Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

Terungkap Faktor Penyebab Kematian Harimau Putih dari Semarang Zoo

  • account_circle Anisya Gusti
  • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
  • visibility 61

Kabarjatengterkini.com – Terungkap faktor penyebab kematian harimau putih dari Semarang Zoo yang dipindahkan ke Ragunan Medan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, menyebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada Maret 2026 lalu. Harimau putih tersebut merupakan hasil kawin sedarah, sehingga DNA-nya dinilai sudah menyimpang.

“Kejadian sudah Maret yang lalu itu. Sampai R Zoo Medan baik-baik saja. Sudah ada perjanjian kerja sama sesuai urutan administrasi, alasan internal harimau kita sudah banyak hasil dari kawin sedarah,” kata Handi, Senin (27/7/2026), dikutip Detik.

“Yang dikirim ke Medan adalah cucu dari perkawinan sedarah, berwarna putih karena DNA-nya sudah menyimpang, perlu darah baru dari luar, sehingga sekarang harimau kita ada dua pasang untuk dicarikan jodoh yang tidak sedarah,” sambungnya.

Menurutnya, ditemukan dari hasil investigasi bahwa ada bekas luka pada organ lambung, hingga peradangan dan pendarahan pada organ paru. Sebagian organ hati juga mengalami kerusakan, sehingga kinerjanya tidak maksimal.

“Terjadinya pembengkakan pada organ jantung, hati, dan juga ginjal. Ditemukan kerusakan pada sebagian organ hati yang mengindikasikan kinerja organ yang sudah tidak maksimal,” terang Handi.

“Kemudian saluran pencernaan kosong dan tidak dijumpai adanya sisa pakan, yang menandakan harimau sudah dalam waktu lama tidak makan,” imbuh dia.

Sebelumnya, seekor harimau putih milik Semarang Zoo dikabarkan mati saat hendak dikirim ke Medan untuk pertukaran satwa.

“Harimau putih Anggun, salah satu satwa koleksi yang menjadi daya tarik Semarang Zoo, dikabarkan dikirim ke Medan dalam skema pertukaran satwa yang mekanismenya dipertanyakan,” jelas sebuah akun di Instagram.

Menanggapi unggahan viral tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melakukan pengecekan ke lapangan. Investigasi juga bakal dilakukan, termasuk mendalami dugaan kesalahan prosedur yang menyebabkan kematian pada satwa yang dilindungi itu.

“Mudah-mudahan kita bisa menyampaikan kepada publik penyebab kematian, mengapa, dan bagaimana. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua,” kata Agustina, dikutip Detik.

“Kita akan selidiki kok bisa kesalahan anestesi dan lain sebagainya itu supaya nanti bisa menjadi pelajaran baik bagi teman-teman yang bertugas merawat binatang-binatang,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Anisya Gusti

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi

    Soal Bupati yang Kena OTT, Gubernur Jateng Sebut “Ikan Busuk dari Kepala”

    • calendar_month Jum, 10 Jul 2026
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menanggapi penangkapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Menurutnya, para pejabat tidak boleh kebal dengan hukum. Hal ini sesuai dengan prinsip “Equality before the law” atau semua sama di mata huku. Dengan demikian, para pejabat bisa menerapkan tata […]

  • safe house

    OTT KPK Bea Cukai, Purbaya Soroti Safe House dan Suap

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kemarahan serius atas Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat sejumlah pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Menurutnya, temuan ini menunjukkan adanya dugaan kasus suap besar di lingkungan institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di sektor perpajakan dan kepabeanan. OTT KPK yang […]

  • tarif cukai

    Purbaya Yudhi Sadewa Kejut Tarif Cukai Rokok 57%, Soroti Dampak Industri dan Tenaga Kerja

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan keprihatinannya terkait tingginya tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang saat ini sudah menembus rata-rata 57 persen. Pernyataan ini diungkapkan Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2025). “Saya tanya kan, cukai rokok gimana? Sekarang berapa rata-rata? 57 persen, wah tinggi amat, Firaun lu,” ungkap Purbaya dengan nada […]

  • Gereja Blenduk Diresmikan Kembali Usai Rampung Rehabilitasi

    Gereja Blenduk Diresmikan Kembali Usai Rampung Rehabilitasi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Anisya Gusti
    • visibility 199
    • 0Komentar

      Semarang, Kabarjatengterkini.com – Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) di Kota Lama, Semarang diresmikan kembali usai sempat direhabilitasi. Bangunan ini diketahui merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang. Peresmian Gereja Blenduk dihadiri oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Minggu (7/9/2025). Dalam sambutannya, Iswar turut bersyukur atas […]

  • video

    Viral Video Diduga Mesum di Gunung Prau, Porter Ingatkan Pendaki Jaga Etika

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle markom kabarjatengterkini
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Kabarjatengterkini.com– Video yang memperlihatkan sepasang pendaki diduga melakukan tindakan tidak senonoh di kawasan Gunung Prau, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, viral di media sosial. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah rekaman yang menampilkan seorang pria dan perempuan di jalur pendakian beredar luas. Dalam video tersebut, pasangan pendaki itu terlihat berada di kawasan perbukitan yang masih termasuk […]

  • Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M Abdul Hakam /semarangkota

    Layanan CKG di Kota Semarang Telah Jangkau 44.474 Anak

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Agriantika Fallent
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Semarang, Kabarjatengterkini.com – Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Semarang telah menjangkau sebanyak 44.474 anak per 7 Agustus 2025. Sebagaimana diketahui, program CKG yang diinisiasi pemerintah pusat ini telah diluncurkan oleh Wali Kota Semarang Agustina sejak bulan Juli lalu. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, mendeteksi penyakit […]

expand_less