Pemprov Ungkap Jateng Selatan Masih Perlu Dieksplor, Sebut Punya Potensi Agroindustri
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Sab, 2 Agu 2025
- visibility 275

Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (Sumber: Dok Pemprov Jateng)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan disebut punya potensi besar di sektor agroindustri. Adapun komoditas yang perlu dieksplor di wilayah tersebut meliputi, kelapa, kakao, perikanan, hingga garam.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan bahwa sampai saat ini, Jateng baru memiliki delapan kawasan industri. Sementara itu, kawasan di bagian selatan masih perlu dikembangkan untuk industrinya, seperti Kabupaten Cilacap yang dikenal dengan ikan sidatnya.
“Jateng itu baru ada delapan kawasan industri. Wilayah selatan ini perlu digarap,” katanya saat menerima kunjungan dari PT Danareksa, Jumat (1/8/2025).
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko turut menyampaikan bahwa wilayah selatan perlu ada konsentrasi pengembangan.
Salah satunya, dengan fokus pengembangan di agroindustri. Terlebih, di Jawa Tengah bagian selatan banyak daerah yang memiliki potensi di subsektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan.
“Kita mendorong pertumbuhan di selatan. Agar pertumbuhan dari awal itu bagus, maka basisnya adalah agroindustri. Di sana saja ada ikan, ada hasil kebun seperti kakao, kopi, kemudian perikanan ya, dan itu menjadi potensi di Selatan,” katanya.
Sementara itu, PT Danareksa memberikan ide berupa rencana pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) di Kabupaten Cilacap, mengingat aspek paling penting dari agroindustri adalah suplai air baku yang mencukupi.
“Ada inisiatif dari kita untuk mengembangkan SPAM yang ada di Cilacap. Itu bisa jadi cikal bakal untuk kita bisa mengembangkan kawasan industri di sana,” kata Direktur Utama PT Danareksa, Yadi Jaya Ruchandi.
“Nanti kita juga akan eksplorasi lebih jauh, apa yang bisa dikembangkan. Mungkin salah satu idenya tadi yang dibahas, terkait dengan agroindustri yang ada di sana,” katanya. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

