akhirnya menguak diagnosis kanker langka yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya. Kasus ini menarik perhatian dunia medis karena menunjukkan gejala akrometastasis, penyebaran kanker ke bagian tubuh yang jarang terjadi seperti jari tangan dan kaki.

Awal Mula Gejala dan Diagnosis Kanker Paru-Paru

Sebelum mengalami pembengkakan pada jari, pria ini sudah didiagnosis menderita kanker paru-paru jenis squamous-cell carcinoma stadium lanjut yang telah bermetastasis. Kanker ini berasal dari sel-sel datar yang melapisi saluran udara paru-paru, sebuah jenis kanker yang agresif dan memiliki kecenderungan menyebar ke organ lain.

Pada kasus ini, setelah pembengkakan di jari tangan dan jempol kaki muncul, pria tersebut segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Pemeriksaan fisik menunjukkan ujung jari dan jempol kaki yang membengkak, berwarna kemerahan, terasa keras, dan nyeri saat disentuh. Tidak hanya itu, di jempol kakinya bahkan mulai terbentuk luka terbuka di dekat kuku.

Temuan Medis dan Kondisi Lisis Tulang

Pemindaian medis pada tangan dan kaki pria tersebut mengungkapkan adanya lisis tulang—bagian tulang yang hancur dan hilang, menggantikan tulang asli di ujung jari tengah dan jempol kaki. Lisis tulang ini biasanya merupakan tanda dari proses penyakit serius, termasuk kanker metastatik.

Menurut laporan yang dipublikasikan pada 16 Juli 2025 dalam The New England Journal of Medicine, kondisi ini dikenal sebagai akrometastasis, sebuah fenomena penyebaran kanker yang sangat langka ke bagian tubuh di bawah siku dan lutut. Kejadian akrometastasis hanya ditemukan pada sekitar 0,1 persen dari seluruh kasus kanker tulang.

Akrometastasis: Gejala Langka dan Tantangan Diagnosis

Akrometastasis sering disalahartikan sebagai penyakit lain yang memiliki gejala serupa, seperti asam urat atau osteomielitis (infeksi tulang), karena sama-sama menimbulkan bengkak, kemerahan, dan rasa nyeri. Namun, pemindaian radiografi memegang peranan penting untuk membedakan kondisi ini secara akurat.

Kasus pria ini semakin menegaskan bahwa akrometastasis paling sering muncul pada pasien yang sudah diketahui memiliki kanker sebelumnya. Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya kanker yang belum terdiagnosis. Jenis kanker yang paling sering menyebabkan akrometastasis berasal dari paru-paru, saluran pencernaan, dan sistem urogenital.

Data dari studi ulasan ilmiah pada tahun 2021 juga menunjukkan bahwa akrometastasis lebih sering menyerang laki-laki dibanding perempuan, dan tulang jari serta jempol adalah bagian yang paling banyak terdampak dibanding bagian tangan atau kaki lainnya.

Mengapa Kanker Jarang Menyebar ke Jari dan Jempol?

Biasanya, kanker lebih cenderung menyebar ke tulang yang kaya akan sumsum tulang dan memiliki aliran darah yang besar, seperti tulang panjang di lengan dan kaki, tulang rusuk, tulang belakang, dada, dan panggul. Sedangkan tulang jari dan jempol memiliki sumsum tulang yang lebih sedikit dan aliran darah yang lebih kecil, sehingga penyebaran kanker ke daerah ini sangat jarang terjadi.

Faktor inilah yang menjadikan akrometastasis sebagai kondisi yang langka sekaligus menantang dalam diagnosis dan penanganan.

Prognosis dan Penanganan Akrometastasis

Sayangnya, akrometastasis biasanya muncul pada tahap akhir kanker, sehingga prognosisnya sangat buruk. Rata-rata harapan hidup pasien setelah diagnosis akrometastasis hanya kurang dari enam bulan.

Fokus utama pengobatan biasanya bukan untuk menyembuhkan kanker, melainkan untuk meredakan nyeri dan menjaga fungsi anggota tubuh agar pasien tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

Pada kasus pria 55 tahun tersebut, dokter memberikan terapi radiasi paliatif yang bertujuan mengurangi gejala nyeri dan pembengkakan, bukan menyembuhkan kanker yang telah menyebar luas.

