Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sains » Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

Fenomena Langit Lampung: Bukan Meteor, ITERA Pastikan Cahaya Misterius Adalah Sampah Antariksa China

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
  • visibility 121

Kabarjatengterkini.com– Masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Lampung dikejutkan oleh penampakan benda bercahaya terang yang melintasi langit malam pada Sabtu (4/4/2026).

Fenomena visual yang memukau sekaligus mendebarkan ini memicu spekulasi luas di media sosial, dengan banyak warga menduga bahwa benda tersebut adalah meteor jatuh atau komet yang melintas dekat bumi.

Cahaya terang berwarna kebiruan dengan ekor panjang itu tampak membelah langit selama beberapa detik, memberikan pemandangan dramatis yang terekam jelas oleh kamera ponsel warga. Namun, para ahli astronomi segera memberikan klarifikasi teknis untuk meredam kekhawatiran publik.

Analisis ITERA: Karakteristik Sampah Antariksa

Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) secara tegas menepis dugaan bahwa benda tersebut adalah komet atau meteor. Berdasarkan analisis visual dan data lintasan, benda tersebut dipastikan sebagai benda artifisial atau buatan manusia.

Kepala OAIL ITERA, Dr. Annisa Novia Indra Putri, menjelaskan bahwa cahaya tersebut kemungkinan besar berasal dari puing-puing wahana antariksa yang kembali memasuki atmosfer bumi (re-entry).

“Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, itu bukan berasal dari komet. Kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body (tubuh roket) atau satelit dari China,” tegas Dr. Annisa dalam keterangan resminya.

Pihak OAIL menambahkan bahwa pergerakan visual yang tertangkap dalam video amatir warga menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dengan benda langit alami. Benda langit seperti meteor atau komet biasanya memiliki kecepatan yang jauh lebih tinggi dan pola lintasan yang lebih konsisten secara periodik.

Mengapa Bukan Komet atau Meteor?

Dr. Annisa memaparkan beberapa alasan ilmiah mengapa fenomena tersebut dikategorikan sebagai sampah antariksa:

  1. Kecepatan Gerak: Benda yang terlihat di langit Lampung cenderung melaju lebih lambat dibandingkan komet atau meteoroid. Kecepatan yang melambat ini terjadi karena adanya gesekan yang sangat kuat dengan atmosfer bumi.

  2. Fragmentasi (Pecahan): Dalam video yang viral, terlihat benda tersebut pecah menjadi beberapa bagian kecil saat melintas. Ini adalah ciri khas benda buatan manusia (logam dan komponen satelit) yang hancur karena panas ekstrem saat menembus lapisan udara.

  3. Warna Cahaya: Warna biru kehijauan yang muncul sering kali merupakan hasil pembakaran material kimia atau logam tertentu yang menyusun badan roket atau satelit.

“Hujan meteor biasanya terjadi secara periodik dengan jadwal yang sudah bisa diprediksi. Sementara komet memiliki pergerakan yang sangat cepat. Fenomena kemarin menunjukkan benda yang terpecah di udara akibat gesekan atmosfer, yang identik dengan jatuhnya sampah antariksa,” jelasnya lebih lanjut.

Jalur Lintasan dan Titik Jatuh

Meskipun penampakannya sangat jelas di atas “Bumi Ruwa Jurai”, Dr. Annisa memastikan bahwa sisa-sisa puing tersebut tidak jatuh di daratan Provinsi Lampung. Berdasarkan data pemantauan, Lampung hanya menjadi salah satu wilayah yang dilintasi oleh jalur orbit benda tersebut sebelum akhirnya terbakar habis atau jatuh di lokasi lain.

Fenomena ini ternyata tidak hanya disaksikan oleh warga Lampung. Sejumlah penduduk di provinsi tetangga seperti Bengkulu dan Palembang juga melaporkan melihat kilatan cahaya serupa di waktu yang hampir bersamaan.

