Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kendal Jadi Salah Satu Daerah di Jateng yang Kembangkan Ekosistem Karbon Biru

Kendal Jadi Salah Satu Daerah di Jateng yang Kembangkan Ekosistem Karbon Biru

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 163

Kendal, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah didorong untuk mengembangkan ekosistem karbon biru. Adapun pengembangan ekosistem tersebut bertujuan pengurangan emisi karbon.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, keenam belas daerah tersebut berada di kawasan pantai utara dan pantai selatan. Sementara itu, salah satu wilayah yang masuk ke dalam daftar tersebut adalah Kendal.

“Kabupaten Kendal masuk dalam 16 daerah pesisir Pantura Jawa Tengah, yang dipersiapkan untuk pengembangan karbon biru nasional,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, Sabtu (31/1/2026).

Ia menjelaskan, Kendal dipilih karena memiliki potensi ekosistem mangrove. Tanaman tersebut memiliki kemampuan menyimpan karbon sebanyak tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan darat, sehingga dinilai mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

“Ekosistem mangrove di pesisir Kendal sangat potensial sebagai penyerap karbon, sehingga dinilai layak menjadi lokasi pengembangan karbon biru,” tambahnya.

Program ekosistem mangrove tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 ini. Adapun jenis mangrove yang akan ditanam di wilayah pesisir laut Kendal, di antaranya Rhizophora, Avicennia spp, dan sp yang dikenal memiliki daya serap karbon tinggi.

Sebanyak 3 kecamatan telah diusulkan untuk pengembangan mangrove di Kendal, yaitu Kecamatan Patebon yang berlokasi di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Kangkung berlokasi di Desa Jungsemi, dan Kecamatan Rowosari berlokasi di Desa Sikucing hingga Desa Gempolsewu.

Lebih lanjut, program pengembangan karbon biru nasional saat ini masih tahap penentuan lokasi, sosialisasi, dan penyampaian pendapat, serta usulan dari masyarakat, serta identifikasi kesesuaian RT RW dan penghitungan luasan serta biaya dan keterlibatan masyarakat. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • jateng

    Keracunan Jadi Risiko Terbesar Program MBG, Pemprov Minta Pengawasan Diperketat

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Akhir-akhir ini, ramai pemberitaan persoalan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Adapun salah satu risiko terbesar dari program MBG yang perlu jadi perhatian pemerintah adalah keracunan. Menanggapi hal ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta kepala daerah di wilayahnya untuk ikut mengawasi program MBG lebih ketat. Salah […]

  • Puluhan Ormas Asing Beroperasi di Jateng, Diminta Berikan Kontribusi Pembangunan

    Puluhan Ormas Asing Beroperasi di Jateng, Mulai Sektor Pendidikan Hingga Lingkungan

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Puluhan organisasi masyarakat (ormas) asing telah beroperasi di wilayah Jawa Tengah. Di antaranya, ada dari Amerika Serikat, Singapura, Jerman, Belanda, Swedia, Jepang, hingga Kanada. Ormas-ormas asing ini telah menyumbang kontribusi terhadap pembangunan daerah. Pasalnya, sudah ada 21 ormas asing di Jawa Tengah bergerak di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial, penanganan bencana, lingkungan, […]

  • Produksi Beras di Jateng Diperkirakan Surplus, Pemprov Perketat Tata Kelola

    Produksi Beras di Jateng Diperkirakan Surplus, Pemprov Perketat Tata Kelola

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Produksi hasil panen beras di Jawa Tengah diperkirakan surplus lebih dari 1,5 ton sampai dengan Oktober 2025. Atas surplus tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) perketat tata kelola hasil panen. Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah mendata produksi GKG Jateng tahun ini sekitar 8.614.010 ton atau naik 353.627 ton dari […]

  • Hadapi Pelemahan Rupiah, Pemprov Jateng Fokus Dampingi UMKM agar Masuk Pasar Ekspor

    Hadapi Pelemahan Rupiah, Pemprov Jateng Fokus Dampingi UMKM agar Masuk Pasar Ekspor

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) turut merespon pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Terkait hal itu, pihaknya bakal menjaga keberlangsung usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayahnya. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM, sehingga tetap mampu bersaing di pasar. UMKM dinilai sebagai salah satu penopang utama ekonomi, terlebih […]

  • butir

    Mengapa Setiap Butir Salju Selalu Berbentuk Pola Segi Enam? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Salju adalah salah satu fenomena alam yang paling memukau. Ketika butiran salju jatuh dari langit, kita sering kali terpesona oleh keindahan dan kerumitannya. Namun, tahukah Anda bahwa hampir setiap butir salju memiliki pola berbentuk segi enam atau heksagonal? Pertanyaannya, mengapa salju selalu berbentuk segi enam? Apakah itu kebetulan, atau ada hukum alam yang mengatur […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

    Pemkot Semarang Revisi Musrenbang: Dinas Teknis Fokus Pembangunan, Camat Tampung Aspirasi

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang ingin menciptakan sistem perencanaan pembangunan yang aspiratif dan akuntabel. Hal ini dapat diwujudkan melalui perubahan sistem Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, sistem perencanaan pembangunan harus bisa mengkaji kebutuhan wilayah sesuai realitas. Maka dari itu, pihaknya menghendaki metode jemput bola untuk mengetahui daftar permasalahan […]

expand_less