Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Macan Tutul Ditemukan di Bandung, Langsung Dikirim ke Cikananga untuk Rehabilitasi

Macan Tutul Ditemukan di Bandung, Langsung Dikirim ke Cikananga untuk Rehabilitasi

  • account_circle markom kabarjatengterkini
  • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
  • visibility 224

Kabarjatengterkini.com- Macan tutul yang ditemukan di area Hotel Anugerah, Bandung, kini telah tiba di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Sukabumi, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan penuh perawatan.

Keputusan ini diambil setelah kondisi satwa tersebut dinyatakan membaik usai proses pembiusan yang dilakukan oleh pihak berwenang.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Agus Arianto, mengonfirmasi bahwa macan tutul tersebut dibawa langsung ke Cikananga pada Selasa, 7 Oktober 2025, setelah keberangkatan dari Hotel Anugerah pada pukul 21.00 WIB, Senin (6/10).

“Pagi ini baru kita titip rawatkan, baru sampai ke lokasinya di Sukabumi,” ujar Agus dalam wawancara dengan kumparan.

Perjalanan yang Hati-hati

Proses evakuasi macan tutul ini dilakukan secara hati-hati dan terencana. Agus menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk memastikan kondisi satwa tersebut benar-benar stabil sebelum dilakukan perjalanan lebih lanjut. “Kita biarkan dulu sampai kondisinya fit, baru kita lanjutkan untuk evakuasi. Kita titip rawatkan ke Cikananga,” tambahnya.

Selama perjalanan, tim BBKSDA melakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan kesehatan macan tutul tersebut.

Agus menyebutkan bahwa perjalanan menuju Cikananga memakan waktu sekitar 5 hingga 6 jam. “Pokoknya kita juga pelan-pelan bawanya, karena kita kan sebentar-sebentar harus cek, gitu ya, istirahat, cek kondisinya, jalan lagi,” ungkapnya.

Rencana Awal dan Perubahan Lokasi Penampungan

Sebelumnya, macan tutul ini direncanakan akan dibawa terlebih dahulu ke Lembaga Konservasi Lembang Park & Zoo untuk menjalani rehabilitasi sementara sebelum akhirnya dipindahkan ke Cikananga.

“Rencananya memang akan dibawa ke Lembang Park & Zoo untuk rehabilitasi, kemudian akan lanjut ke Cikananga untuk rehabilitasi khusus,” kata Humas BBKSDA, Ery Mildranaya, pada Senin (6/10) lalu.

Namun, setelah evaluasi lebih lanjut, pihak BBKSDA memutuskan untuk langsung membawa macan tutul tersebut ke Cikananga. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan spesifik satwa liar tersebut, yang memerlukan rehabilitasi lebih intensif.

Observasi dan Penanganan Stres Satwa

Macan tutul yang ditemukan di kawasan hotel tersebut, diperkirakan mengalami stres akibat penangkaran dan interaksi manusia yang intens.

Ery Mildranaya menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan observasi lebih lanjut sebelum memulai proses rehabilitasi yang lebih mendalam. “Kami akan lakukan observasi terlebih dahulu karena bagaimanapun ini satwa liar, dia pun akan mengalami stres sama seperti kita,” jelas Ery.

Proses observasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa macan tutul tersebut tidak mengalami trauma lebih lanjut yang dapat mempengaruhi kesehatannya. “Jadi akan diobservasi terlebih dahulu, setelah diobservasi direncanakan sesuai arahan pimpinan, kita akan lakukan rehabilitasi sementara di Cikananga,” lanjutnya.

Penyelamatan Satwa Liar dan Konservasi

Kasus penemuan macan tutul ini merupakan pengingat penting tentang pentingnya upaya penyelamatan satwa liar yang terdampak oleh kegiatan manusia, baik itu melalui perburuan, kerusakan habitat, atau bahkan kebingungan satwa liar yang masuk ke area permukiman atau tempat wisata. Sebagai spesies yang dilindungi, macan tutul harus mendapatkan perlindungan maksimal dan penanganan yang tepat agar bisa bertahan hidup di alam liar.

BBKSDA dan lembaga konservasi lainnya berperan penting dalam memastikan satwa liar ini mendapatkan rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhannya, agar nantinya dapat dikembalikan ke habitat alaminya setelah dinyatakan sehat dan mampu bertahan hidup secara mandiri.

Peran Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga

Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga yang terletak di Sukabumi memiliki peran yang sangat penting dalam rehabilitasi satwa liar yang terluka atau terperangkap di lingkungan manusia.

Pusat ini dikenal memiliki fasilitas yang memadai untuk merawat berbagai satwa liar yang terancam punah atau yang terganggu kesehatannya akibat stres atau trauma.