“Kalau untuk titik jatuhnya masih dianalisis lintasannya. Tapi memang jalur lintasan di sekitar jam tersebut melewati daerah Lampung. Kami pastikan tidak ada material yang jatuh di wilayah daratan Lampung,” pungkas Dr. Annisa.

Edukasi Literasi Antariksa bagi Masyarakat

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya literasi astronomi bagi masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, asumsi mengenai “benda jatuh dari langit” sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis atau bencana besar. Klarifikasi cepat dari lembaga pendidikan seperti ITERA sangat membantu dalam memberikan edukasi berbasis sains kepada publik.

Hingga saat ini, pihak berwenang terus berkoordinasi dengan lembaga antariksa internasional untuk memastikan identitas pasti dari badan roket atau satelit China tersebut. Fenomena sampah antariksa yang jatuh ke bumi memang semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas peluncuran satelit global dalam beberapa tahun terakhir.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • resep

    Resep Brownies Fudgy Cokelat Lumer, Lembut di Dalam, Renyah di Luar

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Brownies menjadi salah satu kue yang paling digemari banyak orang, terutama para pecinta cokelat. Dari sekian banyak varian brownies, brownies fudgy adalah salah satu jenis yang paling populer. Dengan tekstur yang padat, lembut, dan lumer di dalam, serta bagian atas yang renyah dan mengkilap, brownies fudgy memberikan kenikmatan maksimal dalam setiap gigitan. Kalau kamu […]

  • kpk

    KPK Laporkan ke DPR, Pengembalian Aset Korupsi Tembus Rp1,53 Triliun

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengoptimalkan upaya pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi ke kas negara. Hingga saat ini, total nilai aset yang berhasil dikembalikan KPK mencapai Rp1,531 triliun. Angka tersebut menjadi bukti konkret kontribusi lembaga antirasuah dalam mendukung keuangan negara sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku korupsi. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pengembalian […]

  • Penumpang “Trans Jateng” Kini Bisa Bayar Pakai QRIS TAP Hingga Multi Trip KCI

    Penumpang “Trans Jateng” Kini Bisa Bayar Pakai QRIS TAP Hingga Multi Trip KCI

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sekarang penumpang moda transportasi “Trans Jateng” bisa membayar ongkos secara nontunai dengan lebih mudah. Ada sejumlah pilihan metode pembayaran dengan QRUS, di antaranya QRIS TAP, QRIS Bank Jateng, dan Multi Trip KCI. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa sistem itu memudahkan warga mengakses Bus Rapid Transit (BRT) antarwilayah, yang melayani tujuh koridor. […]

  • persib

    Persib Bandung Menang 1-0 atas Ratchaburi, Tetap Tersingkir dari ACL 2 2025/2026

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Persib Bandung harus mengakhiri langkahnya di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 meski meraih kemenangan di leg kedua babak 16 besar. Maung Bandung menang tipis 1-0 atas Ratchaburi dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Namun hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan setelah kalah pada […]

  • ponpes

    Ambruknya Ponpes Al-Khoziny: 108 Korban Dievakuasi, 59 Masih Hilang

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, TNI, dan sejumlah instansi terkait terus melanjutkan pencarian dan evakuasi korban dari runtuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Jumat (3/10) pagi, jumlah korban yang telah berhasil dievakuasi mencapai 108 orang. Dari jumlah tersebut, 103 orang dinyatakan selamat, sementara 5 korban meninggal […]

  • Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki

    Penyandang Disabilitas di Kebumen Produktif Hasilkan Batik Pegon, Pernah Dipamerkan ke Singapura Hingga Turki

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kebumen, Kabarjatengterkini.com – Para penyandang disabilitas di Kebumen secara produktif menghasilkan produk fashion unggulan lewat Rumah Inklusif Kebumen. Tak main-main, produk-produk tersebut bahkan berhasil tembus pasar global. Adapun jenis produk fashion yang dihasilkan oleh mereka adalah batik pegon. Kabarnya, batik ini telah dipamerkan di ajang internasional, seperti di Singapura hingga Turki. Rumah Inklusif Kebumen secara konsisten, […]

expand_less