Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Program Tanam 1 Panen 4 Kali Bakal Diuji Coba di 4 Daerah Jateng

Program Tanam 1 Panen 4 Kali Bakal Diuji Coba di 4 Daerah Jateng

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 180

 

Kabarjatengterkini.com – Empat daerah di Jawa Tengah akan menjadi tempat percontohan program budidaya padi Tanam 1 Panen 4 Kali (T1P4K). Di antaranya di Kendal, Sragen, Banjarnegara, dan satunya antara Banyumas atau Cilacap.

Program T1P4K tersebut diperkenalkan oleh delegasi Barisan Andalan Kesetiakawanan Pengentasan Kemiskinan (Bakti Taskin). Sebelumnya, program itu telah diuji coba di Jawa Barat selama lima tahun, hingga bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk perluasannya di daerah lain.

Gubernur Ahmad Luthfi membuka peluang kerja sama tersebut. Apalagi, program ini dinilai bisa membantu dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Pihaknya juga memastikan Pemprov Jateng siap membahas teknis terkait penerapan ke depannya.

“Prinsipnya, Provinsi Jawa Tengah membuka lebar peluang untuk kerja sama. Nanti teknisnya, bisa dibahas dengan Asisten Ekonomi dan Pembangunan serta Kepala Dinas Pertanian,” katanya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jateng , Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, program itu memungkinkan penguatan ekonomi dari rakyat, khususnya para petani. Ini memungkinkan petani memproduksi hasil panen padi berkualitas dengan kuantitas melimpah.

“Konsentrasinya tadi adalah padi. Di mana mereka akan mengembangkan suatu koperasi, yang melibatkan masyarakat untuk memproduksi padi berkualitas. Programnya adalah sekali tanam bisa empat kali panen,” terangnya.

Petani juga akan diajari bagaimana membentuk manajemen kawasan petani, sehingga petani tidak hanya menjadi produsen, namun juga pelaku usaha.

“Jadi dengan sekali tanam bisa panen sebanyak empat kali. Ini dapat mempersingkat masa panen,” Wakil Ketua Umum Bakti Taskin, Diyan Anggraini.

Selain program T1P4K, Bakti Taskin juga akan kenalkan program koperasi multipihak. Koperasi tersebut memberikan keuntungan kepada petani. Sebab, antara petani, penggilingan, sampai pembeli berada pada satu rantai atau lembaga. (*)

 

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Jateng Upayakan Perluasan Pelatihan Tanggap Bencana Terhadap Para Difabel

    Pemprov Jateng Upayakan Perluasan Pelatihan Tanggap Bencana Terhadap Para Difabel

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengupayakan pelatihan tanggap bencana ke masyarakat. Upaya ini juga menyasar para difabel di wilayahnya. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengatakan bahwa pelatihan tanggap kebencanaan terhadap difabel penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan saat terjadi bencana. Sehingga, pihaknya berkoordinasi dengan PMI dan BPBD terkait hal ini. “Kawan-kawan difabel […]

  • KGPA Tedjowulan

    Penunjukan KGPA Tedjowulan Jadi Pelaksana Pemanfaatan Cagar Budaya Keraton Solo Tuai Polemik

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Surakarta, Kabarjatengterkini.com – Penunjukan KGPA Tedjowulan sebagai Pelaksana Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo, menuai polemik. Polemik berawal saat Pakubuwono (PB) XIV Purbaya menolak penunjukan KGPA Tedjowulan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Pihaknya juga disebut bakal menggugat SK nomor 8 tahun 2026 berisi penunjukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menanggapi […]

  • Embung Alastuwo, di Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

    Sambut Musim Kemarau, Pemprov Jateng Pastikan Embung Berfungsi Optimal

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menginstruksikan pengecekan seluruh embung dan irigasi di masing-masing wilayah dalam rangka antisipasi musim kemarau kering. Pengecekan secara berkala dilakukan guna memastikan kebutuhan air baku untuk rumah tangga dan lahan pertanian terpenuhi selama musim kemarau. Dengan demikian, musim kemarau kering yang diprediksi mulai bulan April 2026 tidak mengganggu […]

  • Pemkab Rembang Perkuat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Lewat SP4N-LAPOR!

    Pemkab Rembang Perkuat Pengelolaan Pengaduan Masyarakat Lewat SP4N-LAPOR!

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang perkuat pengelolaan pengaduan masyarakat lewat SP4N-LAPOR!. Layanan ini diharapkan bisa meningkatkan responsivitas pengelola terhadap aduan masyarakat yang masuk dalam kanal resmi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Rembang Gantiarto dalam acara Konsolidasi Pengelolaan Aduan Masyarakat melalui SP4N-LAPOR! di salah satu hotel di Jalur […]

  • WN Inggris Mengamuk di Tempat Penitipan Hewan Kawasan Ciputat, Diduga Gangguan Jiwa

    WN Inggris Mengamuk di Tempat Penitipan Hewan Kawasan Ciputat, Diduga Gangguan Jiwa

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Warga negara (WN) Inggris, inisial DH (32), mengamuk di penitipan hewan peliharaan kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Ia diduga mengalami gangguan kejiwaan berupa delusi dan halusinasi. DH sebelumnya dilaporkan oleh masyarakat karena dianggap merusuh di tempat penitipan hewan, dengan menolak membayar biaya penitipan kucingnya, hingga mendorong-dorong pagar. Selain itu, ia juga didapati membawa senjata […]

  • apbn

    Istana Respons Usulan Bangun Ponpes dengan APBN

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan penjelasan mengenai usulan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun pondok pesantren (ponpes), khususnya pasca-peristiwa ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut Prasetyo, rencana ini masih dalam tahap kajian pemerintah untuk memastikan langkah yang paling tepat dalam menangani masalah ketahanan fisik […]

expand_less