Cikananga juga berfungsi sebagai pusat pendidikan dan informasi mengenai pentingnya konservasi satwa liar. Selain menangani kasus-kasus seperti macan tutul ini, Cikananga aktif dalam kampanye penyelamatan satwa serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Perjalanan macan tutul dari Hotel Anugerah Bandung ke Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga Sukabumi menunjukkan komitmen kuat dari pihak BBKSDA dan lembaga konservasi lainnya dalam menjaga kelangsungan hidup satwa liar.

Penanganan yang hati-hati dan profesional terhadap satwa ini menjadi bukti bahwa pentingnya kesadaran akan konservasi dan perlindungan satwa liar harus terus didorong di berbagai lapisan masyarakat.

Dengan rehabilitasi yang tepat, diharapkan macan tutul tersebut dapat kembali ke alam bebas, hidup di habitatnya yang alami tanpa gangguan manusia. Semoga kejadian ini juga menjadi langkah positif dalam melibatkan masyarakat lebih luas dalam upaya penyelamatan satwa liar Indonesia.

  • Penulis: markom kabarjatengterkini

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    Ratusan Warga Brebes Suspek Campak, 4 Dinyatakan Positif

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Sebanyak empat warga Brebes dinyatakan positif campak menurut pemeriksaan laboratorium. Temuan kasus campak ini diiringi dengan peningkatan suspek pada beberapa hari terakhir, yakni dari 197 orang menjadi 202 orang. “Dicurigai kasus campak atau suspek per hari ini 202 kasus. Di hari kemarin (Selasa) ada 197. Jadi per hari ini ada penambahan 5 kasus […]

  • Waspada! 6 Gunung Berstatus Siaga di Indonesia Saat Ini, Ada di Pulau Sumatera Hingga NTT

    Waspada! 6 Gunung Berstatus Siaga di Indonesia Saat Ini, Ada di Pulau Sumatera Hingga NTT

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Ada enam gunung yang kini berstatus siaga atau berada di Level III. Gunung aktif tersebut tersebar di beberapa daerah, mulai dari Pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunung berstatus siaga pertama adalah Anak Krakatau di Selat Sunda dan Lampung Selatan yang mengalami erupsi sejak Sabtu (5/9/2026) pagi. Akibat erupsi tersebut, abu vulkanik […]

  • Pemkot Salatiga Terbuka pada Pengembangan Kajian Prasejarah di Daerahnya

    Pemkot Salatiga Terbuka pada Pengembangan Kajian Prasejarah di Daerahnya

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 194
    • 0Komentar

      Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terbuka pada pengembangan edukasi prasejarah di wilayahnya. Hal ini diperkuat dengan penyambutan profesor dan arkeolog paleolitik asal Prancis, François Sémah pada Senin (13/10/2025) kemarin. Sebagai informasi, Profesor Sémah dikenal sebagai salah satu arkeolog yang banyak memberikan kontribusi dalam penelitian prasejarah di Indonesia. Ia juga telah berkolaborasi dengan para […]

  • Peternakan Sapi Perah Skala Besar Siap Dibangun di Brebes

    Peternakan Sapi Perah Skala Besar Siap Dibangun di Brebes

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Brebes, Kabarjatengterkini.com – Peternakan sapi perah berskala besar bakal dibangun untuk memproduksi susu nasional. Rencananya, peternakan berkapasitas 30 ribu ekor itu bakal dibangun di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Proyek ini dikerjakan di bawah PT Global Dairy Bersama (GDB), serta diproyeksikan menjadi yang terbesar se-Indonesia. Proyek itu dirancang sebagai peternakan sapi terpadu berbasis teknologi modern dan […]

  • Riset terkait Rafflesia Hasseltii Libatkan Peneliti Indonesia dan Inggris

    Riset terkait Rafflesia Hasseltii Libatkan Peneliti Indonesia dan Inggris

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Penelitian terkait Rafflesia hasseltii di Desa Selamat Sudiarjo, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, melibatkan kolaborasi antara badan peneliti Indonesia dan Inggris. Ini merupakan bagian riset kolaboratif antara BRIN, Universitas Bengkulu, dan Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, serta mendapatkan dukungan dana dari the University of Oxford Botanic Garden and Arboretum dan […]

  • sampah

    Pemkot Semarang Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah di TPA Ilegal Rowosari

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang imbau masyarakat tidak membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal. Salah satu TPA ilegal yang menjadi sorotan ada di perbatasan Rowosari, Semarang dengan Mranggen, Demak. “Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah telah memanggil kami dan DLH Kabupaten Demak. Kami harus membuat sosialisasi dan himbauan […]

expand_less