Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Indonesia Masih Perlu Sekitar 1.165 Dokter Spesialis Jantung dan Kanker

Indonesia Masih Perlu Sekitar 1.165 Dokter Spesialis Jantung dan Kanker

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
  • visibility 98

Kabrjatengterkini.com – Jumlah dokter spesialis di tanah air dinilai masih minim. Setidaknya, Indonesia masih memerlukan sekitar 1.165 dokter spesialis, khususnya ahli penyakit jantung dan stroke, serta kanker.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini. Keberadaan dokter spesialis ini dianggap sangat krusial, mengingat banyaknya pasien meninggal dunia akibat kurangnya penanganan terhadap penyakit kronis tersebut.

“Antrean untuk layanan prima bagi penderita jantung dan stroke, masih sangat panjang di rumah sakit. Sedangkan golden period (waktu krusial) untuk jantung dan stroke hanya hitungan jam. Kalau layanan hanya ada di rumah sakit besar, tentu kasihan pasiennya,” jelas Budi.

Saat ini, pemerintah RI masih berupaya untuk menambah jumlah dokter spesialis di daerah. Kemenkes mulai bekerja sama dengan perguruan tinggi dan rumah sakit melalui program pendidikan dokter spesialis pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU).

Lewat program ini, dokter spesialis akan ditempatkan di rumah sakit-rumah sakit daerah lainnya guna pemerataan layanan kesehatan. Adapun target pemenuhan dokter spesialis ini diharapkan tercapai dalam waktu 5-10 tahun atau kurang dari itu.

“Para dokter itu, nanti akan ditempatkan ke rumah sakit yang belum punya dokter spesialis,” katanya.

Selain itu, untuk mendukung upaya peningkatan layanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan mengoptimalkan program Speling (Dokter Spesialis Keliling). Selama tahun 2025, program tersebut terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendeteksi dini.

“Mudah-mudahan ini menjadi bahan evaluasi kita semua, agar program kesehatan di Jawa Tengah tahun 2026 akan lebih baik lagi,” katanya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Terdampak Tanah Gerak di Desa Padasari Tegal Bakal Direlokasi, Pemprov Lakukan Asesmen Geologi

    Warga Terdampak Tanah Gerak di Desa Padasari Tegal Bakal Direlokasi, Pemprov Lakukan Asesmen Geologi

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Tegal, Kabarjatengterkini.com – Warga terdampak tanah gerak di Desa Padasari, Kabupaten Tegal, bakal direlokasi ke kawasan hunian sementara (huntara). Sebelum pembangunan Huntara, Pemprov Jawa Tengah lebih dulu melakukan kajian secara geologi. Adapun asesmen dilakukan di empat lokasi, yakni tiga calon lahan dan satu lokasi merupakan eksisting milik Perhutani. Asesmen geologi dilakukan guna memastikan kondisi tanah […]

  • Tahun 2026, Pemkot Semarang Perluas Program Beasiswa Pendidikan

    Tahun 2026, Pemkot Semarang Perluas Program Beasiswa Pendidikan

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Pendidikan merupakan salah satu pondasi untuk memajukan bangsa di masa depan. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang turut menyusun program unggulan “Semarang Cerdas” dalam rangka mendukung cita-cita tersebut. Melalui program “Semarang Cerdas”, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal memperluas program beasiswa bagi siswa maupun mahasiswa. Pada tahun 2026, pihaknya menargetkan sebanyak 13 ribu lebih siswa […]

  • pencabutan

    Menteri Sekretaris Negara Tanggapi Pencabutan Kartu Wartawan Istana CNN

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan tanggapan terkait isu pencabutan kartu identitas wartawan istana milik seorang jurnalis CNN Indonesia. Prasetyo menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara yang konstruktif dan komunikatif. Dalam keterangannya kepada wartawan pada Minggu, 28 September 2025, Prasetyo mengatakan, “Ya kita cari […]

  • Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng

    Hadiri Tarawih Keliling di Lapas Perempuan Bulu, Agustina Ungkap Ramadan Jadi Momentum Perbaikan Diri

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Agenda Tarawih Keliling (Tarling) oleh Pemkot Semarang kembali digelar pada Minggu (8/3/2026). Kali ini, kegiatan tersebut turut diikuti oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II-A Bulu Semarang. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebutkan bahwa tarawih keliling digelar untuk mempererat tali kekeluargaan antara Pemerintah Kota Semarang dengan masyarakat, sekaligus menjadi momentum untuk […]

  • Ratusan Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santuan di Bulan Ramadan

    Ratusan Mualaf di Kabupaten Pati Terima Santuan di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Sebanyak 300 mualaf se-Kabupaten Pati menerima santunan dan paket bingkisan di momen bulan Ramadan 1447 Hijriah ini. Paket bantuan itu berupa beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, teh, mi instan 5 bungkus, 1 buah sajadah, dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. Santunan dan paket Ramadan itu […]

  • kebocoran

    Kemenhaj Ungkap Dugaan Kebocoran Dana Haji Rp5 Triliun, BPIH 2025 Ditarget Turun

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyampaikan temuan awal terkait dugaan kebocoran dalam pembiayaan pengadaan pelaksanaan ibadah haji. Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut potensi kebocoran dana haji bisa mencapai 20 hingga 30 persen dari total anggaran Rp17 triliun, atau sekitar Rp5 triliun per tahun. Temuan ini dianggap serius, karena […]

expand_less