Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
  • visibility 38

Kabarjatengterkini.com– Masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dikejutkan oleh penampakan benda bercahaya terang yang melintasi langit malam pada Sabtu (4/4/2026).

Fenomena visual yang memukau sekaligus mendebarkan ini memicu spekulasi luas di media sosial, dengan banyak warga menduga bahwa benda tersebut adalah meteor jatuh atau komet yang melintas dekat bumi.

Cahaya terang berwarna kebiruan dengan ekor panjang itu tampak membelah langit selama beberapa detik, memberikan pemandangan dramatis yang terekam jelas oleh kamera ponsel warga. Namun, para ahli astronomi segera memberikan klarifikasi teknis untuk meredam kekhawatiran publik.

Analisis ITERA: Karakteristik Sampah Antariksa

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) secara tegas menepis dugaan bahwa benda tersebut adalah komet atau meteor. Berdasarkan analisis visual dan data lintasan, benda tersebut dipastikan sebagai benda artifisial atau buatan manusia.

Kepala OAIL ITERA, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa cahaya tersebut kemungkinan besar berasal dari puing-puing wahana antariksa yang kembali memasuki atmosfer bumi (re-entry).

“Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, itu bukan berasal dari komet. Kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body (tubuh roket) atau satelit dari China,” tegas Dr. Annisa dalam keterangan resminya.

Pihak OAIL menambahkan bahwa pergerakan visual yang tertangkap dalam video amatir warga menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dengan benda langit alami. Benda langit seperti meteor atau komet biasanya memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dan pola lintasan yang lebih konsisten secara periodik.

Mengapa Bukan Komet atau Meteor?

Dr. Annisa memaparkan beberapa alasan ilmiah mengapa fenomena tersebut dikategorikan sebagai sampah antariksa:

  1. Kecepatan Gerak: Benda yang terlihat di langit Lampung cenderung melaju lebih lambat dibandingkan komet atau meteoroid. Kecepatan yang melambat ini terjadi karena adanya gesekan yang sangat kuat dengan atmosfer bumi.

  2. Fragmentasi (Pecahan): Dalam video yang viral, terlihat benda tersebut pecah menjadi beberapa bagian kecil saat melintas. Ini adalah ciri khas benda buatan manusia (logam dan komponen satelit) yang hancur karena panas ekstrem saat menembus lapisan udara.

  3. Warna Cahaya: Warna biru kehijauan yang muncul sering kali merupakan hasil pembakaran material kimia atau logam tertentu yang menyusun badan roket atau satelit.

“Hujan meteor biasanya terjadi secara periodik dengan jadwal yang sudah bisa diprediksi. Sementara komet memiliki pergerakan yang sangat cepat. Fenomena kemarin menunjukkan benda yang terpecah di udara akibat gesekan atmosfer, yang identik dengan jatuhnya sampah antariksa,” jelasnya lebih lanjut.

Jalur Lintasan dan Titik Jatuh

Meskipun penampakannya sangat jelas di atas “Bumi Ruwa Jurai”, Dr. Annisa memastikan bahwa sisa-sisa puing tersebut tidak jatuh di daratan Provinsi Lampung. Berdasarkan data pemantauan, Lampung hanya menjadi salah satu wilayah yang dilintasi oleh jalur orbit benda tersebut sebelum akhirnya terbakar habis atau jatuh di lokasi lain.

Fenomena ini ternyata tidak hanya disaksikan oleh warga Lampung. Sejumlah penduduk di provinsi tetangga seperti Bengkulu dan Palembang juga melaporkan melihat kilatan cahaya serupa di waktu yang hampir bersamaan.

“Kalau untuk titik jatuhnya masih dianalisis lintasannya. Tapi memang jalur lintasan di sekitar jam tersebut melewati daerah Lampung. Kami pastikan tidak ada material yang jatuh di wilayah daratan Lampung,” pungkas Dr. Annisa.

