Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Konflik Perbatasan Memanas, Pemimpin Thailand dan Kamboja Akan Gelar Pertemuan Damai di Malaysia

Konflik Perbatasan Memanas, Pemimpin Thailand dan Kamboja Akan Gelar Pertemuan Damai di Malaysia

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
  • visibility 243

Kabarjatengterkini.com – Meski situasi perbatasan antara Thailand dan Kamboja semakin memanas, kedua pemimpin negara akhirnya sepakat untuk melakukan perundingan damai di Malaysia pada Senin (28/7) sore. Pertemuan ini akan dimediasi langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, serta dihadiri perwakilan dari Tiongkok sebagai pengamat penting.

Namun, menjelang pertemuan diplomatik itu, pertempuran terus berlanjut di lapangan, memasuki hari kelima sejak konflik bersenjata meletus pada Kamis (24/7). Kedua belah pihak saling tuding sebagai pihak pertama yang memulai serangan, bahkan masih terus melancarkan serangan balasan di wilayah perbatasan.

Pertempuran di Sekitar Kuil Kuno yang Diperebutkan

Konflik bersenjata berlangsung di tujuh titik wilayah perbatasan pedesaan antara Kamboja dan Thailand. Daerah-daerah tersebut dikelilingi hutan lebat, lahan pertanian, dan kuil kuno yang menjadi titik sengketa sejak bertahun-tahun lalu.

Menurut Kementerian Pertahanan Kamboja, Thailand telah menginvasi wilayah mereka dengan senjata berat dan pengerahan pasukan skala besar. “Ini adalah hari kelima Thailand menginvasi wilayah Kamboja,” ujar juru bicara militer Kamboja, Maly Socheata, dikutip dari AFP, Senin (28/7). Ia menuduh Thailand mencoba merebut area perbatasan strategis, termasuk kuil yang memiliki nilai sejarah dan simbolik.

Di sisi lain, militer Thailand mengklaim bahwa penembak jitu Kamboja telah menduduki kuil tersebut dan menggunakan wilayah suci itu sebagai titik serangan. Mereka juga menuduh Kamboja membombardir desa-desa Thailand menggunakan roket dan artileri ringan.

“Situasi masih sangat tegang. Kami mencurigai Kamboja sedang bersiap melancarkan operasi militer besar-besaran,” ungkap militer Thailand dalam pernyataan resmi.

Korban Jiwa dan Pengungsi Terus Bertambah

Sejak baku tembak pecah pada 24 Juli lalu, konflik perbatasan Thailand-Kamboja telah memakan korban jiwa dari kedua belah pihak. Laporan menyebutkan, delapan tentara Thailand dan 14 warga sipilnya tewas akibat serangan lintas batas. Di pihak Kamboja, terdapat lima prajurit militer dan delapan warga sipil yang dilaporkan meninggal dunia.

Lebih dari 200 ribu warga sipil telah mengungsi dari wilayah perbatasan yang terdampak, dengan banyak dari mereka mencari perlindungan ke kota-kota terdekat atau pos pengungsian darurat yang dibangun oleh pemerintah lokal.

Upaya Diplomatik Dimediasi Malaysia dan Didukung Internasional

Ketegangan yang meningkat dengan cepat mendorong komunitas internasional untuk turun tangan. ASEAN sebagai organisasi kawasan menyuarakan keprihatinan mendalam dan meminta kedua negara menahan diri. Seruan serupa juga datang dari Amerika Serikat dan Tiongkok.

Presiden AS Donald Trump disebut telah berkomunikasi langsung dengan kedua pemimpin untuk mendorong perundingan segera digelar. Akhirnya, Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, dan Pelaksana Tugas Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, sepakat bertemu di Kuala Lumpur pada Senin (28/7) pukul 15.00 WIB.

“Pertemuan ini adalah langkah penting untuk mencegah konflik berkembang menjadi perang terbuka,” ujar seorang pejabat ASEAN kepada media.

Hun Manet juga mengonfirmasi bahwa pertemuan tingkat tinggi ini akan diselenggarakan dengan partisipasi aktif dari Tiongkok, yang merupakan mitra strategis bagi kedua negara.

Potensi Eskalasi Besar jika Dialog Gagal

Sebelum menyetujui perundingan, pejabat tinggi Thailand sempat menyatakan kekhawatiran bahwa bentrokan militer bisa berubah menjadi perang penuh jika tidak segera diredam. Dalam pernyataan pada Jumat (25/7), Phumtham menyebutkan bahwa eskalasi lebih lanjut akan sangat berbahaya, tidak hanya bagi Thailand dan Kamboja, tetapi juga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Pengamat geopolitik dari Asia Defense Forum, Dr. Narongchai Wichian, menyatakan bahwa konflik ini adalah yang paling serius dalam satu dekade terakhir. Menurutnya, keterlibatan kuil kuno dalam sengketa perbatasan memicu sentimen nasionalisme yang sangat tinggi, sehingga memperumit proses diplomasi.

