Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Tengah » Produksi Garam di Jateng Berpotensi Besar Dukung Swasembada, Pemprov Siap Kolaborasi dengan Swasta

Produksi Garam di Jateng Berpotensi Besar Dukung Swasembada, Pemprov Siap Kolaborasi dengan Swasta

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
  • visibility 299

Semarang, KabarJatengTerkini.com – Produksi garam di Jawa Tengah (Jateng) memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Potensi ini menarik minat investor untuk memperluas industri, sekaligus meningkatkan produksi nasional dalam mendukung swasembada.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko menyebutkan, potensi ini perlu dikembangkan lantaran produksi garam di Indonesia masih minim, dan saat ini pemerintah masih mengimpor garam dari luar negeri.

“Memang perlu ada intensifikasi lagi, atau bahkan ekstensifikasi atau perluasan sentra garam,” katanya.

Sementara itu, CEO PT Susanti Megah, Hermawan Santoso mengatakan bahwa diperlukan kolaborasi antara pemerintah dengan pihak swasta untuk mewujudkan swasembada garam. Disebutkan, dibutuhkan lahan untuk pengembangan tambak garam seluas kurang lebih 3.000 hektare.

“Potensi garam Jawa Tengah sebenarnya cukup bagus, pemerintah juga sudah bicara, Pak Luthfi sudah mau support,” beber Hermawan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi menambahkan, data produksi garam di Jawa Tengah pada 2024 mencapai 536.612 ton. Sementara, luas lahan produksi garam sekitar 8.267 hektare, dengan jumlah petani garam sebanyak 6.420 orang.

Jumlah tersebut tersebar di sembilan daerah sentra garam di Jawa Tengah, meliputi Brebes, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Grobogan.

Berdasarkan data tahun 2024, kebutuhan garam di Jawa Tengah sebesar 119.400 ton. Terdiri atas 33.000 ton untuk garam konsumsi, dan 86.400 ton untuk garam industri.

Meski demikian, produksi lokal tidak seluruhnya sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan industri. Ini karena keterbatasan di teknologi untuk memproduksi garam, produksi yang dipengaruhi oleh cuaca, dan faktor-faktor lainnya.

“Itu yang untuk garam rakyat dengan NaCL 95%. Kalau untuk industri NaCL-nya harus di atas 97%,” terang Endi Faiz. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • jateng

    Pemprov Ungkap Jateng Selatan Masih Perlu Dieksplor, Sebut Punya Potensi Agroindustri

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 341
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan disebut punya potensi besar di sektor agroindustri. Adapun komoditas yang perlu dieksplor di wilayah tersebut meliputi, kelapa, kakao, perikanan, hingga garam. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa sampai saat ini, Jateng baru memiliki delapan kawasan industri. Sementara itu, kawasan di bagian selatan masih perlu dikembangkan untuk […]

  • ancaman

    Ancaman Genosida Terhadap Kelompok Masyarakat Adat Terpencil: Antara Tambang, Media Sosial, dan Eksploitasi Hutan

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Di dunia ini, terdapat sekitar 196 kelompok masyarakat adat yang hingga kini belum pernah melakukan kontak dengan dunia luar. Kelompok-kelompok ini hidup secara mandiri, menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bagi kebanyakan orang terasa sangat keras, dan mempertahankan budaya serta pengetahuan tradisional mereka. Namun, keberadaan mereka kini menghadapi ancaman serius, yang oleh sebagian pihak disebut […]

  • brebes

    Perusahaan China Bangun Pabrik Tekstil di Brebes, Bisa Serap 6 Ribu Tenaga Kerja

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 287
    • 0Komentar

    KabarJatengTerkini.com – Perusahaan asal China PT Xinhai Knitting membangun pabrik di Brebes, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp675 miliar. Pabrik yang beroperasi di bidang tekstil tersebut diperkirakan bisa menyerap 6 ribu tenaga kerja ke depannya. Pembangunan pabrik di Desa Ciampel, Kecamatan Kersana itu disambut hangat oleh Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Ia berharap, pembangunan dan […]

  • ppn

    Banyak Produsen Perhiasan Tak Bayar Pajak, Kemenkeu Pertimbangkan Penarikan PPN Langsung dari Produsen

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan masih banyak produsen perhiasan yang tidak membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan Purbaya setelah menggelar pertemuan dengan Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10). Dalam pertemuan tersebut, Purbaya menyebut bahwa sekitar 90 persen produsen perhiasan beroperasi secara “gelap”, artinya […]

  • Konferensi Bunda PAUD Kota Semarang /semarangkota

    Agustina Ungkap Angka Partisipasi PAUD Kota Semarang di Atas Rata-rata

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Wali Kota Semarang, Agustina mengungkapkan bahwa angka partisipasi PAUD di Kota Semarang berada di atas rata-rata provinsi yaitu 97 persen. Menurutnya, ini merupakan capaian membanggakan dalam layanan pendidikan anak usia dini mengingat rata-rata tingkat provinsi masih sekitar 50 persen. Keberhasilan ini juga menunjukkan jika masyarakat Semarang semakin sadar akan pentingnya pendidikan bagi […]

  • kpk

    KPK Bongkar Sisi Gelap Koruptor: 81% Uang Korupsi Dipakai Manjakan Sugar Baby!

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kasus korupsi di Indonesia kini tidak hanya berkutat pada angka kerugian negara yang fantastis, tetapi juga mulai menyingkap sisi gelap gaya hidup pelakunya. Fakta terbaru yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa aliran dana hasil korupsi kini merambah ke ranah personal yang lebih luas, termasuk membiayai gaya hidup mewah para wanita simpanan […]

expand_less