Perkuat Investasi dan Ekonomi Hijau, Pemprov Jateng Buka Peluang Kerja Sama dengan Inggris
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 23 Okt 2025
- visibility 81

Foto: Gubernur Jateng saat bertemu dengan Dubes Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey (Sumber: pemprov jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) membuka peluang kerja sama dengan Inggris untuk memperkuat investasi dan ekonomi hijau. Hal ini turut didiskusikan bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, baru-baru ini.
“Ada banyak hal yang akan kami tindak lanjuti, mulai dari ekonomi hijau, pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi logistik melalui dry port di Batang,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi pada Rabu (22/10/2025).
Luthfi juga menginformasikan mengenai acara Central Java Investment Business Forum (CJIBF) pada 4 November. Gelaran tersebut dilakukan untuk menarik lebih banyak investor asing agar bersedia menanamkan modalnya di Jawa Tengah.
Pihaknya juga menyampaikan terkait potensi wilayah pesisir di Jawa Tengah, terlebih hal ini telah didukung program “Mageri Segoro”. Menurutnya, ada potensi 72 hektare lahan yang masih bisa ditanami bakau dan digabungkan dengan budidaya nila salin.
Dalam kesempatan itu pula, keduanya membahas sejumlah peluang kerja sama di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Salah satunya, program pertukaran mahasiswa dengan beberapa universitas di Jawa Tengah, termasuk Universitas Diponegoro (Undip).
Sementara itu, Inggris juga tertarik untuk mendalami isu sampah plastik di Semarang, sehingga nantinya pihak Inggris akan menerjunkan tim peneliti di sana.
“Prinsip, Jawa Tengah sangat terima kasih dan terbuka untuk Inggris berinvestasi di wilayah kita,” tegas Luthfi.
Sebelumnya, telah disepakati hubungan kemitraan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. Kemitraan akan berfokus pada empat bidang, yakni pertumbuhan ekonomi, iklim dan energi, keamanan dan pertahanan, serta pembangunan masyarakat.
“Kami datang untuk menjalin hubungan, mendengar langsung pandangan masyarakat, dan melihat bagaimana kerja sama Inggris–Indonesia bisa memberi manfaat nyata. Jawa Tengah punya potensi besar untuk menjadi mitra penting,” ujar Jermey. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

