Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
  • visibility 43

Kabarjatengterkini.com – Terungkap faktor penyebab kematian harimau putih dari Semarang Zoo yang dipindahkan ke Ragunan Medan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada Maret 2026 lalu. Harimau putih tersebut merupakan hasil kawin sedarah, sehingga DNA-nya dinilai sudah menyimpang.

“Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerja sama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah,” kata Handi, Senin (27/7/2026), dikutip Detik.

“Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah,” sambungnya.

Menurutnya, ditemukan dari hasil investigasi bahwa ada bekas luka pada organ lambung, hingga peradangan dan pendarahan pada organ paru. Sebagian organ hati juga mengalami kerusakan, sehingga kinerjanya tidak maksimal.

“Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal,” terang Handi.

“Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan,” imbuh dia.

Sebelumnya, seekor harimau putih milik Semarang Zoo dikabarkan mati saat hendak dikirim ke Medan untuk pertukaran satwa.

“Harimau putih Anggun, salah satu satwa koleksi yang menjadi daya tarik Semarang Zoo, dikabarkan dikirim ke Medan dalam skema pertukaran satwa yang mekanismenya dipertanyakan,” jelas sebuah akun di Instagram.

Menanggapi unggahan viral tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melakukan pengecekan ke lapangan. Investigasi juga bakal dilakukan, termasuk mendalami dugaan kesalahan prosedur yang menyebabkan kematian pada satwa yang dilindungi itu.

“Mudah-mudahan kita bisa menyampaikan kepada publik penyebab kematian, mengapa, dan bagaimana. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” kata Agustina, dikutip Detik.

“Kita akan selidiki kok bisa kesalahan anestesi dan lain sebagainya itu supaya nanti bisa menjadi pelajaran baik bagi teman-teman yang bertugas merawat binatang-binatang,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • pati

    Update Kasus Ponpes Ndholo Kusumo Pati: Makin Banyak Santri Berani Bersuara, Korban Kini Jadi 3

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PATI, Kabarjatengterkini.com – Kasus dugaan kekerasan seksual yang mengguncang lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus bergulir. Pihak kepolisian mengungkapkan adanya fakta baru yang cukup mengejutkan. Jumlah santriwati yang menjadi korban kebejatan oknum pimpinan ponpes, Kiai Ashari, kini resmi bertambah. Jika sebelumnya hanya ada satu orang korban yang […]

  • Pemkot Salatiga Terbuka pada Pengembangan Kajian Prasejarah di Daerahnya

    Pemkot Salatiga Terbuka pada Pengembangan Kajian Prasejarah di Daerahnya

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 177
    • 0Komentar

      Salatiga, Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga terbuka pada pengembangan edukasi prasejarah di wilayahnya. Hal ini diperkuat dengan penyambutan profesor dan arkeolog paleolitik asal Prancis, François Sémah pada Senin (13/10/2025) kemarin. Sebagai informasi, Profesor Sémah dikenal sebagai salah satu arkeolog yang banyak memberikan kontribusi dalam penelitian prasejarah di Indonesia. Ia juga telah berkolaborasi dengan para […]

  • demam

    Waspada! Demam dan Radang Tenggorokan Bisa Picu Penyakit Jantung Reumatik

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Demam dan sakit tenggorokan yang dianggap “biasa” ternyata dapat berkembang menjadi kondisi serius yakni Penyakit Jantung Reumatik (PJR)  sebuah penyakit jantung yang timbul sebagai komplikasi dari Demam Rematik Akut (DRA) akibat infeksi bakteri Streptococcus pyogenes (Group A Streptococcus). Artikel berikut akan menguraikan bagaimana proses ini terjadi, siapa yang berisiko, data terkini, serta langkah pencegahan […]

  • Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi

    Pemprov Jateng Imbau ASN Bersepeda ke Kantor untuk Hemat BBM

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) imbau aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya untuk mengayuh sepeda ke kantor. Imbauan ini berkaitan dengan langkah pemerintah pusat dalam menghemat energi, termasuk BBM, di tengah ketidakpastian global. “Kita sudah bikin rengrengan, sudah kita kalkulasi. Nek (kalau) perlu besok hari tertentu semua ASN kita naik sepeda dengan […]

  • bodoh

    4 Fakta Unik Kucing Putih: Cerdas atau Justru Bodoh?

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Kucing putih adalah salah satu jenis kucing yang sangat populer, baik sebagai peliharaan maupun sebagai subjek dalam budaya pop. Mereka sering kali dianggap simbol kemurnian, kecantikan, dan ketenangan. Namun, ada banyak mitos yang beredar tentang kucing putih, salah satunya adalah anggapan bahwa mereka cenderung “bodoh“. Lantas, apakah anggapan tersebut benar? Dalam artikel ini, kita […]

  • pembacokan

    Kasus Pembacokan di Tambakromo Pati: Korban Mengaku Diteror Sejak Tahun 2025

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pati, Kabarjatengterkini.com – Seorang pria di Pati, berinisial MAY atau A, diduga tega meneror dan membacok perempuan karena ditolak taaruf. Akibat perbuatannya, korban berinisial DS mengalami luka berat hingga dirawat di rumah sakit. Peristiwa itu terjadi di rumah korban Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (23/07/2026). Awalnya, pelaku masuk melalui pintu belakang rumah dengan membawa linggis […]

expand_less