Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Bupati Rembang Ungkap Potensi Sektor Pertanian, Dua Kali Panen dalam Setahun

Bupati Rembang Ungkap Potensi Sektor Pertanian, Dua Kali Panen dalam Setahun

  • account_circle Ilham Wiji
  • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
  • visibility 96

Rembang, Kabarjatengterkini.com Bupati Rembang, Harno mengungkapkan potensi sektor pertanian khususnya tanaman padi di Kabupaten Rembang. Ia menyebut, padi kemungkinan bisa dua kali panen dalam setahun.

Hal itu ia sampaikan usai meresmikan gerakan listrik masuk sawah dan pembukaan pencanangan musim tanam (MT) I 2025/2026 Kabupaten Rembang di Desa Waru, Kecamatan Rembang, Senin (17/11/2025).

Ia mengaku bahwa sektor pertanian padi di Kabupaten Rembang masih tergantung dengan musim. Dengan demikian, adanya sumur di area persawahan diharapkan bisa berdampak terhadap tanaman padi saat musim kemarau.

“Potensi Rembang padi saat ini memang daerah tadah hujan, maka kita berharap dengan adanya sumur-sumur ini kita bisa mengetahui kekuatan air yang ada di dalam tanah paling tidak bisa dua kali,” jelas Harno.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, luas sawah tahun 2025 teridentifikasi mencapai 26.634 hektar.

Sedangkan, luas tanam mulai bulan Oktober 2024 sampai September 2025 mencapai 45.428 hektar. Dengan demikian, indeks pertanaman padi di Kabupaten Rembang mencapai 1,7 persen.

“Sektor pertanian di Kabupaten Rembang tahun 2025, luas sawah kita teridentifikasi 26.634 hektar dan tahun 2024 Oktober sampai dengan September 2025 kita mencatat luas tanam kita 45.428 hektar. Artinya ada indeks pertanaman 1,7 persen. Ini sudah ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang 1,4 persen,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto.

Agus juga mencatat bahwa bulan Oktober 2025 luas tanam padi telah mencapai 2.992 hektar. Dia optimistis di akhir bulan Desember nanti lahan sawah di Rembang sudah tertanami semua.

“Alhamdulillah sebagai upaya bersama untuk mewujudkan swasembada pangan. Di awal masa tanam ini yang tercatat mulai Oktober kita sudah mencatatkan tanam 2.992 hektar,” ucapnya.

“Rencana kami, kita sudah tutup tanam di akhir Desember semua lahan sawah kita sudah tertanam semua. Sehingga nanti harapannya bulan Maret sudah mulai panen raya kemudian sekali lagi tanam, Juni atau awal Juli, petani kita sudah mulai ke bergeser ke tembakau,” tandasnya. (Adv)

  • Penulis: Ilham Wiji

Rekomendasi Untuk Anda

  • denmark open

    Tiga Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final Denmark Open 2025, Siap Tampil di Arena Fyn

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Indonesia mengirimkan tiga wakilnya ke babak perempat final Denmark Open 2025 yang akan digelar pada Jumat, 17 Oktober di Arena Fyn, Odense. Ketiga wakil tersebut adalah Jonatan Christie, pasangan ganda putra Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, dan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Fikri. Tentu saja, harapan besar pun disematkan kepada mereka untuk melanjutkan perjuangan dan meraih kemenangan di […]

  • Pemprov Jateng Percepat Pengembangan Pelabuhan Semarang dan Batang

    Pemprov Jateng Percepat Pengembangan Pelabuhan Semarang dan Batang

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mempercepat pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Multipurpose Batang. Ini menjadi komitmen pemprov dalam meningkatkan nilai investasi sekaligus mendongkrak perekonomian daerah. Perlu diketahui, pelabuhan memiliki peran penting dalam menunjang distrubusi logistik di sektor industri. “Jawa Tengah harus punya daya dobrak untuk meningkatkan perekonomian,” kata Luthfi Menurutnya, kondisi […]

  • rajiv

    Anggota DPR Rajiv Tegaskan Mafia Pupuk Subsidi Harus Berhenti Permainkan Petani

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, mengingatkan keras agar mafia pupuk tidak lagi mempersulit petani dalam mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Hal ini disampaikan saat bimbingan teknis (bimtek) kepada para petani di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Kamis (18/9/2025). Menurut Rajiv, masih banyak petani yang sudah memenuhi syarat administrasi […]

  • prajurit

    Prajurit TNI AD Dikirim ke Singapura untuk Pelatihan Manajemen Makanan Bergizi

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Sebanyak 34 prajurit TNI Angkatan Darat (TNI AD) diberangkatkan ke Singapura pada Minggu (12/10/2025) untuk mengikuti pelatihan manajemen makanan di Army Combat Service Support Command (CSSCOM). Pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang program ketahanan pangan dan pengelolaan makanan bergizi dalam rangka mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) TNI AD. Kolaborasi Internasional […]

  • rembang

    Tarif Pajak Kendaraan Bermotor 2026 di Rembang Dipastikan Tetap Sama

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Tarif pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2026 dipastikan masih sama seperti sebelumnya. Hal itu berlaku bagi masyarakat yang melakukan pembayaran periode April-Desember 2025. “Yang kemarin (membayar pajak) April sampai Desember 2025 itu dipastikan tidak ada kenaikan. Yang dibayarkan mereka tahun kemarin dengan tahun sekarang akan sama,” jelas Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah […]

  • jateng

    TKD Dipangkas, Kemendagri Beberkan Cara Tingkatkan Pendapatan Daerah

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 79
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan pendapatan daerah. Harapannya, ini bisa jadi solusi di daerah yang mengalami kebijakan pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat. Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fathoni menyebutkan lima terobosan, seperti optimasilasi sumber pendapatan yang ada, […]

expand_less