Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kepala BAIS TNI Resmi Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Kepala BAIS TNI Resmi Diganti Usai Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
  • visibility 92

Kabarjatengterkini.com- Markas Besar (Mabes) TNI resmi menyampaikan bahwa jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) tidak lagi dipegang oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo. Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi menyusul kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat memberikan keterangan kepada awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (25/3/2026). Ia menegaskan bahwa proses penyerahan jabatan Kepala BAIS telah dilakukan pada hari yang sama.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kepala BAIS,” ujar Aulia dalam pernyataannya.

Meski demikian, pihak TNI belum mengungkapkan secara rinci siapa sosok yang menggantikan posisi strategis tersebut. Aulia juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait status Letjen TNI Yudi Abrimantyo, apakah mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatannya.

Saat kembali ditanya oleh awak media mengenai hal tersebut, Aulia hanya memberikan jawaban singkat tanpa penjelasan tambahan. “Terima kasih,” ucapnya singkat, mengakhiri sesi tanya jawab.

Kasus ini mencuat setelah aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Talang, Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Akibat serangan brutal tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga mencapai 24 persen pada bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya. Insiden ini langsung menuai perhatian luas dari publik serta berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil yang mendesak penegakan hukum secara transparan.

Perkembangan terbaru mengungkap bahwa pelaku penyiraman air keras diduga merupakan anggota TNI yang bertugas di lingkungan BAIS. Informasi ini semakin memperkuat desakan publik agar kasus tersebut ditangani secara terbuka dan akuntabel.

Empat orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut telah diidentifikasi. Mereka masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Keempatnya kini tengah menjalani proses pemeriksaan oleh tim penyidik internal TNI.

Pihak TNI memastikan bahwa proses hukum terhadap para pelaku akan berjalan sesuai aturan yang berlaku di lingkungan militer. Namun demikian, belum ada keterangan lebih lanjut terkait kemungkinan pelimpahan kasus ini ke ranah peradilan umum atau tetap ditangani melalui mekanisme peradilan militer.

Kasus ini juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk terorisme dan harus diusut hingga tuntas, termasuk mengungkap aktor di baliknya.

Pernyataan tersebut mempertegas bahwa pemerintah memandang serius kasus kekerasan terhadap aktivis, terutama yang berkaitan dengan kebebasan sipil dan hak asasi manusia. Desakan agar proses hukum dilakukan secara transparan dan tidak tebang pilih pun semakin menguat.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil menilai bahwa keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini menjadi ujian besar bagi komitmen reformasi sektor keamanan di Indonesia. Mereka menekankan pentingnya akuntabilitas serta penegakan hukum yang adil tanpa memandang status atau jabatan pelaku.

Selain itu, perlindungan terhadap aktivis dan pembela hak asasi manusia juga kembali menjadi sorotan. Kasus yang menimpa Andrie Yunus dinilai sebagai ancaman serius terhadap ruang demokrasi di Indonesia.

Hingga saat ini, kondisi Andrie Yunus dilaporkan masih dalam tahap pemulihan akibat luka bakar yang dideritanya. Dukungan dan solidaritas dari berbagai pihak terus mengalir, baik dalam bentuk bantuan medis maupun advokasi hukum.

Pergantian Kepala BAIS TNI ini menjadi salah satu langkah awal yang diambil institusi militer dalam merespons kasus tersebut. Namun publik masih menunggu langkah konkret selanjutnya, terutama terkait transparansi proses hukum dan kejelasan sanksi terhadap para pelaku.

Ke depan, penanganan kasus ini akan menjadi perhatian penting bagi masyarakat luas. Tidak hanya menyangkut keadilan bagi korban, tetapi juga menyangkut kredibilitas institusi negara dalam menegakkan hukum serta melindungi warga negara dari tindakan kekerasan.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • kpu

    DPR Desak KPU Klarifikasi Keputusan 731/2025 soal Dokumen Capres-Cawapres

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com — Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia untuk segera mengklarifikasi Keputusan KPU Nomor 731 Tahun 2025. Keputusan ini menjadi sorotan karena dianggap mengandung potensi simpang siur di publik dan bertentangan dengan prinsip transparansi dalam penyelenggaraan pemilu. Rifqinizamy, yang akrab disapa Rifqy, menegaskan pentingnya lembaga negara, […]

  • Rektor Unsoed dan 2 Wakilnya Kena OTT KPK Dugaan Suap Seleksi Mahasiswa Baru

    Rektor Unsoed dan 2 Wakilnya Kena OTT KPK Dugaan Suap Seleksi Mahasiswa Baru

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Rektor Universitas Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, terlibat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini berkaitan dengan dugaan suap pada proses seleksi mahasiswa baru di kampus tersebut. “Diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut,” kata juru bicara (jubir) KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8/2026), dikutip Detik. OTT KPK dilakukan pada Kamis (20/8/2026) […]

  • kapal

    Kapal Nelayan Surya Bahari Rawasaban Tenggelam di Perairan Kepulauan Seribu, 5 Nelayan Masih Hilang

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Sebuah kapal nelayan bernama Surya Bahari Rawasaban dilaporkan tenggelam di perairan antara Pulau Bokor dan Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 03.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan delapan nelayan yang tengah beroperasi di wilayah perairan Kepulauan Seribu. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta, Muhammad […]

  • Semarakkan HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Semarang Gelar Ajang Kompetisi Foto dan Video Pendek

    Semarakkan HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Semarang Gelar Ajang Kompetisi Foto dan Video Pendek

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 312
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang siapkan serangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80. Salah satunya adalah menggelar ajang perlombaan foto dan video pendek. “Perayaan HUT kemerdekaan ke-80 RI tahun ini harus menjadi momentum penguat kebersamaan  seluruh warga Kota Semarang,” ujar Asisten Pemerintahan Sekda Kota Semarang, Mukhamad Khadhik pada […]

  • penjualan

    Apple Capai Penjualan 3 Miliar iPhone: Tonggak Sejarah Baru di Dunia Smartphone

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Apple baru saja mengumumkan pencapaian luar biasa dengan telah menjual total 3 miliar unit iPhone sejak peluncuran pertamanya pada tahun 2007. Informasi ini diungkapkan langsung oleh CEO Apple, Tim Cook, dalam konferensi laporan keuangan kuartal ketiga perusahaan yang digelar baru-baru ini. Pencapaian tersebut menunjukkan bagaimana laju pertumbuhan iPhone semakin cepat dan menjadi tonggak penting […]

  • Wujudkan Harmonisasi, ASN Rembang Ikuti Lomba Padus di Peringatan Hari KORPRI

    Wujudkan Harmonisasi, ASN Rembang Ikuti Lomba Padus di Peringatan Hari KORPRI

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Rembang mengikuti lomba paduan suara (Padus), menyanyikan “Mars KORPRI” dan lagu daerah. Agenda ini merupakan rangkaian acara menyemarakkan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54. Lomba tersebut dilaksanakan di Pendapa Museum RA Kartini, pada hari Senin dan Selasa (17-18/11/2025), serta diikuti oleh ratusan ASN dari seluruh […]

expand_less