Menkes RI Sebut Campak adalah Penyakit Paling Menular
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 11

Foto: ilustrasi (Sumber: istock)
Kabarjatengterkini.com – Tingkat penularan campak diperkirakan bisa enam kali lebih tinggi dari virus Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahkan menyebutkan bahwa campak merupakan penyakit yang paling mudah menular.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dengan membandingkan penularan campak dengan Covid-19. Menurutnya, pasien Covid-19 bisa menularkan virus kepada 3-4 orang sekaligus, sedangkan campak bisa mencapai 15-18 orang.
“Jadi kalau Covid dulu di awal-awal satu orang nularin tiga, nularin empat, waktu Omicron bisa delapan gitu ya. Nah, campak ini satu orang bisa nularin sampai 18. Katanya sih rata-rata 15,” kata Budi, Senin (20/4/2026), dikutip CNN Indonesia.
“Jadi ini penyakit yang di seluruh dunia, penyakit menular yang paling menular. Paling menular,” imbuhnya.
Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat agar tidak panik karena penyakit ini masih bisa ditangani dengan perawatan medis, serta bisa dicegah menggunakan vaksin.
Selain itu, meski termasuk penyakit yang paling menular, campak tidak mematikan seperti ebola atau TBC. Tingkat fatalitas penyakit tersebut terjadi karena efek samping, misalnya infeksi di paru-paru atau otak.
“Tidak semematikan penyakit seperti Ebola atau even Tuberkulosis, dan penyebab kematiannya adalah karena efek sampingnya, karena efek sampingnya,” terang dia.
“Jadi meninggalnya karena efek samping dari penyakit ini sendiri, sama seperti Covid juga meninggalnya karena efek samping dari antibodinya kita terhadap virus itu,” katanya lagi. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

