Ada 5 Proyek Peningkatan Jalan di Sragen Guna Percepatan Pembangunan Ekonomi Lokal
- account_circle Anisya Gusti
- calendar_month Rab, 8 Okt 2025
- visibility 97

Foto: Bupati Sragen Sigit saat meninjau proses pengerjaan proyek di dua ruas jalan (Sumber: Dok. Pemkab Sragen)
Sragen, Kabarjatengterkini.com – Terdapat lima proyek peningkatan atau perbaikan jalan di Sragen guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah. Proyek tersebut diketahui menyasar lima ruas jalan strategis.
Di antaranya, jalan Kaloran-Ngrendeng, Kecamatan Gemolong sepanjang 2,493 km; Jalan Jono-Tanon, kecamatan Tanon sepanjang 3,3 km; jalan di Dk. Sumberejo, hingga Desa Kedungwaduk–Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang sepanjang 1,2 km.
Selanjutnya, Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Sudirman, Kecamatan Sragen sepanjang total 2,303 km, dan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sragen sepanjang 1,646 km. Sejumlah proyek peningkatan jalan tersebut memiliki total nilai mencapai Rp19,83 miliar.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyampaikan, prioritasnya ada pada mutu dan ketepatan waktu. Hal ini diungkapkan saat meninjau proses pengerjaan proyek di dua ruas jalan, yakni Jalan Kaloran–Ngrendeng di Kecamatan Gemolong dan Jalan Jono–Tanon di Kecamatan Tanon.
“Dua titik hari ini kami tinjau langsung untuk memastikan kualitas pengerjaan di lapangan. Sementara tiga titik lainnya tetap kami pantau melalui tim teknis dan laporan rutin,” ujar dia, Selasa (7/10/2025).
Seluruh proyek peningkatan jalan saat ini masih berprogres dengan rata-rata mencapai 20 persen, meski telah ditetapkan target penyelesaian hingga Desember 2025. Sementara, dananya bersumber dari APBD Kabupaten Sragen.
“Dalam sehari bisa mencapai 100 hingga 200 meter pekerjaan. Kalau panjang totalnya sekitar 3 kilometer, efektifnya bisa selesai dalam 15 hari. Namun yang terpenting adalah hasilnya harus berkualitas,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan prioritas utama Pemkab Sragen untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Hal ini sekaligus mendukung distribusi barang dan hasil pertanian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Jalan yang bagus tidak hanya memperlancar mobilitas, tapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian dan perdagangan warga. Karena itu, kami minta dukungan penuh masyarakat agar pekerjaan berjalan lancar,” imbuhnya.
Ia turut menekankan, setiap pekerjaan harus menyesuaikan dengan standar kualitas dan volume yang ditetapkan dalam kontrak. Pihaknya juga akan memperketat pengawasan di seluruh titik proyek hingga selesai tepat waktu. (*)
- Penulis: Anisya Gusti

