Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Warga Terdampak Tanah Gerak di Desa Padasari Tegal Bakal Direlokasi, Pemprov Lakukan Asesmen Geologi

Warga Terdampak Tanah Gerak di Desa Padasari Tegal Bakal Direlokasi, Pemprov Lakukan Asesmen Geologi

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 171

Tegal, Kabarjatengterkini.com – Warga terdampak tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, bakal direlokasi ke kawasan hunian sementara (huntara). Sebelum pembangunan Huntara, Pemprov Jawa Tengah lebih dulu melakukan kajian secara geologi.

Adapun asesmen dilakukan di empat lokasi, yakni tiga calon lahan dan satu lokasi merupakan eksisting milik Perhutani. Asesmen geologi dilakukan guna memastikan kondisi tanah aman untuk pembangunan Huntara, sekaligus mempercepat upaya relokasi.

“Kami sedang melakukan asesmen geologi terhadap empat lokasi, terdiri dari tiga calon lahan relokasi, dan satu lokasi pondok pesantren eksisting milik Perhutani, yang direncanakan menjadi tempat relokasi,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Agus Sugiharto, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, tiga calon lahan yang dicek berada di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara dengan luasan masing-masing 3,238 hektare, 5,081 hektare, hingga 10,042 hektare.

“Kajian ini diperkirakan memakan waktu minimal tiga hari, untuk memastikan stabilitas tanah dan kelayakan lokasi bagi pembangunan hunian,” katanya.

Relokasi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesiapan lahan yang diterbitkan. Nantinya, setiap rumah akan dilengkapi dengan sertifikat resmi.

Sebelumnya, tanah gerak terjadi di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, sejak Selasa (3/2/2026). Hingga kini, tercatat 596 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa terdampak bencana tanah gerak dan tersebar di sembilan titik pengungsian.

“Pelayanan kebutuhan dasar warga terus berjalan. Saat ini terdapat empat dapur umum yang melayani para pengungsi, disiapkan oleh pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Percepat Penerbitan SLHS untuk SPPG Jateng: Bukan Berarti Diobral

    Pemprov Percepat Penerbitan SLHS untuk SPPG Jateng: Bukan Berarti Diobral

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 229
    • 0Komentar

        Kabarjatengterkini.com – Penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah bakal dipercepat. Hal ini dilakukan demi melancarkan operasional seluruh SPPG di wilayahnya. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penerbitan setifikat dilakukan sesuai alur dan koridor aturan, sehingga tidak mengurangi esensi keamanan pangan. Terlebih, hal itu […]

  • Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang di Turunan Silayur, Perbaikan Butuh Anggaran Rp60 M

    Disebut Ada Kesalahan Tata Ruang, Perbaikan Turunan Silayur Butuh Anggaran Rp60 M

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Kawasan turunan Silayur di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Ngaliyan, disebut sebagai kesalahan tata ruang. Hal ini dinilai jadi salah satu faktor rawan kecelakaan di area tersebut. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng. Menurutnya, kemiringan turunan Silayur tidak layak jika dilewati kendaraan-kendaraan besar, sehingga ia menilai ada tata ruang […]

  • kpk

    KPK Bongkar Sisi Gelap Koruptor: 81% Uang Korupsi Dipakai Manjakan Sugar Baby!

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Kasus korupsi di Indonesia kini tidak hanya berkutat pada angka kerugian negara yang fantastis, tetapi juga mulai menyingkap sisi gelap gaya hidup pelakunya. Fakta terbaru yang diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa aliran dana hasil korupsi kini merambah ke ranah personal yang lebih luas, termasuk membiayai gaya hidup mewah para wanita simpanan […]

  • pati

    Serba-serbi Pemeriksaan Bupati Pati Sudewo oleh KPK Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta Api

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com— Bupati Pati, Sudewo, menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (27/8/2025), terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus suap proyek pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan. Sudewo hadir di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.45 WIB dengan mengenakan setelan batik dan didampingi tim kuasa hukum. Kehadirannya kali ini […]

  • ASN di Pekalongan Terobos Jalan yang Dicor, Kerugian Hingga Rp25 Juta Rupiah

    ASN di Pekalongan Terobos Jalan yang Dicor, Kerugian Hingga Rp25 Juta Rupiah

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Kota Pekalongan nekat menerobos jalan yang belum kering dicor. Mirisnya, hal itu menyebabkan timbulnya kerugian yang tidak sedikit, yakni mencapai puluhan juta rupiah. Bagian jalan yang terdampak diketahui berada di tahap pengerjaan lantai kerja atau lean concreate (LC). Tebal jalan sekitar 10 sentimeter dengan volume beton sekitar 18 […]

  • Polda Metro Jaya Tangkap ‘Profesor R’, Penyebar Tutorial Pembuatan Bom Molotov

    Polda Metro Jaya Tangkap ‘Profesor R’, Penyebar Tutorial Pembuatan Bom Molotov

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta, Patitimes.com – Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pria berinisial RAP yang diduga berperan sebagai penyebar bom molotov yang digunakan dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Jakarta. Penangkapan ini dilakukan setelah polisi menyelidiki jaringan yang terlibat dalam menyebarkan bahan-bahan berbahaya untuk digunakan dalam demo yang terjadi beberapa waktu lalu. RAP Diduga Koordinator Penyebar […]

expand_less