Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » 93 Warga Gaza Tewas Ditembak Saat Antre Bantuan, PBB: Tragedi Kemanusiaan Terus Berulang

93 Warga Gaza Tewas Ditembak Saat Antre Bantuan, PBB: Tragedi Kemanusiaan Terus Berulang

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 356

Kabarjatengterkini.com – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Jalur Gaza. Sebanyak 93 warga Palestina dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel saat mereka tengah mengantre bantuan kemanusiaan, Minggu (20/7). Insiden memilukan ini terjadi di berbagai titik distribusi bantuan, menurut laporan Badan Pertahanan Sipil Gaza.

Juru bicara badan tersebut, Mahmud Basal, mengatakan bahwa penembakan berlangsung di beberapa wilayah, termasuk di Gaza utara, Rafah, dan Khan Yunis. Dari total korban tewas, 80 orang ditembak di wilayah utara Gaza, 9 orang tewas di dekat Rafah, dan 4 lainnya gugur di sekitar Khan Yunis.

“Warga sipil yang tengah mengantre makanan menjadi sasaran tembakan brutal,” ujar Mahmud Basal dalam pernyataannya yang dikutip oleh AFP.

Militer Israel Bantah Laporan, Klaim Beri Tembakan Peringatan

Menanggapi laporan tersebut, pihak militer Israel membantah jumlah korban yang disebutkan Badan Pertahanan Sipil Gaza. Mereka mengklaim bahwa pasukan di lapangan hanya melepaskan tembakan peringatan terhadap kerumunan yang dinilai “berpotensi membahayakan”.

Namun, kesaksian dari berbagai sumber di lokasi, termasuk lembaga internasional, justru menunjukkan kondisi yang jauh berbeda.

Konvoi Bantuan WFP Juga Jadi Sasaran Tembakan

World Food Programme (WFP), lembaga pangan milik PBB, melaporkan bahwa konvoi bantuan yang terdiri dari 25 truk pembawa makanan diserang saat melintasi wilayah perbatasan menuju Gaza. Konvoi tersebut membawa bantuan vital untuk warga sipil yang kelaparan akibat blokade dan konflik yang berkepanjangan.

“Konvoi bertemu dengan kerumunan warga sipil yang kelaparan dan langsung menjadi sasaran tembakan,” tulis pernyataan WFP.

Sejak akhir Mei 2025, lebih dari 800 warga Palestina dilaporkan tewas di lokasi distribusi bantuan, menurut data yang dikumpulkan oleh PBB. Ironisnya, kematian ini seolah telah menjadi “kejadian biasa” di tengah penderitaan panjang rakyat Palestina.

Saksi Mata: “Mereka Menembak Seperti Memburu Binatang”

Kondisi tragis yang terjadi di lapangan dikuatkan oleh kesaksian Qasem Abu Khater, warga Gaza City berusia 36 tahun. Ia menjadi saksi mata bagaimana pasukan Israel menembaki warga yang hanya ingin mendapatkan makanan.

“Karena kelangkaan makanan, warga menyerbu pusat bantuan. Tapi saat kami berdesak-desakan, mereka mulai menembak. Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana tank-tank menembakkan peluru secara acak ke arah kami,” kata Qasem dengan suara bergetar.

Ia juga menyebut penembak jitu Israel melepaskan tembakan dari jarak jauh, menargetkan warga sipil seperti sedang berburu hewan.

“Puluhan orang gugur di depan mata saya. Tak satu pun bisa diselamatkan. Kami hanya ingin makanan,” tambahnya.

Gaza di Ambang Kehancuran Kemanusiaan

Situasi di Gaza semakin mengkhawatirkan. Konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023 telah menyebabkan lebih dari 38.000 warga Palestina tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu, jutaan lainnya terpaksa mengungsi, kehilangan tempat tinggal, dan hidup dalam kekurangan.

Blokade terhadap pasokan makanan, air bersih, listrik, dan obat-obatan membuat krisis kemanusiaan di Gaza semakin parah. Bantuan dari dunia internasional pun sulit masuk karena pembatasan akses yang diberlakukan Israel.

PBB menyebut kelaparan ekstrem kini terjadi di berbagai wilayah Gaza. Banyak anak-anak menderita gizi buruk akut, sementara fasilitas kesehatan tidak lagi mampu melayani jumlah korban yang terus bertambah setiap harinya.

