Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pawai Sound Horeg di Mulyorejo, Kota Malang, Ricuh: Adu Pukul Pecah Antara Peserta dan Warga

Pawai Sound Horeg di Mulyorejo, Kota Malang, Ricuh: Adu Pukul Pecah Antara Peserta dan Warga

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 238

Kabarjatengterkini.comPawai sound horeg yang digelar di wilayah Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Minggu (13/7), diwarnai insiden kericuhan antara peserta pawai dengan warga. Ketegangan ini bahkan berujung adu pukul, yang mengakibatkan seorang warga mengalami luka di bagian pelipis.

Menurut keterangan resmi dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, kericuhan bermula ketika rombongan peserta pawai nomor urut 2, yang berasal dari warga Jalan Imam Sujono RT 02 RW 04, Kelurahan Mulyorejo, melintas di Jalan Budi Utomo. Di saat yang bersamaan, seorang warga bernama Rumini (55 tahun) tiba-tiba berteriak di jalan, meminta agar sound system yang digunakan peserta pawai segera dimatikan.

“Kejadian bermula saat peserta kirab budaya nomor urut 2 lewat di Jalan Budi Utomo. Tiba-tiba ada warga atas nama Rumini berteriak-teriak meminta sound dimatikan karena merasa terganggu,” ujar Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Yudi Risdiyanto, saat dikonfirmasi pada Selasa (15/7).

Melihat sang istri berteriak di tengah jalan, suami Rumini, Moh Amin (57 tahun), keluar dari rumah untuk mencoba menenangkan situasi. Namun, tindakan Moh Amin justru memicu ketegangan. Ia dilaporkan mendorong salah satu peserta pawai, yang membuat peserta lain dari rombongan yang sama terpancing emosi.

“Mengetahui istrinya berteriak, Moh Amin keluar dan mendorong salah satu peserta kirab budaya. Tak terima dengan tindakan tersebut, peserta lainnya langsung bereaksi hingga terjadi pemukulan,” jelas Yudi.

Akibat insiden tersebut, Moh Amin mengalami luka di bagian pelipis. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian warga sekitar dan nyaris membuat suasana pawai berubah menjadi chaos. Namun, pihak panitia dan aparat keamanan yang berada di lokasi segera meredakan situasi agar tidak semakin memanas.

Sound System Pawai Sudah Diatur Panitia

Dalam klarifikasinya, Yudi menegaskan bahwa penggunaan sound system selama pawai sebenarnya telah diatur oleh panitia. Masing-masing peserta hanya diizinkan membawa satu unit mobil pikap dengan batas maksimal 6 subwoofer berukuran 18 inci (2 mata). Aturan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban dan mengurangi kebisingan selama acara berlangsung.

“Untuk penggunaan sound sudah ada aturan dari panitia. Peserta hanya diperbolehkan membawa mobil pikap dengan maksimal 6 subwoofer berukuran 18 inci. Tidak boleh lebih dari itu,” tegasnya.

Namun demikian, ketegangan yang terjadi menunjukkan bahwa masih ada ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan kenyamanan warga sekitar.

Mediasi dan Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Pihak Kelurahan Mulyorejo segera bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Pada hari yang sama, kedua belah pihak, yaitu keluarga Moh Amin dan perwakilan peserta pawai dari RT 02 RW 04, difasilitasi untuk melakukan mediasi di kantor kelurahan. Hasilnya, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan damai.

“Pada hari itu juga sudah dilakukan mediasi di Kelurahan Mulyorejo. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,” tutur Yudi.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik, perwakilan warga RT 02 RW 04 memberikan kompensasi kepada Moh Amin yang mengalami luka. Uang kompensasi sebesar Rp 2 juta telah diserahkan langsung dan diterima oleh pihak keluarga korban.

“Sesuai permintaan korban, warga memberikan kompensasi sebesar dua juta rupiah, dan uang tersebut sudah diterima,” tambah Yudi.

Evaluasi Penyelenggaraan Pawai Sound Horeg

Insiden kericuhan ini menjadi perhatian publik, terutama terkait penyelenggaraan pawai sound horeg di tengah permukiman padat. Banyak warga mulai mempertanyakan kembali efektivitas pengaturan teknis dan sosial selama pawai berlangsung.

