Kongres AS Gelar Sidang UAP, Video Drone Tunjukkan UFO Tahan Serangan Rudal
- account_circle markom kabarjatengterkini
- calendar_month Kam, 18 Sep 2025
- visibility 99

Kabarjatengterkini.com – Kongres Amerika Serikat kembali menggelar sidang penting yang membahas fenomena Unidentified Aerial Phenomena (UAP), istilah baru yang menggantikan sebutan UFO (Unidentified Flying Object).
Dalam sidang tersebut, anggota legislatif dari Partai Republik menuntut transparansi penuh dari pemerintah federal terkait keberadaan UAP dan potensi ancamannya bagi keselamatan nasional.
Sidang yang digelar pada pertengahan September 2025 ini dipimpin oleh Anna Paulina Luna, anggota DPR dari Florida. Dalam pernyataannya, Luna menyampaikan bahwa pemerintah AS telah menyembunyikan informasi penting dari publik selama puluhan tahun.
“Pemerintah federal sudah menyembunyikan informasi dari masyarakat Amerika selama puluhan tahun. Sudah waktunya rakyat Amerika mendapat jawaban,” tegas Luna.
Ia juga menegaskan bahwa investigasi tidak hanya mencakup fenomena UAP, tetapi juga isu besar lain seperti asal-usul COVID-19, dokumen 9/11, hingga daftar klien Jeffrey Epstein.
Video Baru UAP: Drone Serang Objek Misterius, Rudal Memantul
Salah satu momen paling mencuri perhatian dalam sidang ini adalah pemutaran video baru yang diduga merekam pertemuan antara drone militer AS dengan sebuah objek terbang tak dikenal. Rekaman yang diambil pada 30 Oktober 2024 oleh drone MQ-9 Reaper itu menunjukkan sebuah bola bercahaya melintas cepat di udara lepas pantai Yaman.
Dalam video tersebut, sebuah rudal Hellfire diluncurkan dari drone lain dan tepat menghantam objek tersebut. Namun, secara mengejutkan, rudal itu tidak meledak atau menghancurkan target, malah tampak memantul dan objek tetap melaju tanpa hambatan.
“Itu rudal Hellfire menabrak UFO dan memantul begitu saja. Objeknya tetap melaju seolah tidak terjadi apa-apa,” ujar George Knapp, jurnalis investigasi yang dikenal kerap meliput isu-isu UAP.
Menurut Knapp, ada lebih banyak video serupa yang hingga kini belum boleh diakses oleh Kongres, apalagi publik.
Whistleblower dan Ketertutupan Pemerintah
Video misterius tersebut diklaim diperoleh dari seorang whistleblower yang khawatir pemerintah menyembunyikan informasi penting dari rakyat. Hal ini diungkapkan oleh anggota DPR Eric Burlison, yang turut merilis rekaman tersebut dalam forum resmi.
“Saya tidak berspekulasi ini apa, tapi yang menjadi pertanyaan: kenapa informasi seperti ini ditutup-tutupi dari Kongres dan publik?” ujar Burlison dengan nada mempertanyakan transparansi pemerintah.
Meski fenomena tersebut terlihat luar biasa, para pakar militer dan ilmuwan menyarankan agar tidak langsung menyimpulkan bahwa objek itu berasal dari luar angkasa. Mereka mengingatkan bahwa efek kamera, ilusi optik, atau kesalahan interpretasi teknologi bisa saja menjadi penyebab.
Sebagai contoh, kasus terkenal “Go Fast” pada tahun 2015 yang sempat viral karena menunjukkan objek melaju sangat cepat, ternyata dijelaskan sebagai balon cuaca setelah dianalisis oleh All-domain Anomaly Resolution Office (AARO). Kecepatan ekstrem hanyalah efek dari sudut pengambilan gambar dan pengukuran kamera infrared.
Kesaksian Personel Angkatan Laut: “Objek Tic Tac” Muncul dari Laut
Selain video, sidang ini juga menghadirkan Alexandro Wiggins, seorang perwira senior Angkatan Laut AS. Ia bersaksi bahwa pada tahun 2023, saat bertugas di kapal USS Jackson, ia menyaksikan sendiri kemunculan objek aneh yang tidak bisa dijelaskan dengan teknologi konvensional.
“Saya melihat objek berbentuk Tic Tac, bercahaya, keluar dari laut, kemudian bergabung dengan tiga objek serupa di udara. Mereka menghilang dalam kecepatan tinggi, tanpa suara ledakan atau efek sonik,” ujar Wiggins.
Ia menekankan bahwa kesaksiannya bukan karangan atau sensasi, tetapi berdasarkan fakta yang terekam oleh sistem radar dan sensor kapal.
“Saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat dan yang direkam oleh sistem kami. Ini menyangkut keselamatan, intelijen militer, dan kepercayaan publik,” tegasnya.
Kongres Janjikan Sidang UAP Selanjutnya
Kongres AS menyatakan bahwa sidang ini bukanlah yang terakhir. Akan ada lebih banyak sidang lanjutan dalam waktu dekat yang akan membahas UAP secara menyeluruh, termasuk potensi teknologi asing, proyek rahasia pemerintah, serta kemungkinan ancaman nasional.
Para anggota parlemen, baik dari Partai Republik maupun Demokrat, semakin mendorong transparansi dan pengungkapan dokumen-dokumen rahasia yang selama ini belum bisa diakses publik. Dukungan juga datang dari mantan Presiden Donald Trump, yang menyatakan kesiapannya untuk “mengembalikan kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas”.
Fenomena Unidentified Aerial Phenomena (UAP) kembali menjadi sorotan publik dan Kongres Amerika Serikat. Dalam sidang terbaru, video mengejutkan menunjukkan rudal Hellfire memantul dari objek misterius, yang diduga sebagai UAP. Kesaksian dari personel militer dan video yang dirilis oleh whistleblower menambah urgensi investigasi.
Meski belum ada bukti pasti bahwa objek-objek ini berasal dari luar angkasa, Kongres AS berkomitmen untuk terus menyelidiki dan mengungkap kebenaran di balik UAP, demi keamanan nasional dan keterbukaan informasi bagi rakyat Amerika.
- Penulis: markom kabarjatengterkini

