Dampak Banjir dan Tanah Longsor Kian Parah, 7 Bupati di Aceh Angkat Tangan
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 6 Des 2025
- visibility 63

Foto: ilustrasi (sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Tujuh bupati di Provinsi Aceh menyatakan ketidakmampuan menangani dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025. Pernyataan tersebut bahkan telah disampaikan langsung dari Pemprov Aceh kepada pemerintah pusat.
Tujuh kabupaten tersebut memiliki permasalahan serupa, yakni kerusakan infrastruktur parah, akses transportasi darat terputus, dan minimnya anggaran penanggulangan bencana. Kondisi pengungsian semakin memprihatinkan karena sulitnya distribusi bantuan logistik ke daerah tersebut.
Menurut laporan CNN Indonesia, pernyataan pertama datang dari Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan pada 27 November 2025. Tidak lama kemudian, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Pidie Jaya menyusul.
Langkah ini kemudian diikuti oleh Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, serta Kabupaten Gayo Lues pada 28 November 2025. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menegaskan bahwa skala kerusakan telah melampaui batas kemampuan daerah.
“Kondisi semakin memburuk dengan hujan tinggi yang masih terus berlanjut,” ujar Suhaidi dalam surat resmi, Jumat (28/11/2025).
Setelahnya, Kabupaten Aceh Utara menyatakan ketidaksanggupan. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil menyebutkan, korban jiwa terus bertambah hingga mencapai ratusan. Selain itu, insfrastruktur di wilayahnya juga mengalami kerusakan yang masif
“Banjir melanda 27 kecamatan dan 852 gampong, menyebabkan 121 korban jiwa, 118 orang hilang, serta kerusakan infrastruktur masif yang mengakibatkan banyak wilayah terisolasi,” tulis Ismail A. Jalil dalam suratnya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