Edukasi Literasi Antariksa bagi Masyarakat

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya literasi astronomi bagi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, asumsi mengenai “benda jatuh dari langit” sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis atau bencana besar. Klarifikasi cepat dari lembaga pendidikan seperti ITERA sangat membantu dalam memberikan edukasi berbasis sains kepada publik.

Hingga saat ini, pihak berwenang terus berkoordinasi dengan lembaga antariksa internasional untuk memastikan identitas pasti dari badan roket atau satelit China tersebut. Fenomena sampah antariksa yang jatuh ke bumi memang semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas peluncuran satelit global dalam beberapa tahun terakhir.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penerapan WFH ASN Dimulai April 2026, Layanan Publik Tetap Berjalan

    Penerapan WFH ASN Dimulai April 2026, Layanan Publik Tetap Berjalan

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah, mulai bulan April 2026, akan menerapkan mekanisme work from home (WFH) selama satu hari dalam seminggu. Skema ini dilakukan dalam rangka efisiensi APBN selama menghadapi ketidakpastian global. Aturan ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri (SE Kemendagri) bernomor 800.1.5/3349/SJ yang memuat sejumlah ketentuan, termasuk mengenai […]

  • Pemkot Semarang Terus Tingkatkan Paparan Informasi Lapor Semar ke Masyarakat

    Pemkot Semarang Terus Tingkatkan Paparan Informasi Lapor Semar ke Masyarakat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemkot Semarang menilai partisipasi warga dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Terkait hal ini, pihaknya terus meningkatkan paparan informasi mengenai layanan pengaduan publik ke wilayah yang angka aduannya masih rendah. Salah satu wilayah tersebut adalah Kelurahan Bangetayu, Genuk. Pada sosialisasi layanan Lapor Semar Solusi AWP, Sabtu (9/5/2026), masyarakat diperkenalkan pada fungsi dan mekanisme layanan […]

  • Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam, Dinas ESDM Jateng: Tersumbat Lumpur

    Terungkap Penyebab Api Abadi Mrapen Padam karena Tersumbat Lumpur

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Grobogan, Kabarjatengterkini.com – Terungkap penyebab padamnya Api Abadi Mrapen sejak awal tahun 2026 yang lalu. Kobaran api tersebut bisa mati karena saluran gas di bawahnya tersumbat dengan lumpur. “Prinsipnya, si gas ini tertutup sama media yang namanya lumpur, jadi terhambat jalannya gas itu,” kata Kabid Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dinas ESDM Jateng, Dwi […]

  • konflik

    Konflik Perbatasan Memanas, Pemimpin Thailand dan Kamboja Akan Gelar Pertemuan Damai di Malaysia

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Meski situasi perbatasan antara Thailand dan Kamboja semakin memanas, kedua pemimpin negara akhirnya sepakat untuk melakukan perundingan damai di Malaysia pada Senin (28/7) sore. Pertemuan ini akan dimediasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, serta dihadiri perwakilan dari Tiongkok sebagai pengamat penting. Namun, menjelang pertemuan diplomatik itu, pertempuran terus berlanjut di lapangan, […]

  • Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi

    Pemprov Jateng Imbau ASN Bersepeda ke Kantor untuk Hemat BBM

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) imbau aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk mengayuh sepeda ke kantor. Imbauan ini berkaitan dengan langkah pemerintah pusat dalam menghemat energi, termasuk BBM, di tengah ketidakpastian global. “Kita sudah bikin rengrengan, sudah kita kalkulasi. Nek (kalau) perlu besok hari tertentu semua ASN kita naik sepeda dengan […]

  • dpr

    DPR/MPR dan DPD Gelar Sidang Tahunan 2025, Laporan Kinerja dan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pada Jumat, 15 Agustus 2025, Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Sidang yang mengangkat tema laporan kinerja lembaga negara serta pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ini dibuka secara resmi oleh Ketua MPR, Ahmad Muzani. Acara ini turut […]

expand_less