Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Waspada! Ini 12 Penyebab Campak yang Bisa Menyerang Anak dan Dewasa

Waspada! Ini 12 Penyebab Campak yang Bisa Menyerang Anak dan Dewasa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
  • visibility 67

Kabarjatengterkini.com- Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ditandai dengan ruam kemerahan, demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Meskipun sudah ada vaksin campak yang efektif, penyakit ini masih sering menyerang anak-anak dan orang dewasa yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Mengetahui penyebab campak sangat penting agar pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan lebih efektif. Berikut 12 penyebab campak yang harus diwaspadai, termasuk beberapa yang sering diabaikan.

1. Virus Campak (Measles Virus)

Penyebab utama campak adalah infeksi virus paramyxovirus dari genus Morbillivirus. Virus ini sangat menular dan bisa menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Seseorang yang belum divaksin memiliki risiko tinggi tertular jika berada dekat dengan pasien campak.

2. Tidak Mendapatkan Vaksinasi

Salah satu penyebab paling umum campak adalah tidak menerima vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) atau hanya mendapatkan satu dosis dari dua dosis yang dianjurkan. Kekurangan vaksin membuat sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan virus saat terpapar.

3. Sistem Imun Lemah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, pasien kanker, atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi, lebih rentan terhadap infeksi campak. Virus dapat berkembang lebih cepat dan menimbulkan komplikasi serius.

4. Kontak Dekat dengan Penderita Campak

Campak sangat menular. Kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, baik di rumah, sekolah, maupun area publik, meningkatkan risiko penularan. Virus dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.

5. Kurangnya Kebersihan Lingkungan

Meskipun virus campak menyebar melalui udara, kebersihan lingkungan tetap berperan. Area yang padat, ventilasi buruk, dan sanitasi rendah mempermudah penyebaran virus. Penderita lebih mudah menularkan penyakit pada orang lain di lingkungan yang tidak bersih.

6. Perjalanan ke Daerah Endemik

Berada di wilayah yang memiliki kasus campak tinggi, termasuk negara lain, bisa menjadi faktor risiko. Wisatawan atau migran yang belum divaksin lebih berisiko terinfeksi saat berada di daerah endemik.

7. Usia Rentan Anak-anak

Anak-anak di bawah lima tahun sangat rentan terhadap campak karena sistem imun mereka masih berkembang. Kekurangan gizi pada anak juga memperburuk daya tahan tubuh sehingga infeksi virus lebih mudah terjadi.

8. Paparan Virus dari Ibu ke Anak

Bayi yang lahir dari ibu yang tidak memiliki kekebalan terhadap campak atau belum divaksinasi memiliki risiko tinggi tertular virus, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan sebelum vaksinasi pertama diberikan.

9. Stres Berat atau Kelelahan

Meskipun jarang disadari, kondisi stres berat atau kelelahan bisa melemahkan sistem imun. Tubuh yang lemah akan lebih mudah diserang virus campak jika terpapar.

10. Kondisi Gizi Buruk

Kurangnya asupan vitamin A, protein, dan nutrisi penting dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Anak-anak dengan malnutrisi lebih berisiko mengalami campak dan komplikasi serius, termasuk diare dan infeksi paru-paru.

11. Paparan Virus Melalui Udara Tertutup

Berkumpul di ruangan tertutup, seperti ruang kelas, rumah sakit, atau transportasi umum, meningkatkan risiko penularan. Virus campak bisa bertahan hingga beberapa jam di udara atau permukaan benda yang baru disentuh penderita.

12. Mengabaikan Gejala Awal

Gejala awal campak sering dianggap flu biasa, seperti demam ringan, pilek, atau batuk. Mengabaikan gejala awal dapat memperburuk kondisi dan memungkinkan virus menyebar ke orang lain sebelum diagnosis dilakukan.

Pencegahan Campak

Cara paling efektif mencegah campak adalah vaksinasi lengkap. Dua dosis vaksin MMR dianjurkan, biasanya pada usia 9 bulan dan 18 bulan untuk anak-anak.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari kontak dengan penderita campak adalah langkah penting. Anak-anak dengan gizi baik dan sistem imun kuat juga lebih terlindungi dari komplikasi serius.

Campak masih menjadi penyakit menular yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan lemah. Dengan mengenali 12 penyebab campak, termasuk faktor yang sering diabaikan seperti stres, gizi buruk, dan gejala awal yang ringan, masyarakat dapat lebih waspada.

Pencegahan melalui vaksinasi dan menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi langkah utama agar penyakit ini tidak menyebar.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemeriksaan

    Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Reza Arap dan Kerabat Terkait Kematian Lula Lahfah

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Polres Metro Jakarta Selatan terus mendalami kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah yang ditemukan tak bernyawa di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan. Sejumlah saksi dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk memberikan keterangan guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti kematian korban. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, pihaknya telah mengagendakan pemanggilan beberapa saksi yang merupakan […]

  • Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

    Insan Pers Jadi Jembatan Antara Pemerintah dan Masyarakat

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 87
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Insan pers diharapkan tak hanya berperan menyebarkan informasi dan edukasi, melainkan juga turut menyampaikan kritik dan saran kepada pemerintah. Hal ini sesuai dengan mekanisme collaborative government yang diusung Pemprov Jateng. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan, kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari elemen pemerintah, tokoh, masyarakat, akademisi, serta insan pers diharapkan bisa […]

  • 8 Manfaat Pohon Pule untuk Kesehatan, Punya Khasiat Antimikroba

    8 Manfaat Pohon Pule untuk Kesehatan, Punya Khasiat Antimikroba

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Pohon pule (Alstonia scholaris) merupakan salah satu tanaman yang sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai daerah, khususnya di Asia Tenggara. Selain dikenal sebagai pohon peneduh yang tumbuh subur di lingkungan tropis, pohon pule juga memiliki segudang manfaat kesehatan yang luar biasa, terutama berkat kandungan senyawa aktifnya yang bersifat antimikroba. Artikel ini akan […]

  • trans7

    LPBH PBNU Laporkan Trans7 ke Bareskrim Polri Terkait Tayangan yang Diduga Menghina Pesantren Lirboyo

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) pada Kamis (16/10/2025) melaporkan stasiun televisi Trans7 ke Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Laporan ini terkait dengan tayangan program Xpose Uncensored yang disiarkan pada 13 Oktober 2025, yang dinilai mengandung unsur ujaran kebencian serta penghinaan terhadap pesantren dan tokoh agama, […]

  • Pemprov Jateng Percepat Pembangunan 10 Embung di Daerah, Rampung Tahun Ini

    Pemprov Jateng Percepat Pembangunan 10 Embung di Daerah, Rampung Tahun Ini

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Provinsi Jawa Tengah disebut sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional, sekaligus yang berkontribusi dalam ketahanan pangan. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, Pemprov Jateng terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pertanian. Salah satu infrastruktur yang dikebut adalah pembangunan 10 embung di berbagai daerah yang menelan anggaran ratusan miliar rupiah. Dari jumlah tersebut, delapan embung […]

  • Angka Kematian Ibu di Jateng Sebanyak 245 Kasus, Speling Bakal Kian Digencarkan

    Angka Kematian Ibu di Jateng Sebanyak 245 Kasus, Speling Bakal Kian Digencarkan

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 80
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Kasus kematian ibu di Jawa Tengah tahun ini berada di angka 245 kasus per September, sementara tahun 2024 lalu mencapai 320 kasus. Dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI), program Speling akan semakin digencarkan. “Tahun ini Alhamdulillah sudah ada penurunan, tetapi kami ingin lebih signifikan lagi,” Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah […]

expand_less