Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- visibility 53

Foto: ilustrasi (sumber: istock)
Kudus, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dalam rangka penanganan dampak bencana di wilayahnya.
Terlebih, jika kawasan terdampak merupakan penopang perekonomian dan pariwisata di Kudus, seperti Kawasan Wisata Colo. Kawasan itu diketahui ikut terdampak longsor, sehingga mengganggu akses jalan ke wisata religi Sunan Muria.
Langkah penanganan sementara sedang disiapkan untuk memperbaiki jalur tersebut agar kembali dapat dilalui, khususnya oleh bus peziarah.
“Kami melakukan asesmen dan penanganan sementara agar jalur yang longsor bisa segera diperbaiki sehingga bus dapat kembali naik dan perekonomian di kawasan wisata religi Sunan Muria bisa pulih dan berjalan lancar,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Inkatoris.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa penanganan longsor di Colo tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada keberlangsungan ekonomi masyarakat, UMKM, serta sektor wisata religi.
“Kami ingin memastikan perekonomian, UMKM, dan masyarakat di sekitar Sunan Muria tetap bisa berjalan. Menjelang bulan Ramadan, biasanya jumlah peziarah meningkat dan banyak yang menggunakan bus,” terang dia.
“Dengan perbaikan sementara ini, kami berharap dalam waktu sekitar satu bulan jalur sudah bisa digunakan kembali, sehingga sebelum puasa akses sudah normal,” jelas Sam’ani.
Sementara itu, mitigasi telah dilakukan melalui pembangunan sementara di Kawasan Wisata Colo dengan anggaran sekitar Rp500 juta. Sementara itu, anggaran sebesar Rp10 miliar telah disiapkan untuk perbaikan permanen.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kudus, banjir berdampak pada 12.650 warga, dengan 3 korban meninggal dunia, terdiri dari 1 korban akibat longsor dan 2 korban hanyut arus banjir.
Pemkab Kudus telah mengupayakan penanganan banjir melalui penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang, termasuk opsi rekayasa cuaca. Diketahui, hujan ekstrem terjadi selama empat hari berturut-turut di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