“Jika perundingan hari ini gagal, maka besar kemungkinan kita akan menyaksikan konflik berskala penuh, dengan dampak yang merembet ke sektor ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Perdamaian atau Perang?

Pertemuan antara pemimpin Thailand dan Kamboja di Malaysia hari ini menjadi momentum krusial untuk menghentikan konflik perbatasan yang telah menimbulkan korban jiwa dan pengungsian besar-besaran. Meskipun pertempuran masih terjadi di lapangan, dunia menaruh harapan besar pada diplomasi regional untuk mencegah pecahnya perang terbuka antar dua negara ASEAN tersebut.

Malaysia, yang menjadi tuan rumah mediasi, juga berharap pertemuan ini menjadi awal dari proses perdamaian jangka panjang yang dapat menyelesaikan sengketa wilayah dan kuil kuno yang selama ini menjadi sumber ketegangan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • KITB Jadi Penopang Perekonomian Warga, Serap Ribuan Tenaga Kerja

    KITB Jadi Penopang Perekonomian Warga, Serap Ribuan Tenaga Kerja

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) disebut telah menyerap tenaga kerja hingga 18.390 orang. Penyerapan tenaga kerja ini juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga setempat. “Selain itu, pertumbuhan ekonomi di kawasan industri ini terus meningkat sehingga mampu menjadi penopang perekonomian warga setempat,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Selasa (28/4/2026). Lebih lanjut, […]

  • Pemkot Semarang

    Penting untuk Jalur Perdagangan, Pemkot Semarang Bakal Betonisasi Jalan Citarum

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Jalan Citarum, Kota Semarang, bakal dilakukan betonisasi permanen sekitar pertengahan tahun 2026. Ini sebagai upaya perbaikan, mengingat jalan ini merupakan salah satu jalur perdagangan penting di pusat kota. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebutkan bahwa kerusakan Jalan Citarum dipicu karena genangan air saat hujan, hingga beban kendaraan berat yang melebihi kapasitas. Maka […]

  • tips

    5 Tips Membuat Chicken Popcorn Sambal Matah ala Kafe Bali, Renyah & Wangi Segar!

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ingin menyajikan camilan spesial yang kekinian dan menggugah selera di rumah? Chicken Popcorn Sambal Matah ala kafe Bali bisa jadi pilihan sempurna! Perpaduan antara ayam goreng renyah dan sambal matah khas Bali yang wangi dan pedas segar ini sangat populer di berbagai restoran dan kafe. Namun, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan […]

  • Tekan Ketergantungan Gas Impor, Pengembangan CNG Dikebut untuk Gantikan LPG

    Tekan Ketergantungan Gas Impor, Pengembangan CNG Dikebut untuk Gantikan LPG

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah RI mulai mulai kebut pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas melon 3 kg. Pergantian dari LPG ke CNG ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor gas. Berdasarkan PP Nomor 64 Tahun 2012, CNG merupakan bahan bakar gas dari gas bumi dengan unsur utama metana (C1). Gas ini […]

  • Presiden RI Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Bicara Tentang Konflik Geopolitik, Klaim Indonesia Aman Jika PD III Pecah

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Presiden RI Prabowo Subianto bicara tentang konflik geopolitik yang semakin memanas, khususnya di area Timur Tengah, buntut eskalasi serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Lebanon dan Iran, hingga ancaman Perang Dunia (PD) ke-III. Meski demikian, Presiden RI meyakini yakin Indonesia tetap aman jika Perang Dunia ke-III pecah. Hal ini disampaikan oleh pimpinan tertinggi Indonesia […]

  • diamonds

    Wanita Temukan Berlian 2,3 Karat di Crater of Diamonds State Park, Arkansas, dan Gunakan untuk Cincin Tunangan

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Micheerre Fox, seorang wanita berusia 31 tahun asal New York, berhasil menemukan berlian seberat 2,3 karat di Crater of Diamonds State Park, Arkansas, pada 29 Juli 2025. Penemuan ini tidak hanya membawa kebahagiaan pribadi, tetapi juga melambangkan simbolisme yang dalam. Berlian tersebut kini menjadi cincin tunangannya, sebagai bukti bahwa kerja keras dan komitmen yang […]

expand_less