Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ribuan ASN di Brebes Diduga Manipulasi Presensi, Wamendagri: Bisa Diberhentikan

Ribuan ASN di Brebes Diduga Manipulasi Presensi, Wamendagri: Bisa Diberhentikan

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
  • visibility 84

Kabarjatengterkini.com – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di Brebes terancam sanksi pemecatan jika terbukti melakukan pelanggaran serius. Mereka diduga menggunakan bantuan aplikasi tidak resmi untuk memanipulasi kehadiran.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto. Menurutnya, perilaku tersebut sudah melanggar aturan kepegawaian, sehingga ASN yang melanggar bisa dikenai sanksi berupa teguran hingga pemberhentian.

“Wah, itu jelas-jelas melanggar aturan kepegawaian ya. Tentu bisa dikenakan sanksi, ya mulai dari sanksi teguran sampai pemberhentian,” tegas Bima, Kamis (7/5/2026), dikutip Detik.

“Ya kami akan pelajari, Inspektorat nanti akan turun ke sana ke Brebes ya. Karena ya itu kan mereka digaji oleh uang rakyat. Kalau kemudian mereka nggak masuk itu masuk kategori pelanggaran berat itu ya,” lanjut dia.

Lebih lanjut, pihaknya mendorong kepala daerah lainnya untuk melakukan penelusuran sistem absensi ASN sebagai upaya pengawasan kinerja pegawai. Menurutnya, ketidakhadiran harus disertai dengan alasan yang jelas.

“Banyak. Selama ini di Indonesia ASN itu diberhentikan karena nggak masuk, terbukti. Ada yang setahun nggak masuk, ada juga. Nah kemudian ketahuan ya kita berhentikan. Ada yang sakit mungkin ada toleransi ya, tapi kalau nggak jelas ya harus diberhentikan ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 3 ribu lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) di Brebes disebut gunakan aplikasi ilegal untuk menginput kehadiran secara jarak jauh. Praktik ini terungkap setelah server aplikasi resmi dimatikan.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menyebutkan, ASN yang menggunakan aplikasi tersebut beragam, mulai dari tenaga kesehatan, guru, hingga pejabat di lingkungan Pemkab.

“Hasil temuan sementara ada 3.000 ASN pengguna. Ada nakes dan juga beberapa pejabat. Paling banyak guru dan nakes,” kata Paramitha, Sabtu (2/5/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hal ini terungkap setelah pihaknya mematikan server aplikasi asli. Menurut pengamatan, sejumlah ASN yang diduga menggunakan aplikasi ilegal masih bisa melakukan absensi kehadiran.

Saat ini, pihaknya telah mengantongi nama-nama ASN tersebut untuk kemudian akan dimintai klarifikasi. Jika terbukti melakukan kecurangan, maka pihaknya menyiapkan sanksi tegas untuk memberikan efek jera terhadap pelanggar.

“Kami menelusuri siapa yang bermain di aplikasi tersebut. Kami sudah menindaklanjuti. Dua hari kita matikan aplikasi resmi, dan ternyata masih ada absensi masuk. Dan kami dapat mengantongi nama-nama ASN mana yang menggunakan aplikasi ilegal tersebut,” kata Bupati.

“Ini adalah korupsi, karena mereka tidak berangkat, mungkin di jam kerja yang seenaknya mereka hadir. Tapi tunjangan dihitung dengan full. Itu korupsi juga,” lanjut dia. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Internet Gratis Pemprov Jateng Diprioritaskan untuk 4 Kategori Desa

    Program Internet Gratis Pemprov Jateng Diprioritaskan untuk 4 Kategori Desa

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Program internet gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada masyarakat desa diprioritaskan untuk empat kategori penerima. Di antaranya, desa blankspot, desa wisata, desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem, dan desa rawan bencana. Pemanfaatannya pun berbeda-beda bagi setiap kategori, misalnya internet gratis bagi desa wisata digunakan untuk optimalisasi promosi destinasi dan produk UMKM setempat agar dikenal […]

  • Bantah Tudingan Berselingkuh dengan Istri Kades, Anggota DPRD Rembang Lakukan Klarifikasi

    Bantah Tudingan Berselingkuh dengan Istri Kades, Anggota DPRD Rembang Lakukan Klarifikasi

    • calendar_month Sel, 22 Sep 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Rembang, Kabarjatengterkini.com – Anggota DPRD Rembang inisial W bantah tuduhan berselingkuh dengan istri kepala desa (Kades). Sebelumnya, dugaan perselingkuhan itu mencuat setelah Kades Karanganyar, Kecamatan Kragan, S, melapor ke DPRD dan Polres Rembang. Kuasa hukum W menyampaikan, bantahan tersebut juga telah disampaikan oleh kliennya di depan pimpinan DPRD Rembang pada Senin (21/9/2026) lalu. W menjalani […]

  • K.H. Sholeh Darat Resmi Jadi Nama Jalan di Kota Semarang

    K.H. Sholeh Darat Resmi Jadi Nama Jalan di Kota Semarang

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Nama K.H. Sholeh Darat resmi jadi salah satu jalan di Kota Semarang, sekaligus dinobatkan sebangai Tokoh Moderasi. Penamaan jalan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap tokoh yang berjasa bagi Indonesia. Seremoni ini merupakan bagian dari rangkaian proses pengusulan K.H. Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional. Pasalnya, tokoh tersebut dikenal memiliki jejak sejarah sebagai ulama […]

  • Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Hingga 300 Persen, Pemprov Beri Saran Ini

    Harga Bahan Baku Plastik Melonjak Hingga 300 Persen, Pemprov Beri Saran Ini

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Harga bahan baku plastik di Jawa Tengah naik signifikan hingga 300 persen. Lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh terganggunya pasokan dan distribusi bahan baku akibat perang di Timur Tengah. “Plastik dan produk turunannya naiknya tinggi banget, Rp 30 ribu kalau plastik. Plastik itu kan bahan bakunya impor, dan saat ini ada kenaikan sampai 300 […]

  • ketahanan pangan jateng

    Pemprov Kolaborasi dengan Swasta untuk Perkuat Ketahanan Pangan di Jateng

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 183
    • 0Komentar

      Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan pihak swasta untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Hal ini juga dilakukan guna memudahkan masyarakat dalam mengakses produk pangan berkualitas. Kali ini, PT HM Sampoerna Tbk melalui Sampoerna Retail Community (SRC) digandeng sebagai mitra distribusi pangan. Kolaborasi ini juga melibatkan Perum Bulog dan Asosiasi Pedagang Pasar […]

  • Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    Pemkab Kudus Bersama Pemprov Upayakan Penanganan Dampak Bencana di Wilayah Colo

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kudus, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dalam rangka penanganan dampak bencana di wilayahnya. Terlebih, jika kawasan terdampak merupakan penopang perekonomian dan pariwisata di Kudus, seperti Kawasan Wisata Colo. Kawasan itu diketahui ikut terdampak longsor, sehingga mengganggu akses jalan ke wisata religi Sunan Muria. Langkah penanganan sementara sedang disiapkan untuk memperbaiki […]

expand_less