Pawai budaya yang digelar dengan semangat kebersamaan dan hiburan seharusnya mampu menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga, bukan justru menimbulkan konflik. Peristiwa ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi panitia penyelenggara dan pemerintah setempat agar lebih memperhatikan dampak sosial dari kegiatan serupa di masa mendatang.

Masyarakat juga diminta untuk menjaga kondusivitas dan mengutamakan dialog dalam menyikapi ketidaknyamanan yang mungkin muncul selama pelaksanaan acara-acara publik.

Kericuhan dalam pawai sound horeg di Mulyorejo, Kota Malang, menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Penyelenggara, peserta, dan warga harus saling menghormati agar tradisi budaya seperti kirab dan pawai bisa tetap berlangsung tanpa menimbulkan gesekan. Dengan mediasi yang telah dilakukan dan penyelesaian kekeluargaan, diharapkan ketegangan tidak berlanjut dan kerukunan di lingkungan masyarakat tetap terjaga.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inggris Buka Potensi Kerja Sama di Bidang Pengelolaan Sampah EBT dengan Pemprov Jateng

    Inggris Buka Peluang Kerja Sama di Bidang Pengelolaan Sampah EBT dengan Pemprov Jateng

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 221
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Jawa Tengah (Jateng) disebut memiliki potensi investasi yang besar, terlebih di sektor energi baru terbarukan (EBT). Potensi tersebut menarik perhatian Inggris untuk memulai kerja sama dengan Pemprov Jateng di sejumlah bidang. Hal ini diungkapkan oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey usai kegiatan Central Java Investment Business Forum […]

  • garlic

    Resep Udang Goreng Garlic Parmesan: Renyah, Gurih, dan Super Lezat!

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Ingin masakan udang yang beda dari biasanya? Coba resep Udang Goreng Garlic Parmesan yang sedang viral ini! Perpaduan antara rasa gurih keju parmesan dan aroma bawang putih yang menggoda menjadikan hidangan ini cocok untuk lauk, camilan, bahkan menu jualan kekinian. Udang goreng garlic parmesan punya tekstur crispy di luar namun tetap juicy di dalam. […]

  • Belum Pulih Vertigo, Gregoria Mariska Absen 2 Turnamen Terdekat

    Belum Pulih Vertigo, Gregoria Mariska Absen 2 Turnamen Terdekat

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Pebulu tangkis tunggal putri asal Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung bakal absen di sejumlah turnamen. Keputusan ini berkenaan dengan kondisinya setelah mengalami vertigo, dan belum pulih sepenuhnya. Beberapa turnamen tersebut di antaranya, Super 750 Singapore Open yang digelar pada 27 Mei hingga 1 Juni dan BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2025 di Istora […]

  • menkes

    Menkes Reformasi Total Program Internship Dokter Pasca-Kematian dr. Myta

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kabar duka kembali menyelimuti dunia medis Indonesia. Wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy saat menjalankan tugas di RSUD KH Daud Arif, Jambi, menjadi pemantik bagi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa tragedi yang menimpa dokter muda dalam program internship tidak boleh terulang lagi. Pernyataan tegas ini merupakan […]

  • Jumlah Pemudik ke Jateng Diperkirakan Capai 17,7 Juta Jiwa Saat Lebaran 2026

    Jumlah Pemudik ke Jateng Diperkirakan Capai 17,7 Juta Jiwa Saat Lebaran 2026

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Jumlah pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah pada momen Lebaran 2026 ini diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Jumlah tersebut kemungkinan bisa meningkat seiring hari libur yang lebih panjang. “Tahun ini kita bisa menerima para pemudik yang jumlahnya meningkat. Kalau didata 17,7 juta orang. Akan tetapi itu baru data, biasanya masih bisa meningkat […]

  • Heboh Pengadaan Kursi Pijat Rp180 Juta, Plt Bupati Pati Tegaskan Sudah Batal

    Heboh Pengadaan Kursi Pijat Rp180 Juta, Plt Bupati Pati Tegaskan Sudah Batal

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Heboh pengadaan kursi pijat pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati senilai Rp180 juta. Pengadaan kursi pijat tersebut muncul di daftar anggaran 2026 bersama meja kursi tamu. Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa pengadaan itu sudah dibatalkan. Menurutnya, pengadaan yang tidak membawa lebih banyak manfaat […]

expand_less