Jateng Jadi Salah Satu Wilayah dengan Kontribusi Produktivitas Padi, Kedelai, dan Jagung Terbesar Nasional
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 3 Jan 2026
- visibility 62

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu dari tiga wilayah yang berkontribusi terhadap produktivitas padi, kedelai, dan jagung.
Diketahui, Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 11.377.731 ton atau 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG) hingga akhir tahun 2025. Ini berasal dari luas tanam sekitar 2.025.782 hektare, dengan luas panen 1.673.012 hektare, menempatkan Jateng sebagai kontributor ketiga besar nasional.
Sementara produktivitas jagung di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 3.837.758 ton dengan luas panen 612.373 hektare, menjadi kontributor terbesar kedua nasional. Produktivitas kedelai mencapai 17.427 ton dengan luas panen 8.902 hektare, dan menjadi kontributor terbesar nasional.
Sebelumnya, pemerintah pusat menargetkan Jawa Tengah bisa memproduksi sebanyak 11 juta ton padi Gabah Kering Panen (GKP). Dengan demikian, harapannya, produktivitas padi di tahun 2026 mendatang semakin meningkat untuk mendukung swasembada pangan.
“Kita harapkan tahun 2026 produktivitas kita meningkat,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Adapun upaya yang dilakukan untuk peningkatan produktivitas tersebut adalah dengan pembangunan infrastruktur pendukung pertanian sejak tahun 2025. Selain itu, Pemprov juga akan terus memantau luas lahan pertanian di Jawa Tengah.
Bulog juga memastikan ketersediaan pangan di wilayahnya aman hingga Juni 2026 dengan stok beras mencapai 339.094 ton. Pihaknya juga meminta lintas sektor turut mendukung dalam penyerapan hasil panen.
“Masyarakat tidak perlu cemas atau panik, karena ketersediaan sangat cukup dan harganya relatif stabil,” Pimpinan Wilayah Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kanwil Jawa Tengah–DIY, Sri Muniati.
“Kami berharap koordinasi antara Bulog, dinas-dinas di Provinsi Jawa Tengah, serta dukungan aparat seperti TNI dan Polri, bisa memperkuat penyerapan, sehingga produksi dan panen di Jawa Tengah dapat diserap secara maksimal oleh Jawa Tengah sendiri,” ujarnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

