Pemprov Jateng Tawarkan Kerja Sama Green Industry pada Kesultanan Brunei
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sel, 30 Des 2025
- visibility 61

Foto: Pemprov Jateng Tawarkan Kerja Sama Green Industry pada Kesultanan Brunei (Sumber: Pemprov Jateng)
Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menawarkan kerja sama terkait green energy dan green industry dengan Kesultanan Brunei Darussalam. Salah satunya, dalam mengembangkan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang.
“Gubernur menghendaki semua kawasan industri itu musti menggunakan green industry,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko.
Tak hanya membuka peluang investasi di kawasan industri tersebut, pihaknya juga menyampaikan upaya pengembangan sektor pertanian di Jawa Tengah menjadi pusat benih nasional dan lumbung pangan nasional.
“Mereka sangat ingin melihat potensi itu di lapangan, maka mereka merencanakan untuk field trip (kunjungan lapangan) mengenai potensi investasi dan pariwisata di Jawa Tengah. Diharapkan mereka bisa segera ke Jawa Tengah untuk melihat potensi-potensi itu tadi,” bebernya.
Sebelumnya, Pemprov Jateng telah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) atas investasi senilai Rp6,9 triliun dari 25 investor asal di Provinsi Jawa Tengah tahun 2025.
“MoU sudah dilakukan. Hari ini sekitar Rp6,9 triliun telah ditandatangani. Selanjutnya langsung eksekusi,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi baru-baru ini.
Nilai investasi tersebut diprioritaskan untuk energi terbarukan, khususnya solar panel. Proyek tersebut bahkan disebut sudah masuk tahap Surat Perintah Kerja (SPK). Solar panel di atas air tersebut menyasar sejumlah waduk di Jawa Tengah.
Menurutnya, solar panel untuk waduk tersebut memiliki banyak manfaatnya, di antaranya permukaan air tak mudah menguap, memelihara kondisi waduk, dan lainnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

