Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Waspada! Ini 12 Penyebab Campak yang Bisa Menyerang Anak dan Dewasa

Waspada! Ini 12 Penyebab Campak yang Bisa Menyerang Anak dan Dewasa

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
  • visibility 159

Kabarjatengterkini.com- Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ditandai dengan ruam kemerahan, demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Meskipun sudah ada vaksin campak yang efektif, penyakit ini masih sering menyerang anak-anak dan orang dewasa yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Mengetahui penyebab campak sangat penting agar pencegahan dan pengobatan bisa dilakukan lebih efektif. Berikut 12 penyebab campak yang harus diwaspadai, termasuk beberapa yang sering diabaikan.

1. Virus Campak (Measles Virus)

Penyebab utama campak adalah infeksi virus paramyxovirus dari genus Morbillivirus. Virus ini sangat menular dan bisa menyebar melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Seseorang yang belum divaksin memiliki risiko tinggi tertular jika berada dekat dengan pasien campak.

2. Tidak Mendapatkan Vaksinasi

Salah satu penyebab paling umum campak adalah tidak menerima vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) atau hanya mendapatkan satu dosis dari dua dosis yang dianjurkan. Kekurangan vaksin membuat sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan virus saat terpapar.

3. Sistem Imun Lemah

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, pasien kanker, atau mereka yang sedang menjalani kemoterapi, lebih rentan terhadap infeksi campak. Virus dapat berkembang lebih cepat dan menimbulkan komplikasi serius.

4. Kontak Dekat dengan Penderita Campak

Campak sangat menular. Kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, baik di rumah, sekolah, maupun area publik, meningkatkan risiko penularan. Virus dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan.

5. Kurangnya Kebersihan Lingkungan

Meskipun virus campak menyebar melalui udara, kebersihan lingkungan tetap berperan. Area yang padat, ventilasi buruk, dan sanitasi rendah mempermudah penyebaran virus. Penderita lebih mudah menularkan penyakit pada orang lain di lingkungan yang tidak bersih.

6. Perjalanan ke Daerah Endemik

Berada di wilayah yang memiliki kasus campak tinggi, termasuk negara lain, bisa menjadi faktor risiko. Wisatawan atau migran yang belum divaksin lebih berisiko terinfeksi saat berada di daerah endemik.

7. Usia Rentan Anak-anak

Anak-anak di bawah lima tahun sangat rentan terhadap campak karena sistem imun mereka masih berkembang. Kekurangan gizi pada anak juga memperburuk daya tahan tubuh sehingga infeksi virus lebih mudah terjadi.

8. Paparan Virus dari Ibu ke Anak

Bayi yang lahir dari ibu yang tidak memiliki kekebalan terhadap campak atau belum divaksinasi memiliki risiko tinggi tertular virus, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupan sebelum vaksinasi pertama diberikan.

9. Stres Berat atau Kelelahan

Meskipun jarang disadari, kondisi stres berat atau kelelahan bisa melemahkan sistem imun. Tubuh yang lemah akan lebih mudah diserang virus campak jika terpapar.

10. Kondisi Gizi Buruk

Kurangnya asupan vitamin A, protein, dan nutrisi penting dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Anak-anak dengan malnutrisi lebih berisiko mengalami campak dan komplikasi serius, termasuk diare dan infeksi paru-paru.

11. Paparan Virus Melalui Udara Tertutup

Berkumpul di ruangan tertutup, seperti ruang kelas, rumah sakit, atau transportasi umum, meningkatkan risiko penularan. Virus campak bisa bertahan hingga beberapa jam di udara atau permukaan benda yang baru disentuh penderita.

12. Mengabaikan Gejala Awal

Gejala awal campak sering dianggap flu biasa, seperti demam ringan, pilek, atau batuk. Mengabaikan gejala awal dapat memperburuk kondisi dan memungkinkan virus menyebar ke orang lain sebelum diagnosis dilakukan.

Pencegahan Campak

Cara paling efektif mencegah campak adalah vaksinasi lengkap. Dua dosis vaksin MMR dianjurkan, biasanya pada usia 9 bulan dan 18 bulan untuk anak-anak.

Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan secara rutin, dan menghindari kontak dengan penderita campak adalah langkah penting. Anak-anak dengan gizi baik dan sistem imun kuat juga lebih terlindungi dari komplikasi serius.

Campak masih menjadi penyakit menular yang berbahaya, terutama bagi anak-anak dan individu dengan sistem kekebalan lemah. Dengan mengenali 12 penyebab campak, termasuk faktor yang sering diabaikan seperti stres, gizi buruk, dan gejala awal yang ringan, masyarakat dapat lebih waspada.

Pencegahan melalui vaksinasi dan menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi langkah utama agar penyakit ini tidak menyebar.

 

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • ihsg

    IHSG Melemah ke Level 7.895 di Tengah Ketegangan Aksi Demo dan Insiden Rantis Polisi

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta, Kabarjatengterkini.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan hari ini, Jumat (29/8/2025), seiring ketidakpastian yang kembali mencuat akibat meningkatnya tensi politik dan sosial dalam negeri. IHSG turun 56,19 poin atau 0,71 persen ke level 7.895,89 setelah sempat menembus rekor psikologis 8.000 pada perdagangan sebelumnya. Pelemahan IHSG pagi ini turut diikuti oleh […]

  • layanan

    TransJakarta Hentikan Layanan Seluruh Rute Pasca Demonstrasi di Jakarta

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Seluruh rute TransJakarta dihentikan operasionalnya pasca aksi demonstrasi yang berlangsung sejak Jumat (29/8/2025) di Jakarta. Hal ini diumumkan oleh TransJakarta melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Sabtu (30/8) pagi. Menurut pihak TransJakarta, keputusan untuk menghentikan seluruh layanan ini diambil karena situasi yang tidak kondusif dan demi memastikan keselamatan para penumpang dan petugas. “Mengingat situasi […]

  • muktamar

    Muktamar X PPP Ricuh: Mardiono vs Agus Suparmanto Saling Klaim Kemenangan

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berlangsung pada 27-29 September 2025 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, berakhir ricuh dan memunculkan dualisme kepemimpinan di tubuh partai berlambang Ka’bah ini. Kericuhan tersebut menyebabkan tiga kader PPP terluka akibat pukulan dan lemparan kursi dalam insiden yang dipicu oleh persaingan dua kubu, yakni kubu Mardiono dan […]

  • Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    Pengemudi di Sleman Nyaris Dihajar Warga Usai Tabrak Orang

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    kabarjatengterkini.com – Seorang pengemudi di Sleman nyaris dihajar warga usai menabram seorang pria diduga debt collector. Awalnya, pengemudi mobil berinisial S (31) bersama wanita berinisial SK (39) tengah makan di rumah makan Padang Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Senin (7/7/2025). Namun saat hendak pergi, mereka didatangi pria diduga debt collector. “Saat hendak meninggalkan lokasi, […]

  • french fries

    Makan French Fries Tiga Kali Seminggu Bisa Picu Diabetes Tipe 2: Ini Penjelasan Ilmiahnya

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– French fries, atau kentang goreng, merupakan salah satu camilan favorit di seluruh dunia. Rasanya yang gurih dan renyah membuatnya jadi pilihan banyak orang, baik sebagai makanan ringan maupun pelengkap hidangan utama. Namun, tahukah Anda bahwa makan French fries terlalu sering bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan? Terlebih jika dikonsumsi tiga kali seminggu, kebiasaan ini […]

  • Usulan Pembangunan Hunian Korban Bencana di Sumatera, Anggaran Mulai Rp30 Juta

    Usulan Pembangunan Hunian Korban Bencana di Sumatera, Anggaran Mulai Rp30 Juta

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Korban terdampak banjir dan tanah longsor Sumatera disebut bakal terima bantuan dalam bentuk hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Diketahui, ada puluhan ribu rumah yang rusak akibat bencana tersebut. “Rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah baik yang rusak berat-rusak berat ini termasuk yang hilang kena sapu banjir-kemudian rusak sedang, dan […]

expand_less