Pemkot Semarang Upayakan Uji Coba Bus Listrik Ramah Disabilitas
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Kam, 5 Mar 2026
- visibility 54

Foto: Pemkot Semarang Upayakan Uji Coba Bus Listrik Berjalan Maksimal (Sumber: Pemkot Semarang)
Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih mengkaji rencana penggunaan bus listrik sebagai transportasi publik. Pasalnya, masih diperlukan pertimbangan mengenai desain bus yang ramah disabilitas.
Wali Kota Semarang menyebutkan, desain bus agar ramah disabilitas harus menggunakan low deck. Namun, di sisi lain, wilayah Semarang bawah sering menjadi langganan banjir, sehingga lebih cocok menggunakan high deck.
“Ada berbagai macam usulan salah satunya karena Semarang mengalami banjir maka minta high deck supaya kalau lewat banjir tidak masuk airnya tapi tidak ramah disabilitas, harus low deck sekitar 30 cm untuk ramah disabilitas,” jelasnya baru-baru ini.
Selanjutnya, Pemkot Semarang mengupayakan revitalisasi saluran untuk meminimalisir adanya genangan, terutama di wilayah yang akan dilalui bus listrik. Adapun kawasan yang sering tergenang air di antaranya Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Ahmad Dahlan.
“Jika ada genangan banjir maka kita akan lakukan proses revitalisasi saluran di manapun berada terutama wilayah yang beririsan dari Mangkang sampai Pedurungan,” terang Agustina.
“Yang paling parah di mana air surut susah itu Simpang Lima tahun ini kita selesaikan, lalu sepanjang Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, Gajahmada kita bereskan,” lanjut dia.
Menurutnya, dengan revitalisasi saluran air, tidak hanya uji coba bus listrik yang berjalan lancar dan maksimal, melainkan juga bisa menjadi salah satu solusi permasalahan banjir di Kota Semarang.
Sebelumnya, bus listrik untuk transportasi umum yang dikelola oleh BLU Trans Semarang telah diuji coba di daerah yang memiliki medan datar, seperti jalur Mangkang hingga Penggaron. Adapun tujuan rencana penggunaan bus listrik untuk mengurangi emisi gas buang dari transportasi umum.
“Kota Semarang ini kan wilayahnya ada yang lembah, bukit maka kita pilih jalur yang flat dulu untuk uji coba. Tapi memang kami niatkan untuk mengurangi emisi gas buang yakni memasifkan operasional bus listrik,” kata Agustina. (adv)
- Penulis: Anisya Gusti