Seruan Internasional untuk Gencatan Senjata

Tragedi terbaru ini kembali memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan, LSM internasional, dan sejumlah negara. Mereka mendesak gencatan senjata segera serta akses tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pernyataan sebelumnya, menyebut Gaza sebagai “kuburan anak-anak” dan mendesak masyarakat internasional untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan warga sipil.

Penembakan terhadap warga Palestina yang tengah antre bantuan di Gaza bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga cermin dari kegagalan komunitas global untuk menghentikan kekerasan yang terus berlangsung. Dengan lebih dari 90 orang tewas hanya dalam satu hari, suara dunia untuk gencatan senjata permanen dan penghentian blokade Gaza semakin mendesak.

Selama dunia hanya mengutuk tanpa tindakan nyata, korban dari kekerasan ini akan terus bertambah, dan kemanusiaan akan terus terluka.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden RI Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Bicara Tentang Konflik Geopolitik, Klaim Indonesia Aman Jika PD III Pecah

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Presiden RI Prabowo Subianto bicara tentang konflik geopolitik yang semakin memanas, khususnya di area Timur Tengah, buntut eskalasi serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Lebanon dan Iran, hingga ancaman Perang Dunia (PD) ke-III. Meski demikian, Presiden RI meyakini yakin Indonesia tetap aman jika Perang Dunia ke-III pecah. Hal ini disampaikan oleh pimpinan tertinggi Indonesia […]

  • Jukir Tarik Tarif Parkir "Ngepruk" ke Pengemudi Mobil di Simpang Lima Semarang

    Jukir Tarik Tarif Parkir “Ngepruk” ke Pengemudi Mobil di Simpang Lima Semarang

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Juru parkir (jukir) di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, diduga menarik tarif parkir ngepruk kepada pengendara mobil. Terkait hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sudah meminta klarifikasi dari jukir bersangkutan. Menurut sebuah unggahan di media sosial, seorang pengemudi mobil mengaku diminta membayar Rp10 ribu setelah memarkirkan kendaraannya di kawasan Simpang Lima pada […]

  • Pemprov Ingin Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah, Disdik dan IPSI Jateng Siap Buatkan Roadmap

    Pemprov Ingin Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah, Disdik dan IPSI Jateng Siap Buatkan Roadmap

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 348
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) ingin pencak silat masuk dalam kurikulum pelajaran sekolah maupun ekstrakurikuler. Pencak silat bukan hanya sekadar seni bela diri, namun juga merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan Dinas Pendidikan menggandeng Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng untuk membuat roadmap. Roadmap tersebut […]

  • nasa

    Sejarah Baru Terukir: NASA Sukses Luncurkan Artemis II, Misi Berawak Pertama ke Bulan dalam 50 Tahun

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Umat manusia baru saja melangkah lebih dekat menuju era kolonisasi antariksa. Pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi mencatatkan sejarah melalui peluncuran misi Artemis II. Ini merupakan penerbangan lintas (flyby) berawak pertama ke Bulan sejak berakhirnya era Apollo lebih dari setengah abad yang lalu. Menggunakan roket paling kuat […]

  • Gaet Champion Lokal, Pemprov Terus Upayakan Harga Cabai di Pasar Stabil

    Gaet Champion Lokal, Pemprov Terus Upayakan Harga Cabai di Pasar Stabil

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengendalikan harga cabai di pasar. Sampai saat ini, terpantau harga cabai keriting di Jawa Tengah tetap berkisar di angka sekitar Rp50 ribu. Tak hanya itu, harga cabai keriting dan cabai rawit juga disebut memengaruhi deflasi pada Agustus 2025, masing-masing minus 0,01 persen dan minus 0,07 persen. Hal […]

  • israel

    Ketegangan Timur Tengah: Israel Tolak Tunduk pada Kesepakatan Washington-Teheran

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan sikap kerasnya untuk tetap melanjutkan operasi militer di wilayah Lebanon. Langkah berani ini diambil meskipun sekutu utama mereka, Amerika Serikat (AS), dilaporkan telah mencapai kesepakatan damai historis dengan Iran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah. Netanyahu menyatakan dengan gamblang bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan pernah […]

expand_less