Akhir Tragis Pasien: Hiperkalsemia Refrakter

Tragisnya, tiga minggu setelah diagnosis akrometastasis, pria ini meninggal dunia akibat hiperkalsemia refrakter. Kondisi ini merupakan keadaan di mana kadar kalsium dalam darah sangat tinggi dan tidak merespons pengobatan standar, sehingga dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.

Kasus ini mengingatkan dunia medis akan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala-gejala langka yang dapat menjadi tanda metastasis kanker, termasuk pada bagian tubuh yang tidak umum seperti jari tangan dan kaki. Akrometastasis meskipun jarang, merupakan indikator bahwa kanker telah menyebar luas dan prognosisnya sangat buruk.

Penting bagi pasien kanker untuk rutin melakukan pemeriksaan menyeluruh dan bagi tenaga medis untuk mempertimbangkan kemungkinan ini ketika menghadapi pembengkakan dan nyeri yang tidak biasa pada anggota tubuh bagian ekstremitas bawah dan atas.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resep Hidangan Lebaran Ketupat Sayur Betawi dan Lontong Sayur

    Resep Hidangan Lebaran Ketupat Sayur Betawi dan Lontong Sayur

    • calendar_month Rab, 26 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com –  Hidangan favorit masyarakat Indonesia saat Lebaran antara lain ketupat sayur dan lontong sayur. Pasalnya, baik ketupat sayur maupun lontong sayur menjadi sajian yang paling sering ditemui di meja saat merayakan hari-hari besar, termasuk Hari Raya Idulfitri. Ketupat sayur adalah hidangan khas Indonesia yang terbuat dari ketupat, sayuran, dan kuah kental. Makanan ini bisa disajikan dengan taburan […]

  • Apa Penyebab Hipertensi di Usia Muda?

    Apa Penyebab Hipertensi di Usia Muda?

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Berita duka dari dunia musik Indonesia. Musisi Gusti Irwan Wibowo atau Gustiwiw mengembuskan napas terakhirnya di usia 25 tahun setelah sempat didiagnosis hipertensi atau tekanan darah tinggi. Almarhum ditemukan tak sadarkan diri setelah terjatuh di kamar mandi, kemudian saat diperiksa, denyut nadi Gustiwiw sudah tidak ada. Hipertensi merupakan salah satu kondisi yang bisa menjadi pembunuh dalam […]

  • empuk

    Anti Ribet! Resep Kue Cubit Empuk Tanpa Mixer, Modal Alat Seadanya

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kue cubit adalah salah satu jajanan jadul yang hingga kini masih digemari berbagai kalangan. Teksturnya yang empuk dan lembut, dengan berbagai topping menarik, menjadikan kue cubit cocok sebagai camilan santai di sore hari. Kabar baiknya, kamu bisa membuat kue cubit tanpa mixer di rumah, hasilnya tetap empuk, lembut, dan pastinya lezat! Bagi kamu yang […]

  • Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra

    TP PKK Pati Matangkan Program Kerja Tahun 2026, Fokus Isu-isu Strategis

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pati matangkan program kerja di tahun 2026 lewat Rapat Konsultasi (Rakon) pada Kamis (12/2/2026). Rakon ini dipimpin langsung oleh lt. Ketua TP-PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra. Dwi Risma mengatakan, Rakon merupakan kegiatan strategis yang digelar tahunan untuk menyelaraskan rencana program PKK sepanjang tahun, mulai dari […]

  • Wali Kota Semarang Agustina /semarangkota

    Kurangi Risiko Banjir, Agustina Luncurkan Program Pembangunan 1.000 Titik Sumur Resapan

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Mitrapost.com – Guna mengurangi risko banjir, Wali Kota Semarang Agustina meluncurkan program pembangunan 1.000 titik sumur resapan. Sebagaimana diketahui jika banjir kerap kali melanda wilayah Semarang bawah. Sehingga sumur resapan dibuat untuk menampung air. “Nanti yang daerah bawah, akan dibantu dengan program yang lain, misalnya di tiap-tiap rumah dibuatkan biopori. Sumur resapan memang di area […]

  • dprd

    Aksi Demo di Pati Berakhir Usai DPRD Janji Penuhi Tuntutan Massa

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Pada Jumat sore, 19 September 2025, Gedung DPRD Pati menjadi pusat perhatian setelah sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menggelar demonstrasi besar-besaran. Massa yang berkumpul sekitar pukul 16.00 WIB menuntut berbagai hal, termasuk pengunduran diri Bupati Pati, Sudewo, serta penuntasan proses Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Sudewo. Demonstrasi yang […]

expand_less